{"id":120136,"date":"2026-10-17T06:33:42","date_gmt":"2026-10-16T23:33:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/17\/trump-pertimbangkan-gunakan-bom-non-nuklir-terbesar-untuk-serang-iran\/"},"modified":"2026-10-17T06:33:42","modified_gmt":"2026-10-16T23:33:42","slug":"trump-pertimbangkan-gunakan-bom-non-nuklir-terbesar-untuk-serang-iran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/17\/trump-pertimbangkan-gunakan-bom-non-nuklir-terbesar-untuk-serang-iran\/","title":{"rendered":"Trump Pertimbangkan Gunakan Bom Non-Nuklir Terbesar untuk Serang Iran"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/17\/1792193096_7a87f9b131966aa9939e.jpg\" alt=\"Trump Pertimbangkan Gunakan Bom Non-Nuklir Terbesar untuk Serang Iran\"\/><figcaption>MOAB.(CNN)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MILITER Amerika Serikat dilaporkan menyusun rencana serangan baru yang mencakup potensi penggunaan bom non-nuklir terbesar dalam gudang senjata mereka, GBU-43\/B <i>Massive Ordnance Air Blast<\/i> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/moab\" title=\"MOAB\">MOAB<\/a>), atau yang dikenal sebagai Mother of All Bombs. Rencana ini menargetkan infrastruktur energi dan situs nuklir <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/iran\" title=\"Iran\">Iran<\/a> jika Presiden <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/donald-trump\" title=\"Donald Trump\">Donald Trump<\/a> memberikan perintah untuk melanjutkan operasi tempur.<\/p>\n<p>Menurut laporan sejumlah pejabat AS yang mengetahui masalah tersebut, opsi ini muncul di tengah tekanan politik yang dihadapi Trump menjelang pemilihan paruh waktu (<i>midterm elections<\/i>). Trump berupaya mengakhiri perang yang tidak populer ini, tetapi\u00a0tetap ingin menunjukkan kekuatan militer yang signifikan sebelum melakukan penarikan pasukan (<i>retrograde<\/i>) dari wilayah tanggung jawab Centcom.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Senjata Psikologis, bukan Penembus Bunker<\/h2>\n<p>Meskipun MOAB memiliki daya ledak luar biasa yang setara dengan sembilan blok kota, para ahli dan pejabat militer meragukan efektivitasnya terhadap fasilitas nuklir Iran yang terletak jauh di bawah tanah. Situs seperti Gunung Pickaxe diyakini dibentengi oleh lapisan granit tebal yang sulit ditembus oleh bom jenis <i>air blast<\/i> seperti MOAB.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/930417\/intelijen-as-iran-berencana-eskalasi-perang-jelang-pemilu-paruh-waktu\" title=\"Intelijen AS: Iran Berencana Eskalasi Perang Jelang Pemilu Paruh Waktu\" target=\"_blank\">Intelijen AS: Iran Berencana Eskalasi Perang Jelang Pemilu Paruh Waktu<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;MOAB adalah senjata operasi informasi masif yang bagus untuk pembersihan area luas, tetapi tidak dirancang sebagai hulu ledak penetrasi dalam,&#8221;\u00a0ujar seorang sumber yang akrab dengan diskusi perencanaan militer. Jika digunakan, bom ini kemungkinan besar hanya akan memberikan dampak destruktif di permukaan, tetapi\u00a0berfungsi sebagai senjata psikologis untuk menekan rezim Iran agar menyerah.<\/p>\n<p><strong>Kutipan Donald Trump:<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\n&#8220;Ini sama sekali bukan nuklir.\u00a0Ini hanya bom yang sangat besar. Ini seperti bom nuklir kecil. Mother of All Bombs\u00a0adalah satu bom besar tetapi tapi itu bukan nuklir. Saya tidak akan menggunakan nuklir.\u00a0Kita tidak perlu melakukannya.&#8221; <em>(Wawancara Newsmax, Kamis)<\/em><\/p>\n<h2>Dilema Politik dan Risiko Sipil<\/h2>\n<p>Penggunaan MOAB akan menandai eskalasi besar dalam konflik dengan Iran. Selain efektivitas militer yang dipertanyakan, radius ledakan yang masif menimbulkan kekhawatiran serius mengenai korban sipil, terutama jika target infrastruktur berada di dekat area berpenduduk.<\/p>\n<p>Beberapa pejabat di dalam pemerintahan secara pribadi mempertanyakan apakah Gedung Putih memiliki strategi komprehensif untuk mengakhiri perang\u00a0atau sekadar mencari kemenangan simbolis\u00a0melalui sesuatu yang disebut sebagai pertunjukan kembang api\u00a0militer. Trump sendiri menyatakan keengganannya untuk mengerahkan pasukan darat secara besar-besaran, yang menurut Pentagon merupakan satu-satunya cara untuk mengalahkan Iran secara meyakinkan.<\/p>\n<h2>Sejarah Penggunaan MOAB<\/h2>\n<p>MOAB dikembangkan selama Perang Irak untuk tujuan operasi psikologis. Donald Trump adalah presiden AS pertama yang memerintahkan penggunaan bom seberat 21.600 pon ini dalam pertempuran pada 2017, ketika militer AS menargetkan jaringan terowongan ISIS di Afghanistan.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, pihak Gedung Putih menolak berkomentar mengenai rencana militer sensitif tersebut, tetapi menegaskan bahwa Presiden Trump tetap menjaga semua opsi tetap terbuka untuk memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir. Sementara itu, Pentagon menyatakan bahwa mereka selalu merencanakan berbagai skenario operasional untuk menjalankan arahan presiden. (CNN\/I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/945452\/trump-pertimbangkan-gunakan-bom-non-nuklir-terbesar-untuk-serang-iran\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MOAB.(CNN) MILITER Amerika Serikat dilaporkan menyusun rencana serangan baru yang mencakup potensi penggunaan bom non-nuklir terbesar dalam gudang senjata mereka, GBU-43\/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB), atau yang dikenal sebagai Mother of All Bombs. Rencana ini menargetkan infrastruktur energi dan situs nuklir Iran jika Presiden Donald Trump memberikan perintah untuk melanjutkan operasi tempur. Menurut laporan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":120137,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-120136","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120136","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=120136"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120136\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/120137"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=120136"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=120136"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=120136"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}