{"id":120571,"date":"2026-10-18T01:51:57","date_gmt":"2026-10-17T18:51:57","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/18\/omc-dry-ice-di-sumsel-berhasil-kualitas-udara-membaik-jarak-pandang-meningkat\/"},"modified":"2026-10-18T01:51:57","modified_gmt":"2026-10-17T18:51:57","slug":"omc-dry-ice-di-sumsel-berhasil-kualitas-udara-membaik-jarak-pandang-meningkat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/18\/omc-dry-ice-di-sumsel-berhasil-kualitas-udara-membaik-jarak-pandang-meningkat\/","title":{"rendered":"OMC Dry Ice di Sumsel Berhasil, Kualitas Udara Membaik-Jarak Pandang Meningkat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/17\/1792253432_1bc4a5cb8cf49ccd9557.png\" alt=\"OMC Dry Ice di Sumsel Berhasil, Kualitas Udara Membaik-Jarak Pandang Meningkat\"\/><figcaption>Pelaksanaan OMC.(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KEMENTERIAN Kehutanan bersama BMKG dan TNI menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengurangi konsentrasi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan. Operasi yang berlangsung 16-25 Oktober 2026 ini menggunakan bahan semai <em>dry ice<\/em>.<\/p>\n<p>Semai <em>dry ice metode<\/em> untuk membantu mengurai asap yang terperangkap di lapisan bawah atmosfer. Operasi dilakukan berdasarkan kondisi atmosfer di lapangan dan dapat dikombinasikan dengan penyemaian garam (NaCl) apabila kondisi atmosfer mulai mendukung pertumbuhan awan hujan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Thomas Nifinluri OMC dilakukan menggunakan anggaran APBN Kementerian Kehutanan.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/945264\/polda-sumsel-segel-62062-hektare-lahan-korporasi-terkait-dugaan-karhutla\" title=\"Polda Sumsel Segel 620,62 Hektare Lahan Korporasi Terkait Dugaan Karhutla\" target=\"_blank\">Polda Sumsel Segel 620,62 Hektare Lahan Korporasi Terkait Dugaan Karhutla<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Hasil sementara berdasarkan data BMKG, OMC <em>dry ice<\/em> di Sumsel terjadi penurunan konsentrasi PM atau kualitas udara 2.5 dari 660 (kategori berbahaya) di pagi hari menjadi 208 (kategori sangat tidak sehat), sore hari setelah sorti ke-2 \u00a0dan visibility (jarak pandang) meningkat dari 300 meter di jam 9 pagi, menjadi 2.800 meter di sore hari.<\/p>\n<p>\u201cUntuk membantu mengatasi kondisi tersebut, dilaksanakan modifikasi cuaca untuk penanganan asap akibat karhutla. Pendekatan secara khusus menggunakan bahan semai <em>dry ice<\/em> ditujukan untuk menipiskan asap karhutla, dengan memengaruhi kondisi suhu atmosfer dan membantu mengganggu kestabilan lapisan inversi, sehingga pergerakan udara menjadi lebih baik dan konsentrasi asap di dekat permukaan berpotensi berkurang,\u201d ujar Thomas, Sabtu (17\/10).<\/p>\n<p>Pada hari pertama pelaksanaan, OMC dilakukan melalui satu sortie penerbangan dengan membawa sekitar 800 kilogram bahan semai <em>dry ice<\/em> di sekitar wilayah Palembang. Pada hari berikutnya, penerbangan direncanakan sebanyak dua sortie atau disesuaikan dengan kondisi cuaca dan atmosfer.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/935018\/menko-polkam-dan-menhut-rakor-dan-cek-karhutla-di-sumsel-\" title=\"Menko Polkam dan Menhut Rakor dan Cek Karhutla di Sumsel \" target=\"_blank\">Menko Polkam dan Menhut Rakor dan Cek Karhutla di Sumsel <\/a><\/strong><\/p>\n<p>Thomas menjelaskan operasi akan terus menyesuaikan perkembangan kondisi atmosfer. Jika lapisan inversi mulai menipis dan terdapat potensi pertumbuhan awan hujan, penyemaian <em>dry ice<\/em> dapat dikombinasikan dengan bahan semai garam untuk mendukung proses pembentukan hujan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho mengatakan penanganan karhutla terus dilakukan bersama TNI Polri, BNPB, BMKG, BPBD, Manggala Agni Kemenhut, Masyarakat Peduli Api dan Relawan.<\/p>\n<p>\u201cUpaya penanganan karhutla perlu dilakukan secara terpadu, tidak hanya melalui pemadaman di lokasi kebakaran, tetapi juga dengan langkah-langkah untuk mengurangi dampak asap terhadap masyarakat,\u201d kata Dwi.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cPelaksanaan OMC dengan pendekatan penipisan asap ini menjadi salah satu upaya pendukung yang diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas udara di wilayah terdampak,\u201d pungkasnya. (Ant\/P-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/945693\/omc-dry-ice-di-sumsel-berhasil-kualitas-udara-membaik-jarak-pandang-meningkat\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pelaksanaan OMC.(Antara) KEMENTERIAN Kehutanan bersama BMKG dan TNI menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengurangi konsentrasi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan. Operasi yang berlangsung 16-25 Oktober 2026 ini menggunakan bahan semai dry ice. Semai dry ice metode untuk membantu mengurai asap yang terperangkap di lapisan bawah atmosfer. Operasi dilakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":120572,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-120571","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120571","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=120571"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120571\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/120572"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=120571"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=120571"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=120571"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}