{"id":119970,"date":"2026-10-16T22:17:36","date_gmt":"2026-10-16T15:17:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/16\/kawah-meteorit-raksasa-berdiameter-25-km-ditemukan-berkat-google-maps\/"},"modified":"2026-10-16T22:17:36","modified_gmt":"2026-10-16T15:17:36","slug":"kawah-meteorit-raksasa-berdiameter-25-km-ditemukan-berkat-google-maps","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/16\/kawah-meteorit-raksasa-berdiameter-25-km-ditemukan-berkat-google-maps\/","title":{"rendered":"Kawah Meteorit Raksasa Berdiameter 25 Km Ditemukan Berkat Google Maps"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/16\/1792163725_875a402696525d23b191.jpg\" alt=\"Kawah Meteorit Raksasa Berdiameter 25 Km Ditemukan Berkat Google Maps\"\/><figcaption>Ilustrasi(Doc Live Science)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KEJELIAN masyarakat awam dalam memanfaatkan teknologi peta digital ternyata dapat memberikan kontribusi besar bagi dunia ilmu pengetahuan global. Berawal dari keisengan melihat citra satelit di ponsel untuk merencanakan perjalanan berkemah, sebuah penemuan struktur geologi raksasa prasejarah kini resmi masuk dalam catatan sains dunia.\u00a0<\/p>\n<p>Penemuan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kawah-meteorit-raksasa\" title=\"kawah meteorit raksasa\">kawah meteorit raksasa<\/a> di daerah terpencil wilayah C\u00f4te-Nord, Quebec, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kanada\" title=\"Kanada\">Kanada<\/a> tersebut kini secara resmi diberi nama Uhackatik. Berdiameter sekitar 25 kilometer dan terbentuk akibat tumbukan meteorit sekitar 390 juta tahun yang lalu pada periode Devonian, penemuan ini berlanjut dari pengamatan layar digital hingga panggung kongres ilmiah internasional di Jerman.\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Berikut adalah fakta-fakta menarik di balik penemuan kawah Uhackatik berdasarkan laporan ilmiah geologi:\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/941474\/pria-as-ditangkap-atas-dugaan-membantu-perencanaan-penembakan-sekolah-mematikan-di-kanada\" title=\"Pria AS Ditangkap Atas Dugaan Membantu Perencanaan Penembakan Sekolah Mematikan di Kanada\" target=\"_blank\">Pria AS Ditangkap Atas Dugaan Membantu Perencanaan Penembakan Sekolah Mematikan di Kanada<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>1. Dari Pengamatan Amatir Berujung Bukti Ilmiah Valid\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p>perjalanan penemuan ini bermula pada tahun 2024 ketika seorang pengamat amatir bernama Jo\u00ebl Lapointe memperhatikan sebuah pola cekungan melingkar yang tidak biasa saat menjelajahi Google Maps. Cekungan yang sepintas tampak seperti danau alami atau fitur topografi biasa tersebut menarik perhatian para peneliti geologi planet. \u00a0<\/p>\n<p>Tim ahli geologi kemudian melakukan ekspedisi ke lokasi yang terjal dan tertutup hutan belantara tersebut untuk mengambil sampel batuan. Hasil analisis laboratorium mengonfirmasi asal-usul tumbukan melalui dua bukti kunci:\u00a0<\/p>\n<p>Batuan Lelehan Tumbukan: Ditemukan sekitar 50 meter batuan lelehan yang terbentuk saat energi ekstrem akibat benturan asteroid berkecepatan sangat tinggi melelehkan sebagian kerak bumi.\u00a0<br \/>&#13;<br \/>\nKerucut Pecah: ditemukannya struktur batuan retak khas terawat baik yang hanya bisa dihasilkan oleh gelombang kejut akibat benturan meteorit berenergi tinggi. \u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/938855\/as-larang-impor-produk-kanada-senilai-rp18-triliun-ini-daftar-barangnya\" title=\"AS Larang Impor Produk Kanada Senilai Rp18 Triliun, Ini Daftar Barangnya\" target=\"_blank\">AS Larang Impor Produk Kanada Senilai Rp18 Triliun, Ini Daftar Barangnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>2. Penghormatan Nama Adat &#8216;Uhackatik&#8217; Bersama Dewan Innu Ekuanitshit\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p>Penemuan ini tidak hanya menjadi milik dunia sains modern, tetapi juga menghormati sejarah dan budaya lokal setempat. Nama Uhackatik dipilih setelah melalui proses konsultasi dan kesepakatan resmi bersama Dewan Innu Ekuanitshit, suku asli yang wilayah tradisionalnya mencakup lokasi kawah tersebut.\u00a0<\/p>\n<p>Langkah kolaboratif ini memperkaya daftar kawah tumbukan yang diakui di Kanada sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap wilayah adat masyarakat lokal di Quebec.\u00a0<\/p>\n<h3><strong>3. Alasan Baru Terlihat Sekarang\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p>Banyak pihak mempertanyakan mengapa kawah seluas 25 kilometer baru teridentifikasi di era modern. Para ahli geologi menjelaskan bahwa tidak seperti Bulan atau Mars yang mempertahankan bentuk kawahnya secara utuh, Bumi secara terus-menerus mendaur ulang dan menghapus catatan geologisnya.\u00a0<\/p>\n<p>Proses erosi, glasiasi (pergerakan es), sedimentasi, serta tutupan vegetasi hutan tebal di wilayah Quebec selama ratusan juta tahun menyembunyikan struktur melingkar tersebut dari pandangan mata di darat. Citra satelit dan data elevasi digital Google Maps menjadi kunci awal yang memandu para peneliti menemukan target tersembunyi ini dari udara.\u00a0<\/p>\n<h3><strong>4. Dibawa ke Kongres Sains Internasional di Jerman\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p>Nilai penting penemuan Uhackatik menjadikannya sebagai salah satu topik utama yang dipresentasikan pada program teknis kongres tahunan Meteoritical Society di Jerman. Pertemuan internasional utama ini dihadiri oleh para ahli ilmu planet dan peneliti dampak meteorit dari seluruh dunia.\u00a0<\/p>\n<p>Jika dikonfirmasi penuh melalui publikasi ilmiah tertulis (peer-reviewed), penemuan Uhackatik akan menambah data sejarah penting mengenai dampak benturan meteorit purba di Bumi serta evolusi geologis planet berbatu di Tata Surya.\u00a0<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>International Space Station (ISS83) FACEBOOK, GeoEngineer<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/945398\/kawah-meteorit-raksasa-berdiameter-25-km-ditemukan-berkat-google-maps\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Doc Live Science) KEJELIAN masyarakat awam dalam memanfaatkan teknologi peta digital ternyata dapat memberikan kontribusi besar bagi dunia ilmu pengetahuan global. Berawal dari keisengan melihat citra satelit di ponsel untuk merencanakan perjalanan berkemah, sebuah penemuan struktur geologi raksasa prasejarah kini resmi masuk dalam catatan sains dunia.\u00a0 Penemuan kawah meteorit raksasa di daerah terpencil wilayah C\u00f4te-Nord, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":119971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-119970","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119970","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=119970"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119970\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/119971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=119970"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=119970"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=119970"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}