{"id":121229,"date":"2026-10-19T14:39:56","date_gmt":"2026-10-19T07:39:56","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/19\/restorasi-warisan-budaya-indonesia-di-sarajevo-buka-jalan-ke-kancah-internasional\/"},"modified":"2026-10-19T14:39:56","modified_gmt":"2026-10-19T07:39:56","slug":"restorasi-warisan-budaya-indonesia-di-sarajevo-buka-jalan-ke-kancah-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/19\/restorasi-warisan-budaya-indonesia-di-sarajevo-buka-jalan-ke-kancah-internasional\/","title":{"rendered":"Restorasi Warisan Budaya Indonesia di Sarajevo Buka Jalan ke Kancah Internasional"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/19\/1792395274_96ea6a9c5b27b8d0cf44.png\" alt=\"Restorasi Warisan Budaya Indonesia di Sarajevo Buka Jalan ke Kancah Internasional\"\/><figcaption>Restorasi Warisan Budaya Indonesia Buka Jalan ke Kancah Internasional.(Dok. Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>WAKIL Ketua MPR RI <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lestari-moerdijat\" title=\"lestari moerdijat\">Lestari Moerdijat<\/a> menegaskan bahwa pengiriman tiga pengukir asal Jepara untuk merestorasi ornamen kayu Masjid Istiklal di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, merupakan langkah diplomasi budaya yang konkret. Upaya ini bertujuan merawat warisan bangsa yang telah hadir di luar negeri sejak puluhan tahun lalu melalui keterampilan akar rumput masyarakat Indonesia.<\/p>\n<p>Tiga pengukir yang dikirim adalah Sutrisno, Jawawi Firnandes, dan Widodo. Mereka bertugas memperbaiki ornamen ukir yang merupakan bagian dari hadiah Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, untuk masyarakat Bosnia dan Herzegovina. Restorasi ini menjadi penting karena kerusakan yang ditemukan tergolong berat.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; border-left: 5px solid #2c3e50; padding: 15px; margin: 20px 0;\"><strong>Detail Restorasi Masjid Istiklal Sarajevo:<\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #eeeeee;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Komponen<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Keterangan Kerusakan\/Tindakan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Pilar Utama<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">6 pilar kayu jati harus diganti menyeluruh (tidak bisa ditambal).<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Tangga<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Perbaikan struktur dan detail ukiran.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Hiasan Dinding<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Restorasi estetika dan pembersihan ornamen kayu.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<p>Misi ini berawal dari kunjungan Lestari ke Bosnia pada Februari 2026 dalam rangka memperkuat pengajuan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Saat itu, ia menemukan sejumlah ornamen di masjid kawasan Otoka tersebut mengalami kerusakan. Delapan bulan kemudian, komitmen bantuan tersebut diwujudkan melalui keberangkatan para pengukir.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/944781\/lestari-moerdijat-apresiasi-diplomasi-budaya-pengukir-jepara-di-sarajevo-bosnia\" title=\"Lestari Moerdijat Apresiasi Diplomasi Budaya Pengukir Jepara di Sarajevo Bosnia\" target=\"_blank\">Lestari Moerdijat Apresiasi Diplomasi Budaya Pengukir Jepara di Sarajevo Bosnia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cDiplomasi budaya bukan sekadar kerja sama antarpemerintah. Ketika mendatangkan pengukir Jepara untuk merestorasi karya bersejarah Indonesia di Sarajevo, kita sedang menunjukkan bahwa warisan bangsa memiliki nilai yang diakui lintas negara,\u201d ujar sosok yang akrab disapa Rerie tersebut dalam keterangan tertulis, Senin (19\/10).<\/p>\n<p>Apresiasi juga datang dari warga lokal. Sulaiman \u0106ati\u0107 (50), staf pengadaan Masjid Istiklal Sarajevo, mengungkapkan bahwa masyarakat setempat sangat mengenal peran Indonesia. Menurutnya, dalam khutbah Jumat sering disampaikan bahwa masjid dan ornamen ukirnya merupakan bantuan tulus dari masyarakat Indonesia.<\/p>\n<p>Bagi Rerie, yang juga Anggota Komisi X DPR RI dan Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem, keberadaan ukiran Jepara di Sarajevo membuktikan daya jangkau keterampilan tradisional Indonesia. Ia menilai warisan budaya bukan sekadar benda mati, melainkan jejak peradaban yang harus dirawat agar generasi mendatang mengenali akar identitasnya.<\/p>\n<p>Langkah restorasi ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi upaya memperkenalkan berbagai warisan budaya Indonesia lainnya ke kancah internasional melalui tindakan nyata dan pelibatan langsung pemilik keterampilan budaya tersebut.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/946071\/restorasi-warisan-budaya-indonesia-di-sarajevo-buka-jalan-ke-kancah-internasional\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Restorasi Warisan Budaya Indonesia Buka Jalan ke Kancah Internasional.(Dok. Istimewa) WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa pengiriman tiga pengukir asal Jepara untuk merestorasi ornamen kayu Masjid Istiklal di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, merupakan langkah diplomasi budaya yang konkret. Upaya ini bertujuan merawat warisan bangsa yang telah hadir di luar negeri sejak puluhan tahun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":121230,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-121229","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121229","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=121229"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121229\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/121230"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=121229"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=121229"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=121229"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}