{"id":121177,"date":"2026-10-19T12:30:55","date_gmt":"2026-10-19T05:30:55","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/19\/prancis-mencekam-kerusuhan-terburuk-hantam-kota-macron-panik-hadapi-krisis\/"},"modified":"2026-10-19T12:30:55","modified_gmt":"2026-10-19T05:30:55","slug":"prancis-mencekam-kerusuhan-terburuk-hantam-kota-macron-panik-hadapi-krisis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/19\/prancis-mencekam-kerusuhan-terburuk-hantam-kota-macron-panik-hadapi-krisis\/","title":{"rendered":"Prancis Mencekam Kerusuhan Terburuk Hantam Kota, Macron Panik Hadapi Krisis"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/19\/1792387567_33ec88168a5e0aef3622.jpg\" alt=\"Prancis Mencekam: Kerusuhan Terburuk Hantam Kota, Macron Panik Hadapi Krisis\"\/><figcaption>Presiden Emmanuel Macron(AFP)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PERDANA Menteri Prancis S\u00e9bastien Lecornu menggelar rapat kabinet darurat untuk merespons gelombang kekerasan dan penjarahan massal yang melanda berbagai kota di Prancis sepanjang akhir pekan. Peristiwa ini mencatatkan salah satu gangguan ketertiban umum terburuk dalam sejarah modern negara tersebut.<\/p>\n<p>Aksi yang bermula pada Sabtu pekan lalu awalnya diikuti lebih dari setengah juta demonstran secara damai. Mereka turun ke jalan guna memprotes lonjakan biaya hidup serta menurunnya kualitas layanan publik, termasuk sektor pendidikan negeri.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Namun, suasana berubah menjadi riuh dan anarkis saat kelompok aktivis bermasker serta penyusup berpakaian serba hitam menyusup ke tengah kerumunan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/945950\/prancis-membara-emmanuel-macron-minta-warga-tenang-usai-rusuh-massa-dan-penjarahan\" title=\"Prancis Membara! Emmanuel Macron Minta Warga Tenang Usai Rusuh Massa dan Penjarahan\" target=\"_blank\">Prancis Membara! Emmanuel Macron Minta Warga Tenang Usai Rusuh Massa dan Penjarahan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dampak kerusakan dilaporkan sangat masif. Sekitar 1.500 toko dan pelaku usaha menjadi sasaran penjarahan serta pengrusakan. Petugas kepolisian anti-huru-hara merespons dengan menembakkan gas air mata, menyemprotkan meriam air (water cannon), hingga melayangkan pukulan tongkat ke arah massa di beberapa lokasi.<\/p>\n<p>Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan sekitar 1.000 personel polisi mengalami luka-luka, dengan tujuh di antaranya menderita luka berat.<\/p>\n<h2>Pidato Macron Dihujani Kritik<\/h2>\n<p>Sebelumnya, sempat beredar rumor bahwa Presiden <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/emmanuel-macron\" title=\"Emmanuel Macron\">Emmanuel Macron<\/a> akan menerapkan jam malam sementara di sejumlah wilayah atau bahkan menetapkan status darurat nasional. Kendati demikian, Macron memilih menyampaikan pidato publik melalui siaran televisi nasional pada Minggu. Ia menyerukan persatuan nasional dan menegaskan bahwa para pelaku kerusuhan akan ditindak tegas.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/945757\/emmanuel-macron-kecam-penyebar-kekacauan-usai-demo-besar-di-prancis-berujung-rusuh\" title=\"Emmanuel Macron Kecam &quot;Penyebar Kekacauan&quot; Usai Demo Besar di Prancis Berujung Rusuh\" target=\"_blank\">Emmanuel Macron Kecam &#8220;Penyebar Kekacauan&#8221; Usai Demo Besar di Prancis Berujung Rusuh<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Namun, pidato tersebut justru memicu gelombang kritik di media sosial maupun dari pihak oposisi politik karena dinilai normatif dan minim langkah konkret. Pemerintah dianggap tidak memberikan kejelasan terkait mekanisme ganti rugi bagi pelaku usaha yang terdampak, langkah perlindungan kota menjelang demonstrasi susulan, hingga ruang dialog mengenai tuntutan pendidikan.