{"id":119974,"date":"2026-10-16T22:28:37","date_gmt":"2026-10-16T15:28:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/16\/studi-ungkap-11-742-kelompok-virus-di-laut-dalam-pasifik-mayoritas-belum-tercatat\/"},"modified":"2026-10-16T22:28:37","modified_gmt":"2026-10-16T15:28:37","slug":"studi-ungkap-11-742-kelompok-virus-di-laut-dalam-pasifik-mayoritas-belum-tercatat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/16\/studi-ungkap-11-742-kelompok-virus-di-laut-dalam-pasifik-mayoritas-belum-tercatat\/","title":{"rendered":"Studi Ungkap 11.742 Kelompok Virus di Laut Dalam Pasifik, Mayoritas Belum Tercatat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/16\/1792163925_8d76784a5e3ced45286b.jpg\" alt=\"Studi Ungkap 11.742 Kelompok Virus di Laut Dalam Pasifik, Mayoritas Belum Tercatat\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnifik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u200bTIM peneliti berhasil mengidentifikasi 11.742 kelompok <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/virus\" title=\"virus\">virus<\/a> dari sedimen dasar <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/samudra-pasifik\" title=\"Samudra Pasifik\">Samudra Pasifik<\/a>, dengan 99,3% di antaranya tidak cocok dengan sekuens virus yang tercatat dalam basis data referensi. Temuan ini mengungkapkan besarnya keanekaragaman virus di wilayah laut dalam yang masih minim dipelajari.<\/p>\n<p>\u200bPenelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications pada 29 September 2026 itu dilakukan oleh Bowen Hou, Lilan Zhang, dan Dong Sun. Mereka menyusun katalog virus dari Clarion-Clipperton Zone (CCZ), kawasan dasar laut Pasifik yang dikenal memiliki cadangan mineral nodul polimetalik.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3><strong>\u200bMetode Pengumpulan Sampel<\/strong><\/h3>\n<p>\u200bDalam penelitian tersebut, para peneliti menganalisis 60 sampel sedimen dari kawasan CCZ. Sebanyak 53 sampel baru dikumpulkan secara langsung dari 14 titik lokasi pengambilan sampel, sementara tujuh sampel lainnya berasal dari data penelitian terdahulu di kawasan yang sama.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/941984\/grounding-tanpa-alas-kaki-belum-terbukti-cegah-virus-ini-penjelasan-pakar\" title=\"Grounding Tanpa Alas Kaki belum Terbukti Cegah Virus, Ini Penjelasan Pakar\" target=\"_blank\">Grounding Tanpa Alas Kaki belum Terbukti Cegah Virus, Ini Penjelasan Pakar<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u200bHasil analisis genetik menunjukkan 11.742 kelompok virus (viral operational taxonomic units atau vOTUs). Sebanyak 11.662 kelompok di antaranya tidak masuk dalam sekuens referensi pembanding. Temuan ini menunjukkan bahwa basis data global saat ini belum mewakili sebagian besar keragaman virus di laut dalam, meskipun tidak berarti seluruh kelompok yang teridentifikasi telah dikonfirmasi sebagai spesies baru.<\/p>\n<h3><strong>\u200bPeran Virus dalam Ekosistem Laut Dalam<\/strong><\/h3>\n<p>\u200bBerdasarkan analisis genetik, para peneliti memperkirakan virus-virus tersebut berperan penting dalam memengaruhi kelangsungan hidup mikroorganisme serta proses daur ulang unsur seperti karbon, nitrogen, fosfor, dan sulfur.<\/p>\n<p>Sebagian virus juga membawa gen yang berpotensi membantu mikroorganisme bertahan dari tekanan logam di lingkungan kaya mineral.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/940391\/allegiance-rilis-single-virus-eksplorasi-metalcore-gelap-dan-eksistensial\" title=\"Allegiance Rilis Single Virus: Eksplorasi Metalcore Gelap dan Eksistensial\" target=\"_blank\">Allegiance Rilis Single Virus: Eksplorasi Metalcore Gelap dan Eksistensial<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u200bMeski demikian, para peneliti mengimbau agar masyarakat tidak panik. Virus dalam penelitian ini merupakan bagian dari komunitas mikroorganisme lingkungan alami, sehingga temuan ini tidak dapat diartikan sebagai penemuan ribuan virus baru yang menginfeksi manusia.<\/p>\n<h3><strong>\u200bAcuan Penting Rencana Pertambangan Dasar Laut<\/strong><\/h3>\n<p>\u200bKKawasa Clarion &#8211; Clipperton Zone saat ini menjadi perhatian dunia karena menjadi salah satu wilayah eksplorasi untuk rencana pertambangan dasar laut. Kegiatan pertambangan dikhawatirkan dapat mengaduk sedimen dan mengubah kondisi habitat alami di wilayah tersebut.<\/p>\n<p>\u200bMenurut para peneliti, pemahaman mengenai keanekaragaman virus di kawasan tersebut sangat penting untuk memperluas pengetahuan tentang ekosistem laut dalam. Katalog virus ini nantinya dapat menjadi data acuan dasar (baseline data) untuk mengukur potensi perubahan komunitas mikroorganisme sebelum dan sesudah aktivitas pertambangan dilakukan.<\/p>\n<p><strong>\u200bSumber<\/strong>: \u200b<em>Nature Communications<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/945401\/studi-ungkap-11742-kelompok-virus-di-laut-dalam-pasifik-mayoritas-belum-tercatat\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnifik) \u200bTIM peneliti berhasil mengidentifikasi 11.742 kelompok virus dari sedimen dasar Samudra Pasifik, dengan 99,3% di antaranya tidak cocok dengan sekuens virus yang tercatat dalam basis data referensi. Temuan ini mengungkapkan besarnya keanekaragaman virus di wilayah laut dalam yang masih minim dipelajari. \u200bPenelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications pada 29 September 2026 itu dilakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":119975,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-119974","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119974","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=119974"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119974\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/119975"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=119974"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=119974"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=119974"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}