{"id":120497,"date":"2026-10-17T22:40:53","date_gmt":"2026-10-17T15:40:53","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/17\/penelitian-ungkap-wajah-bisa-memengaruhi-penilaian-status-sosial-ekonomi-seseorang\/"},"modified":"2026-10-17T22:40:53","modified_gmt":"2026-10-17T15:40:53","slug":"penelitian-ungkap-wajah-bisa-memengaruhi-penilaian-status-sosial-ekonomi-seseorang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/17\/penelitian-ungkap-wajah-bisa-memengaruhi-penilaian-status-sosial-ekonomi-seseorang\/","title":{"rendered":"Penelitian Ungkap Wajah Bisa Memengaruhi Penilaian Status Sosial-Ekonomi Seseorang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/17\/1792251171_13b0fa3cb80f2dc3c540.jpg\" alt=\"Penelitian Ungkap Wajah Bisa Memengaruhi Penilaian Status Sosial-Ekonomi Seseorang\"\/><figcaption>Ilustrasi(unsplash)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/raut-wajah\" title=\"Raut wajah\">Raut wajah<\/a> ternyata dapat memengaruhi cara seseorang menilai <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/status-sosial-ekonomi\" title=\"status sosial-ekonomi\">status sosial-ekonomi<\/a> orang lain. Sebuah penelitian psikologi menemukan bahwa orang dapat menebak apakah seseorang berasal dari kelompok berpendapatan tinggi atau rendah hanya dengan melihat foto wajah dalam posisi netral.<\/p>\n<p>Penelitian berjudul The Visibility of Social Class From Facial Cues dilakukan oleh R. Thora Bjornsdottir dan Nicholas O. Rule dari University of Toronto, Kanada, dan diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology pada 2017.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta mampu mengelompokkan wajah berdasarkan tingkat pendapatan dengan ketepatan lebih tinggi daripada tebakan acak. Namun, temuan ini tidak berarti status ekonomi seseorang dapat diketahui secara pasti hanya dari wajahnya.<\/p>\n<h3><strong>Wajah Netral Menyimpan Petunjuk<\/strong><\/h3>\n<p>Dalam penelitian tersebut, peneliti menggunakan foto wajah dengan ekspresi netral untuk menguji apakah peserta dapat memperkirakan status sosial-ekonomi orang yang ditampilkan.<\/p>\n<p>Peneliti menemukan bahwa wajah kelompok berpendapatan lebih tinggi cenderung dinilai memiliki ekspresi positif yang lebih kuat dibandingkan wajah kelompok berpendapatan lebih rendah, meskipun keduanya tidak sedang menunjukkan ekspresi tertentu secara jelas.<\/p>\n<p>Peserta kemudian menggunakan kesan tersebut ketika memperkirakan status ekonomi orang dalam foto. Peneliti menduga pengalaman emosional yang berulang dapat meninggalkan petunjuk pada ekspresi wajah netral seseorang. Meski demikian, penelitian ini tidak membuktikan bahwa kondisi ekonomi secara langsung mengubah otot wajah.<\/p>\n<h3><strong>Tebakan Tidak Selalu Akurat<\/strong><\/h3>\n<p>Kemampuan menebak status sosial-ekonomi dari wajah tetap memiliki keterbatasan. Berikut beberapa hal penting dari temuan penelitian tersebut.<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Akurasi terbatas: Tingkat ketepatan peserta dilaporkan sekitar 53 persen, sedikit lebih tinggi daripada tebakan acak.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Bukan penentu status ekonomi: Wajah tidak dapat digunakan untuk memastikan kondisi keuangan seseorang.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Berpotensi menimbulkan prasangka: Kesan yang muncul dari wajah dapat memengaruhi penilaian terhadap seseorang, meskipun belum tentu sesuai dengan kondisi sebenarnya.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Dengan demikian, hasil penelitian tersebut lebih menunjukkan adanya kecenderungan manusia dalam menilai orang lain daripada kemampuan untuk membaca status ekonomi secara akurat.<\/p>\n<h3><strong>Persepsi Wajah Bisa Memicu Bias Sosial<\/strong><\/h3>\n<p>Penelitian tersebut juga menemukan bahwa kesan mengenai status sosial-ekonomi dapat memengaruhi penilaian terhadap kelayakan seseorang untuk bekerja.<\/p>\n<p>Orang yang wajahnya dipersepsikan berasal dari kelompok berpendapatan tinggi cenderung memperoleh penilaian kelayakan kerja yang lebih baik dibandingkan mereka yang dipersepsikan berasal dari kelompok berpendapatan rendah.<\/p>\n<p>Temuan ini menunjukkan bahwa kesan pertama dapat memengaruhi cara seseorang diperlakukan, bahkan ketika penilaian tersebut tidak didasarkan pada informasi mengenai kemampuan atau pengalaman yang sebenarnya.<\/p>\n<p>Karena itu, penilaian terhadap seseorang sebaiknya tidak hanya mengandalkan penampilan. Dalam proses perekrutan maupun interaksi sehari-hari, kemampuan, pengalaman, dan informasi yang relevan tetap lebih penting daripada kesan yang muncul dari wajah seseorang.<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>Journal of Personality and Social, University of Toronto<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/945677\/penelitian-ungkap-wajah-bisa-memengaruhi-penilaian-status-sosial-ekonomi-seseorang\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(unsplash) Raut wajah ternyata dapat memengaruhi cara seseorang menilai status sosial-ekonomi orang lain. Sebuah penelitian psikologi menemukan bahwa orang dapat menebak apakah seseorang berasal dari kelompok berpendapatan tinggi atau rendah hanya dengan melihat foto wajah dalam posisi netral. Penelitian berjudul The Visibility of Social Class From Facial Cues dilakukan oleh R. Thora Bjornsdottir dan Nicholas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":120498,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-120497","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120497","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=120497"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120497\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/120498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=120497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=120497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=120497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}