{"id":121157,"date":"2026-10-19T11:45:00","date_gmt":"2026-10-19T04:45:00","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/19\/kasus-gejala-depresi-dan-kecemasan-remaja-4-kali-lipat-lebih-tinggi-dari-lansia\/"},"modified":"2026-10-19T11:45:00","modified_gmt":"2026-10-19T04:45:00","slug":"kasus-gejala-depresi-dan-kecemasan-remaja-4-kali-lipat-lebih-tinggi-dari-lansia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/19\/kasus-gejala-depresi-dan-kecemasan-remaja-4-kali-lipat-lebih-tinggi-dari-lansia\/","title":{"rendered":"Kasus Gejala Depresi dan Kecemasan Remaja 4 Kali Lipat Lebih Tinggi dari Lansia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/19\/1792384938_92349276bbf4c73fc714.png\" alt=\"Kasus Gejala Depresi dan Kecemasan Remaja 4 Kali Lipat Lebih Tinggi dari Lansia\"\/><figcaption>ilustrasi(freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KEMENTERIAN Kesehatan mengungkapkan temuan yang mengkhawatirkan dari hasil skrining Cek Kesehatan Gratis (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ckg\" title=\"CKG\">CKG<\/a>) yang telah menjangkau 71 juta penduduk hingga Oktober 2026 ini. Berdasarkan data tersebut, angka gejala <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/depresi\" title=\"depresi\">depresi<\/a> dan kecemasan pada kelompok anak sekolah serta remaja tercatat melonjak hingga lebih dari empat kali lipat jika dibandingkan dengan kelompok usia dewasa dan lanjut usia.<\/p>\n<p>&#8220;Ada lebih dari 380 ribu anak dengan indikasi depresi dan hampir 380 ribu dengan indikasi kecemasan,&#8221; ujar Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi, di Jakarta, Senin (19\/10).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Imran memaparkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2022 telah menegaskan bahwa gangguan kejiwaan merupakan pemicu utama disabilitas di seluruh dunia. Lebih dari 700 juta orang tercatat menderita depresi dan kecemasan, dengan catatan bahwa kurang dari separuh penderita yang berhasil mendapatkan akses penanganan medis yang memadai.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/943657\/kemenkes-sebut-9-dari-10-penderita-depresi-di-indonesia-belum-tersentuh-penanganan-medis\" title=\"Kemenkes Sebut 9 dari 10 Penderita Depresi di Indonesia belum Tersentuh Penanganan Medis\" target=\"_blank\">Kemenkes Sebut 9 dari 10 Penderita Depresi di Indonesia belum Tersentuh Penanganan Medis<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kondisi tersebut semakin memprihatinkan mengingat separuh dari total kasus gangguan jiwa bermunculan sebelum anak menginjak usia 14 tahun. Gejala-gejala psikologis ini sering kali terselubung dan tidak disadari, kerap kali hanya tampak di balik perubahan perilaku sehari-hari, keluhan fisik yang berulang, hingga merosotnya prestasi akademik di sekolah.<\/p>\n<p>Menurut Imran, pesatnya perkembangan teknologi turut memperparah situasi ini. Kehadiran gawai pintar (<em>smartphone<\/em>) dan media sosial telah menjelma menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian anak-anak dan remaja, menawarkan kemudahan interaksi serta akses informasi tanpa batas.<\/p>\n<p>Kendati demikian, di balik kenyamanan dunia digital tersebut, tersimpan risiko besar yang mengancam masa depan mental generasi muda. Berdasarkan survei global lembaga riset Ipsos di 31 negara, kesehatan jiwa kini ditempatkan sebagai isu kesehatan yang paling dicemaskan oleh masyarakat, bahkan melampaui kekhawatiran terhadap penyakit kanker maupun stres kronis.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/942637\/kemenkes-ungkap-gejala-depresi-tertinggi-ditemukan-pada-ibu-hamil-nifas\" title=\"Kemenkes Ungkap Gejala Depresi Tertinggi Ditemukan pada Ibu hamil-Nifas\" target=\"_blank\">Kemenkes Ungkap Gejala Depresi Tertinggi Ditemukan pada Ibu hamil-Nifas<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Tantangan di ruang siber ini dirasakan secara nyata di Indonesia. Laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2026 mencatat bahwa penetrasi internet di tanah air telah menembus angka lebih dari 80 persen dari total populasi, dengan dominasi pengguna dari kalangan generasi muda. Hampir seluruh pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga mahasiswa telah terkoneksi secara aktif dengan dunia maya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, ruang digital yang tanpa batas ini menyimpan berbagai sisi gelap. Data UNICEF menunjukkan bahwa empat dari setiap sepuluh anak pernah mengalami pengalaman daring yang menakutkan, sementara hampir separuhnya mengaku pernah menjadi korban perundungan siber (<em>cyberbullying<\/em>).