{"id":120783,"date":"2026-10-18T13:30:57","date_gmt":"2026-10-18T06:30:57","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/18\/satelit-nasa-pantau-el-nino-historis-2026-potensi-terkuat-sejak-1950\/"},"modified":"2026-10-18T13:30:57","modified_gmt":"2026-10-18T06:30:57","slug":"satelit-nasa-pantau-el-nino-historis-2026-potensi-terkuat-sejak-1950","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/18\/satelit-nasa-pantau-el-nino-historis-2026-potensi-terkuat-sejak-1950\/","title":{"rendered":"Satelit NASA Pantau El Ni\u00f1o Historis 2026 Potensi Terkuat Sejak 1950"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/18\/1792291463_d7432bc393aa88abafe3.jpg\" alt=\"Satelit NASA Pantau El Ni\u00f1o Historis 2026: Potensi Terkuat Sejak 1950\"\/><figcaption>Peta di atas membandingkan suhu permukaan laut pada tahun 2025 (tahun La Ni\u00f1a yang lemah) dan 2026. Data diperoleh dari instrumen satelit, pelampung, dan sensor kapal.(Studio Visualisasi Ilmiah NASA)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>FENOMENA iklim langka dan berskala masif sedang berlangsung di Samudra Pasifik pada musim gugur 2026. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) terus memantau pergerakan fenomena El Ni\u00f1o yang berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah modern.<\/p>\n<p>Berdasarkan data Badan Atmosfer dan Kelautan Nasional AS (NOAA) per Oktober 2026, terdapat peluang sebesar 83% bahwa El Ni\u00f1o yang sedang berkembang saat ini akan menjadi yang terkuat sejak tahun 1950. Dampaknya kini mulai dirasakan secara global oleh para petani, pemadam kebakaran, hingga komunitas pesisir.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>El Ni\u00f1o merupakan pola iklim alami yang terjadi setiap dua hingga tujuh tahun, ditandai dengan pemanasan suhu permukaan air di Pasifik ekuatorial. Fenomena ini membalikkan arah angin pasat, mendistribusikan ulang panas lautan, mengubah pola curah hujan, serta menaikkan tinggi permukaan laut di berbagai wilayah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/942604\/wmo-peringatkan-el-nino-ekstrem-hingga-2027-rekor-suhu-pasifik-terpecahkan\" title=\"WMO Peringatkan El Nino Ekstrem Hingga 2027: Rekor Suhu Pasifik Terpecahkan\" target=\"_blank\">WMO Peringatkan El Nino Ekstrem Hingga 2027: Rekor Suhu Pasifik Terpecahkan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Awal Mula Gelombang Kelvin<\/h2>\n<p>Tanda-tanda awal El Ni\u00f1o 2026 terdeteksi oleh citra satelit sejak Januari 2026 melalui kemunculan Gelombang Kelvin di dekat Mikronesia, Pasifik barat. Gelombang Kelvin adalah pulsa air hangat lambat yang membentang ribuan mil, berfungsi mengalirkan panas dari barat ke timur Pasifik.<\/p>\n<p>Pemanasan air ini memicu perubahan tekanan udara yang melemahkan atau membalikkan angin pasat. Akibatnya, permukaan laut di Pasifik timur naik dan suhunya kian meningkat. Pada awal April 2026, air hangat tersebut telah mencapai Pasifik timur dan menaikkan tinggi permukaan laut lokal sebesar 30 hingga 40 sentimeter (1 hingga 1,3 kaki). Sebaliknya, permukaan laut di sekitar Indonesia dan Australia utara tercatat 15 hingga 20 sentimeter lebih rendah dari kondisi normal.<\/p>\n<p>\u201cGelombang Kelvin seperti detak jantung El Ni\u00f1o,\u201d kata Josh Willis, ilmuwan proyek misi permukaan laut di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA. \u201cDan satelit permukaan laut kami memungkinkan kami mengintip ke dalam lautan dan mengamati setiap detaknya.\u201d<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/931803\/suhu-bumi-makin-mendidih-agustus-tercatat-sebagai-bulan-terpanas-dalam-sejarah\" title=\"Suhu Bumi Makin Mendidih, Agustus Tercatat Sebagai Bulan Terpanas dalam Sejarah\" target=\"_blank\">Suhu Bumi Makin Mendidih, Agustus Tercatat Sebagai Bulan Terpanas dalam Sejarah<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pemantauan ketinggian samudra ini dilakukan menggunakan data radar altimetri dari satelit Sentinel-6. Saat ini, suhu permukaan air di Pasifik timur tercatat sekitar 1,7 derajat Celsius (3 derajat Fahrenheit) lebih hangat dari rata-rata jangka panjang.<\/p>\n<h2>Samudra Pasifik Tampak Lebih Biru<\/h2>\n<p>Pemanasan suhu laut akibat El Ni\u00f1o 2026 juga mengubah warna Samudra Pasifik ekuatorial menjadi terukur lebih biru dalam beberapa bulan terakhir. Perubahan ini dipantau langsung oleh satelit PACE (Plankton, Aerosol, Cloud, ocean Ecosystem) milik NASA yang diluncurkan pada 2024.<\/p>\n<p>\u201cBeberapa orang menganggap air laut hanya berwarna biru, tetapi sungguh luar biasa betapa banyaknya warna yang dimiliki lautan,\u201d ujar Matthew Kehrli, peneliti utama tim satelit PACE di Goddard Space Flight Center NASA.<\/p>\n<p>Perubahan warna ini terjadi karena penurunan populasi fitoplankton\u2014mikroorganisme fotosintetik yang menjadi dasar rantai makanan laut. Fitoplankton tumbuh subur di air dingin yang kaya nutrisi. Namun, akibat melemahnya angin pasat saat El Ni\u00f1o, proses pengangkatan air dingin kaya nutrisi dari dasar laut (upwelling) berkurang.<\/p>\n<p>Kurangnya pasokan makanan membuat jumlah fitoplankton menyusut, sehingga warna hijau khas fitoplankton di Pasifik ekuatorial memudar dan tergantikan oleh warna biru. Penurunan ini dapat memicu dampak berantai pada ekosistem laut dan memaksa biota laut berpindah lokasi.<\/p>\n<p>\u201cAnda memiliki ekspektasi tentang apa yang Anda pikir akan terjadi,\u201d kata Kehrli. \u201cNamun melihat hasilnya secara visual dengan produk data yang Anda kerjakan secara real-time sangatlah memuaskan.\u201d<\/p>\n<p>NASA memastikan akan terus memantau perkembangan dan dampak El Ni\u00f1o 2026 menggunakan armada satelit pengamat Bumi.<\/p>\n<p>\u201cEl Ni\u00f1o menyentuh hampir kita semua dalam beberapa cara setiap kali terjadi,\u201d pungkas Willis. \u201cMeskipun banyak orang telah melihat apa yang dapat ditimbulkannya, kami melihat ke lautan untuk memahami alasannya.\u201d\u00a0(NASA\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/945786\/satelit-nasa-pantau-el-nio-historis-2026-potensi-terkuat-sejak-1950\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peta di atas membandingkan suhu permukaan laut pada tahun 2025 (tahun La Ni\u00f1a yang lemah) dan 2026. Data diperoleh dari instrumen satelit, pelampung, dan sensor kapal.(Studio Visualisasi Ilmiah NASA) FENOMENA iklim langka dan berskala masif sedang berlangsung di Samudra Pasifik pada musim gugur 2026. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) terus memantau pergerakan fenomena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":120784,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-120783","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120783","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=120783"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120783\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/120784"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=120783"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=120783"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=120783"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}