<\/p>\n<p>Sekretaris Jenderal Serikat Buruh CGT, Sophie Binet, mengecam Macron atas kegagalannya merespons kekhawatiran para pelajar, krisis biaya hidup, dan kemerosotan layanan publik.<\/p>\n<p>Tuduhan ketidaksiapan juga mengarah kepada PM Lecornu dan Menteri Dalam Negeri yang dinilai tidak menyiagakan personel pengamanan secara maksimal. Menanggapi hal ini, Ketua Majelis Rendah Parlemen Prancis, Ya\u00ebl Braun-Pivet, berencana membuka penyelidikan resmi untuk mengusut tuntas penyebab krisis ini.<\/p>\n<h2>Peta Politik Terbelah dan Ancam Ekonomi<\/h2>\n<p>Ketegangan di jalanan kian memanas seiring dengan kondisi politik dalam negeri yang mulai goyah. Macron makin gencar dipandang sebagai lame-duck president menjelang pemilihan presiden yang dijadwalkan enam bulan mendatang.<\/p>\n<p>Kondisi ini dimanfaatkan oleh para kandidat penerus, mulai dari tokoh sayap kanan anti-imigrasi Marine Le Pen hingga tokoh sayap kiri anti-kapitalis Jean-Luc M\u00e9lenchon.<\/p>\n<p>Masing-masing pihak melontarkan tuduhan politik. Macron menyalahkan kelompok radikal kiri jauh dan kriminal atas kerusuhan tersebut. Sebaliknya, M\u00e9lenchon menuding krisis terjadi akibat &#8220;ketidakbecusan&#8221; pemerintah. Sementara itu, Marine Le Pen mengkritik tajam kepemimpinan saat ini.<\/p>\n<p>&#8220;Pemerintahan Macronis sudah kehabisan tenaga, lelah, dan kehilangan arah,&#8221; tegas Le Pen dalam unggahan videonya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, masyarakat menyampaikan kekecewaan mendalam atas respons para elite politik yang dianggap sibuk saling tuduh ketimbang menyelesaikan krisis ketertiban.<\/p>\n<p>&#8220;Di saat kami mengkhawatirkan keselamatan kami, mereka malah memanfaatkan situasi ini sebagai bola politik menjelang pilpres,&#8221; ujar Edouard, seorang guru dan ayah tiga anak.<\/p>\n<p>Krisis ini makin memperberat langkah Prancis di tengah tekanan investor global terkait pembengkakan utang publik. Pemerintah kini berada di posisi serba salah: jika memotong anggaran layanan publik demi penghematan, gelombang massa dipastikan akan kembali memenuhi jalanan.<\/p>\n<p>Pihak berwenang berharap masa libur sekolah selama dua pekan dapat memberi jeda dari aksi demonstrasi. Namun, ancaman belum mereda. Pada 5 November mendatang, gabungan serikat pekerja bersama gerakan Rompi Kuning (gilets jaunes) telah menjadwalkan aksi demonstrasi besar-besaran di seluruh penjuru negeri. (BBC\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/946030\/prancis-mencekam-kerusuhan-terburuk-hantam-kota-macron-panik-hadapi-krisis\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden Emmanuel Macron(AFP) PERDANA Menteri Prancis S\u00e9bastien Lecornu menggelar rapat kabinet darurat untuk merespons gelombang kekerasan dan penjarahan massal yang melanda berbagai kota di Prancis sepanjang akhir pekan. Peristiwa ini mencatatkan salah satu gangguan ketertiban umum terburuk dalam sejarah modern negara tersebut. Aksi yang bermula pada Sabtu pekan lalu awalnya diikuti lebih dari setengah juta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":121178,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-121177","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121177","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=121177"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121177\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/121178"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=121177"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=121177"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=121177"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}