<\/p>\n<p>Situasi ini dikuatkan oleh temuan riset Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (RSCM-FKUI) yang mendapati bahwa sepertiga anak di wilayah Jakarta telah terindikasi mengalami kecanduan internet. Deretan ancaman tersebut kian diperparah dengan maraknya kasus kekerasan seksual berbasis digital serta paparan judi daring yang menyasar kalangan anak-anak.<\/p>\n<p>Dampak dari berbagai tekanan digital ini pun bermanifestasi secara nyata pada kondisi psikologis korban, mulai dari timbulnya rasa bersalah yang mendalam, kecemasan berkepanjangan, depresi klinis, kecenderungan isolasi sosial, hingga memicu keretakan dalam hubungan keluarga.<\/p>\n<p>Sebagai langkah responsif, Kementerian Kesehatan mengusung kerangka penanganan komprehensif berbasis komunitas. Upaya promotif digalakkan melalui edukasi publik dan pola pengasuhan positif (<em>positive parenting<\/em>). Pendekatan preventif ditempuh lewat skrining kesehatan mental rutin, sementara intervensi cepat difasilitasi melalui layanan siaga terpadu seperti <em>Healing119.id<\/em> yang tercatat telah diakses oleh lebih dari 280 ribu orang sejak diluncurkan pada Juli 2025 lalu. Di lini hilir, layanan kuratif dan rehabilitatif disediakan secara terintegrasi melalui jaringan layanan medis serta psikologis mulai dari tingkat Puskesmas hingga rumah sakit rujukan.<\/p>\n<p>Penguatan mitigasi ini turut disokong melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan sembilan kementerian dan lembaga lewat penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Kesehatan Jiwa Anak pada 2026, serta regulasi perlindungan anak di ruang digital melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025.<\/p>\n<p>Selain intervensi kebijakan, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemenkes\" title=\"kemenkes\">Kemenkes<\/a> turut mengajak para orang tua untuk berperan aktif menjadi teladan dalam bijak bermedia sosial, membuka ruang komunikasi dua arah tanpa menghakimi, menyusun batasan waktu penggunaan gawai (<em>screen time<\/em>), menjaga keseimbangan aktivitas fisik anak, peka terhadap tanda-tanda perubahan perilaku, serta mengarahkan anak menemukan hobi positif di dunia nyata.<\/p>\n<p>Masyarakat secara luas juga dibekali pelatihan keterampilan dasar pertolongan pertama pada luka psikologis (<em>psychological first aid<\/em>) dengan mengedepankan prinsip melihat, mendengar, dan menghubungkan anak dengan tenaga profesional kesehatan.<\/p>\n<p>Pemerintah menegaskan bahwa upaya mengurangi paparan digital pemicu kecemasan, keberanian untuk bercerita kepada orang terdekat, serta kemauan mencari bantuan profesional merupakan langkah krusial dalam menyelamatkan masa depan generasi bangsa.<\/p>\n<p>&#8220;Remaja perlu didengar tanpa dihakimi, pengasuh perlu dukungan tanpa disalahkan. Dari ruang keluarga hingga ruang publik, kesehatan jiwa generasi muda adalah fondasi masa depan bangsa,&#8221; pungkas Imran.<\/p>\n<p>(Ant\/P-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/946017\/kasus-gejala-depresi-dan-kecemasan-remaja-4-kali-lipat-lebih-tinggi-dari-lansia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(freepik) KEMENTERIAN Kesehatan mengungkapkan temuan yang mengkhawatirkan dari hasil skrining Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau 71 juta penduduk hingga Oktober 2026 ini. Berdasarkan data tersebut, angka gejala depresi dan kecemasan pada kelompok anak sekolah serta remaja tercatat melonjak hingga lebih dari empat kali lipat jika dibandingkan dengan kelompok usia dewasa dan lanjut usia. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":121158,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-121157","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=121157"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121157\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/121158"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=121157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=121157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=121157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}