{"id":120455,"date":"2026-10-17T20:54:01","date_gmt":"2026-10-17T13:54:01","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/17\/kaya-jejak-purba-dan-seni-prasejarah-fadli-zon-sebut-indonesia-adalah-negara-peradaban\/"},"modified":"2026-10-17T20:54:01","modified_gmt":"2026-10-17T13:54:01","slug":"kaya-jejak-purba-dan-seni-prasejarah-fadli-zon-sebut-indonesia-adalah-negara-peradaban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/17\/kaya-jejak-purba-dan-seni-prasejarah-fadli-zon-sebut-indonesia-adalah-negara-peradaban\/","title":{"rendered":"Kaya Jejak Purba dan Seni Prasejarah, Fadli Zon sebut Indonesia adalah Negara Peradaban"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/17\/1792244570_5dd0ee9626c2aacd74f9.jpg\" alt=\"Kaya Jejak Purba dan Seni Prasejarah, Fadli Zon sebut Indonesia adalah Negara Peradaban\"\/><figcaption>Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan Kuliah Umum Media Indonesia bertajuk Indonesia Sebagai Megadiversity Kebudayaan di Jakarta, Sabtu (17\/10\/2026).(MI\/Usman Iskandar)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/menteri-kebudayaan\" title=\"Menteri Kebudayaan\">MENTERI Kebudayaan<\/a> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/fadli-zon\" title=\"Fadli Zon\">Fadli Zon<\/a> mengatakan bahwa Indonesia memiliki sejarah peradaban yang sangat panjang, bahkan dapat ditarik hingga 2 juta tahun lalu.<\/p>\n<p>Ia mengungkapkan bahwa sekitar 60% temuan fosil manusia purba seperti <em>Pithecanthropus erectus<\/em> dan <em>Homo erectus<\/em> di seluruh dunia berada di Indonesia. Hal ini termasuk penemuan pertama oleh Eug\u00e8ne Dubois pada tahun 1891 di Trinil, Jawa Timur.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang tua sekali. Kalau dari sisi arkeologi dan paleoantropologi, itu bisa ditarik sampai jutaan tahun,&#8221; kata Fadli dalam <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kuliah-umum-indonesia-sebagai-mega-diversity-kebudayaan\" title=\"Kuliah Umum Indonesia sebagai Mega Diversity Kebudayaan\">Kuliah Umum Indonesia sebagai Mega Diversity Kebudayaan<\/a> yang digelar <em>Media Indonesia<\/em>\u00a0di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (17\/10).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/945650\/mega-diversity-sebagai-mesin-pertumbuhan-ekonomi-bangsa\" title=\"Mega Diversity sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Bangsa\" target=\"_blank\">Mega Diversity sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Bangsa<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Fadli melanjutkan, sejak memasuki era Homo sapiens hingga sekarang, nenek moyang bangsa ini sudah mampu menghasilkan karya dan ekspresi yang menakjubkan.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan lukisan naratif tertua di dunia yang berada di Leang Karampuang, Sulawesi Selatan, yang berusia sekitar 51.200 tahun. Selain itu, piktograf yang ditemukan di Lidah Ajer, Sumatra Barat, diperkirakan berumur 60.000 hingga 73.000 tahun. Ada pula peninggalan purba di Gua Harimau, Sumatra Selatan, yang berusia sekitar 22.000 tahun.<\/p>\n<p>&#8220;Di Leang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, umurnya mencapai 67.800 tahun, dan ini diukur menggunakan metode yang presisi,&#8221; ujar Fadli.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/943245\/fadli-zon-dorong-pencak-silat-jadi-cabang-olahraga-olimpiade-di-festival-belanda\" title=\"Fadli Zon Dorong Pencak Silat Jadi Cabang Olahraga Olimpiade di Festival Belanda\" target=\"_blank\">Fadli Zon Dorong Pencak Silat Jadi Cabang Olahraga Olimpiade di Festival Belanda<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Tak hanya itu, di Sangkulirang, Kalimantan Timur, masyarakatnya sudah mencurahkan ekspresi melalui <em>rock art<\/em> sejak sekitar 2.500 tahun lalu.<\/p>\n<p>&#8220;Data ini saya gunakan sebagai bagian untuk melakukan klaim bahwa kita sebenarnya termasuk salah satu yang tertua di dunia,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Fadli menilai, berbagai peninggalan sejarah purba tersebut menjadi narasi besar betapa kaya dan beragamnya sejarah Indonesia. Menurutnya, peradaban yang berakulturasi ini menjadikan Indonesia lebih tepat dipandang sebagai negara peradaban.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan peradaban yang saling bercampur, Indonesia seharusnya bukan sekadar <em>nation state <\/em>(negara-bangsa), melainkan <em>civilizational state <\/em>(negara peradaban),&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, lanjut Fadli, masa ketika Indonesia dijajah oleh Belanda hingga Jepang sejatinya hanyalah sebuah interupsi singkat dalam perjalanan panjang peradaban Nusantara.<\/p>\n<p>&#8220;Ini yang menurut saya harus kita lihat dalam satu gambaran besar, bahwa Indonesia ini adalah sebuah <em>civilizational state<\/em>,&#8221; pungkasnya. (E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/945652\/kaya-jejak-purba-dan-seni-prasejarah-fadli-zon-sebut-indonesia-adalah-negara-peradaban\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan Kuliah Umum Media Indonesia bertajuk Indonesia Sebagai Megadiversity Kebudayaan di Jakarta, Sabtu (17\/10\/2026).(MI\/Usman Iskandar) MENTERI Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa Indonesia memiliki sejarah peradaban yang sangat panjang, bahkan dapat ditarik hingga 2 juta tahun lalu. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 60% temuan fosil manusia purba seperti Pithecanthropus erectus dan Homo [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":120456,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-120455","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120455","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=120455"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120455\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/120456"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=120455"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=120455"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=120455"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}