{"id":120218,"date":"2026-10-17T10:45:39","date_gmt":"2026-10-17T03:45:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/17\/kemenhut-lepasliarkan-ribuan-burung-hasil-sitaan-perdagangan-ilegal-di-jawa-timur\/"},"modified":"2026-10-17T10:45:39","modified_gmt":"2026-10-17T03:45:39","slug":"kemenhut-lepasliarkan-ribuan-burung-hasil-sitaan-perdagangan-ilegal-di-jawa-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/17\/kemenhut-lepasliarkan-ribuan-burung-hasil-sitaan-perdagangan-ilegal-di-jawa-timur\/","title":{"rendered":"Kemenhut Lepasliarkan Ribuan Burung Hasil Sitaan Perdagangan Ilegal di Jawa Timur"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/17\/1792208423_4b9f74dc18b322f5faf9.jpg\" alt=\"Kemenhut Lepasliarkan Ribuan Burung Hasil Sitaan Perdagangan Ilegal di Jawa Timur\"\/><figcaption>Pelepasliaran burung oleh Kemenhut di Jawa Timur(MI\/Rudi Kurniawansyah)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kementerian-kehutanan\" title=\"kementerian kehutanan\">KEMENTERIAN Kehutanan<\/a> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemenhut\" title=\"kemenhut\">Kemenhut<\/a>) terus memperkuat komitmen penegakan hukum terhadap kejahatan satwa liar dengan melakukan pelepasliaran ribuan burung hasil sitaan secara bertahap. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari penggagalan perdagangan ilegal 3.578 ekor burung antarpulau yang berhasil diamankan di Bangkalan, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jawa-timur\" title=\"jawa timur\">Jawa Timur<\/a>, pada September lalu.<\/p>\n<p>Sebagai tahap awal, Balai Gakkum LHK Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabalnusra) bersama Balai Besar KSDA Jawa Timur dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur telah melepasliarkan 136 ekor burung di Taman Wisata Alam (TWA) Tretes, Prigen, Kabupaten Pasuruan. Satwa-satwa tersebut dinyatakan telah memenuhi syarat kesehatan dan kesiapan perilaku untuk kembali ke habitat alaminya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3>Kronologi Pengungkapan Kasus<\/h3>\n<p>Kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat mengenai adanya dugaan peredaran satwa liar dari Kalimantan menuju Madura dan beberapa wilayah di Jawa Timur. Petugas kemudian melakukan penghadangan terhadap dua unit kendaraan di Jalan Raya Suramadu pada dini hari.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/940491\/kemenhut-gagalkan-peredaran-kayu-ilegal-di-sanggau-satu-tersangka-ditahan\" title=\"Kemenhut Gagalkan Peredaran Kayu Ilegal di Sanggau, Satu Tersangka Ditahan\" target=\"_blank\">Kemenhut Gagalkan Peredaran Kayu Ilegal di Sanggau, Satu Tersangka Ditahan<\/a><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Detail Informasi<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Keterangan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Waktu Kejadian<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">22 September 2026, Pukul 04.45 WIB<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Lokasi Penangkapan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Jalan Raya Suramadu, Kec. Burneh, Kab. Bangkalan<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Kendaraan Pengangkut<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Toyota Hiace dan Daihatsu Luxio<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Total Barang Bukti<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">3.578 ekor burung (termasuk jenis dilindungi)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Tersangka<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">FM dan RY<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Modus Operandi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Dikirim via kapal melalui pelabuhan kecil di Sungai Saronggi, Sumenep<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Prioritas Penyelamatan Satwa<\/h3>\n<p>Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa dalam kasus kejahatan satwa liar, keselamatan barang bukti hidup adalah prioritas utama.<\/p>\n<p>&#8220;Satwa-satwa ini adalah korban yang dirampas dari alam. Keberhasilan penegakan hukum bukan hanya ketika pelaku dihukum, tetapi juga ketika satwa yang diselamatkan dapat kembali ke habitatnya,&#8221; ujar Januanto, Sabtu (17\/10).<\/p>\n<p>Senada dengan hal tersebut, Kepala Balai Gakkumhut Jabalnusra, Aswin Bangun, menjelaskan bahwa status burung sebagai barang bukti tidak menghalangi upaya pelepasliaran. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kejaksaan agar proses hukum tetap berjalan tanpa mengabaikan kesejahteraan satwa.<\/p>\n<h3>Proses Rehabilitasi dan Translokasi<\/h3>\n<p>Kepala BBKSDA Jawa Timur, Nur Patria Kurniawan, menyebutkan bahwa setiap burung wajib menjalani pemeriksaan kesehatan dan rehabilitasi untuk memulihkan perilaku alaminya. Bagi burung yang habitat aslinya berada di luar Jawa, Kemenhut tengah menyiapkan proses translokasi.<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #e0e0e0; padding: 15px; background-color: #fafafa; border-left: 5px solid #2e7d32;\"><strong>Rencana Penanganan Lanjutan:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Pelepasliaran Lokal:<\/strong> Dilakukan di kawasan hutan Jawa Timur untuk jenis yang sesuai habitatnya.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Translokasi:<\/strong> Pengiriman kembali satwa ke wilayah sebaran alami di Kalimantan dan Sulawesi.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Rehabilitasi:<\/strong> Perawatan intensif bagi burung yang belum memenuhi syarat kesehatan atau masih memiliki ketergantungan pada manusia.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>Hingga saat ini, penyidik masih terus mengembangkan perkara untuk membongkar jaringan perdagangan ilegal ini hingga ke pihak yang menikmati keuntungan finansial terbesar. Penegakan hukum dan penyelamatan satwa dipastikan akan terus berjalan beriringan demi menjaga keanekaragaman hayati Indonesia. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/945499\/kemenhut-lepasliarkan-ribuan-burung-hasil-sitaan-perdagangan-ilegal-di-jawa-timur\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pelepasliaran burung oleh Kemenhut di Jawa Timur(MI\/Rudi Kurniawansyah) KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat komitmen penegakan hukum terhadap kejahatan satwa liar dengan melakukan pelepasliaran ribuan burung hasil sitaan secara bertahap. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari penggagalan perdagangan ilegal 3.578 ekor burung antarpulau yang berhasil diamankan di Bangkalan, Jawa Timur, pada September lalu. Sebagai tahap awal, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":120219,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-120218","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120218","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=120218"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120218\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/120219"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=120218"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=120218"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=120218"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}