{"id":120797,"date":"2026-10-18T14:08:58","date_gmt":"2026-10-18T07:08:58","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/18\/anggur-vs-blueberry-mana-yang-lebih-aman-untuk-kadar-gula-darah\/"},"modified":"2026-10-18T14:08:58","modified_gmt":"2026-10-18T07:08:58","slug":"anggur-vs-blueberry-mana-yang-lebih-aman-untuk-kadar-gula-darah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/18\/anggur-vs-blueberry-mana-yang-lebih-aman-untuk-kadar-gula-darah\/","title":{"rendered":"Anggur vs Blueberry Mana yang Lebih Aman untuk Kadar Gula Darah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/18\/1792293560_aa47938f3647425882c4.jpg\" alt=\"Anggur vs Blueberry: Mana yang Lebih Aman untuk Kadar Gula Darah?\"\/><figcaption>Ilustrasi(MI\/AI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KADAR <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gula-darah\" title=\"Gula Darah\">gula darah<\/a> menunjukkan jumlah glukosa di dalam darah pada waktu tertentu. Glukosa sangat dibutuhkan sebagai bahan bakar otak, otot, dan organ tubuh lainnya. Namun, gula darah yang terus-menerus tinggi dapat meningkatkan risiko komplikasi, terutama bagi penderita diabetes. Lonjakan gula darah yang tajam sepanjang hari juga bisa memengaruhi energi, suasana hati, dan kesehatan metabolisme.<\/p>\n<p>Buah-buahan sering kali dihindari karena mengandung gula alami berupa fruktosa. Padahal, tidak semua makanan berserat dan bergula memberikan dampak yang sama terhadap gula darah. Serat pada buah utuh membantu memperlambat pencernaan, sehingga lonjakan gula darah terjadi secara lebih bertahap dibandingkan saat mengonsumsi makanan tinggi gula tambahan tanpa serat. Selain itu, buah kaya akan antioksidan yang terbukti mendukung kadar gula darah tetap sehat.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Di antara berbagai pilihan, anggur dan blueberry merupakan dua buah favorit yang kerap dibandingkan pengaruhnya terhadap gula darah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/943600\/kapan-waktu-terbaik-untuk-jalan-kaki-ini-penjelasan-lengkap-para-ahli\" title=\"Kapan Waktu Terbaik untuk Jalan Kaki? Ini Penjelasan Lengkap Para Ahli\" target=\"_blank\">Kapan Waktu Terbaik untuk Jalan Kaki? Ini Penjelasan Lengkap Para Ahli<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Blueberry dan Gula Darah<\/h2>\n<p>Blueberry mengandung karbohidrat dan gula alami, sehingga tetap memicu kenaikan gula darah. Meski demikian, buah ini kaya akan serat dan relatif rendah karbohidrat total. Dalam satu cangkir blueberry, terdapat sekitar 84 kalori, 22 gram karbohidrat total, 15 gram gula, dan 4 gram serat.<\/p>\n<p>Serat bertugas memperlambat pengosongan lambung, pemecahan karbohidrat, serta penyerapan glukosa ke aliran darah. Hal ini membuat blueberry tidak memicu lonjakan gula darah sebesar jus buah yang kehilangan kandungan seratnya.<\/p>\n<p>Sejumlah penelitian menunjukkan manfaat beri-berian dalam regulasi glukosa. Caroline Thomason Bunn, RD, CDCES, seorang dietisien dan edukator diabetes, menyampaikan:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/941495\/perlukah-orang-tanpa-diabetes-mengukur-gula-darah-ini-kata-pakar\" title=\"Perlukah Orang Tanpa Diabetes Mengukur Gula Darah? Ini Kata Pakar\" target=\"_blank\">Perlukah Orang Tanpa Diabetes Mengukur Gula Darah? Ini Kata Pakar<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Studi peninjauan sistematis dan meta-analisis menemukan adanya perbaikan pada kadar glukosa darah puasa dan A1C di antara penderita diabetes yang mengonsumsi blueberry atau cranberry.&#8221;<\/p>\n<p>Manfaat ini berasal dari antosianin, yaitu senyawa tumbuhan sekaligus antioksidan kuat yang memberikan warna biru gelap pada blueberry. Antosianin berperan melawan peradangan, stres oksidatif, serta memperlambat pemecahan karbohidrat agar pelepasan glukosa ke aliran darah berkurang.<\/p>\n<h2>Anggur dan Gula Darah<\/h2>\n<p>Dibandingkan blueberry, anggur memiliki kandungan gula yang lebih tinggi dan serat yang lebih rendah. Satu cangkir anggur mengandung 125 kalori, 29 gram karbohidrat total, 25 gram gula, dan 1,4 gram serat. Konsumsi satu cangkir anggur dapat memicu kenaikan gula darah yang lebih tajam daripada satu cangkir blueberry.<\/p>\n<p>Meski begitu, anggur tetaplah buah utuh yang bernutrisi karena menyediakan serat, air, vitamin, serta senyawa tanaman yang bermanfaat.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Tidak perlu menghindari anggur hanya karena mengandung gula alami. Kuncinya adalah memadukannya dengan makanan lain yang tinggi serat, protein, atau lemak untuk menahan lonjakan gula darah,&#8221; ujar ahli gizi Caroline Thomason Bunn.<\/p>\n<p>Anggur merah dan ungu mengandung antosianin, sementara kulit anggur mengandung resveratrol. Penelitian pada produk anggur menunjukkan potensi manfaat terhadap resistensi insulin, meskipun efeknya terhadap glukosa puasa dan A1C masih menunjukkan hasil yang bervariasi.<\/p>\n<h2>Mana yang Lebih Baik?<\/h2>\n<p>Dari sudut pandang keseimbangan gula darah, para ahli gizi menilai blueberry lebih unggul. Vandana Sheth, RDN, CDCES, FAND, seorang dietisien terdaftar dan edukator diabetes, menjelaskan:<\/p>\n<p>&#8220;Blueberry menyediakan sedikit lebih banyak serat dan karbohidrat yang lebih sedikit dibanding anggur. Plus, penelitian yang membahas hubungan buah beri dengan regulasi glukosa jauh lebih banyak.&#8221;<\/p>\n<p>Namun, hal ini bukan berarti anggur adalah pilihan yang buruk. Perbedaan dampak antara kedua buah ini relatif kecil jika dibandingkan dengan porsi dan komposisi keseluruhan dari hidangan yang dikonsumsi.<\/p>\n<p>Sebagian besar orang justru kekurangan asupan buah harian, padahal rutin mengonsumsi 1,5 hingga 2 cangkir buah per hari dapat membantu melindungi tubuh dari risiko diabetes tipe 2 serta menurunkan risiko kematian akibat penyakit kronis.<\/p>\n<h2>Cara Sehat Mengonsumsi Blueberry dan Anggur<\/h2>\n<p>Agar kadar gula darah tetap stabil, padukan buah dengan asupan protein, serat, atau lemak sehat melalui beberapa cara berikut:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Campurkan ke Yoghurt Yunani: Tambahkan blueberry ke dalam yoghurt Yunani (Greek yogurt) yang kaya protein untuk sarapan atau camilan. Penambahan kacang-kacangan atau biji chia juga dapat memperkaya kandungan protein dan lemak sehat.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Sajikan Bersama Keju atau Kacang: Nikmati anggur bersama potongan keju atau segenggam kacang-kacangan. Kandungan protein dan lemak pada keju atau kacang bekerja memperlambat penyerapan gula.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Olah Menjadi Smoothie: Haluskan blueberry atau anggur bersama yoghurt Yunani, bubuk protein, susu, dan satu sendok makan selai kacang almond untuk sajian praktis.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Pelengkap Menu Makan Siang: Batasi porsi anggur atau blueberry hingga satu cangkir sebagai pendamping makan siang yang mengandung sumber protein, atau campurkan ke dalam hidangan salad.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Satu hal yang pasti, baik blueberry maupun anggur sama-sama mengandung serat yang menahan laju kenaikan gula darah. Kombinasi buah dengan protein dan lemak sehat tidak hanya mencegah lonjakan insulin, tetapi juga memberikan rasa kenyang lebih lama dan menjaga energi tetap stabil sepanjang hari. (Eating Well\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/945792\/anggur-vs-blueberry-mana-yang-lebih-aman-untuk-kadar-gula-darah\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(MI\/AI) KADAR gula darah menunjukkan jumlah glukosa di dalam darah pada waktu tertentu. Glukosa sangat dibutuhkan sebagai bahan bakar otak, otot, dan organ tubuh lainnya. Namun, gula darah yang terus-menerus tinggi dapat meningkatkan risiko komplikasi, terutama bagi penderita diabetes. Lonjakan gula darah yang tajam sepanjang hari juga bisa memengaruhi energi, suasana hati, dan kesehatan metabolisme. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":120798,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-120797","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120797","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=120797"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120797\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/120798"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=120797"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=120797"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=120797"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}