{"id":119966,"date":"2026-10-16T22:07:41","date_gmt":"2026-10-16T15:07:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/16\/pimpinan-sinode-gkps-karhutla-krisis-moral-ekologis-dan-kemanusiaan\/"},"modified":"2026-10-16T22:07:41","modified_gmt":"2026-10-16T15:07:41","slug":"pimpinan-sinode-gkps-karhutla-krisis-moral-ekologis-dan-kemanusiaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/16\/pimpinan-sinode-gkps-karhutla-krisis-moral-ekologis-dan-kemanusiaan\/","title":{"rendered":"Pimpinan Sinode GKPS Karhutla Krisis Moral, Ekologis, dan Kemanusiaan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/16\/1792160797_b3bd95ad157527f88d1a.jpg\" alt=\"Pimpinan Sinode GKPS: Karhutla Krisis Moral, Ekologis, dan Kemanusiaan\"\/><figcaption>Ilustrasi(MI\/APUL ISKANDAR)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PIMPINAN Sinode Gereja Kristen Protestan Simalungun (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gkps\" title=\"GKPS\">GKPS<\/a>) memberikan pernyataan keras terkait bencana kebakaran hutan dan lahan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/karhutla\" title=\"karhutla\">Karhutla<\/a>) yang melanda wilayah Kalimantan, Papua, dan Sumatera. GKPS menilai bencana yang terus berulang ini bukan sekadar fenomena cuaca musiman atau dampak El-Nino, melainkan sebuah krisis moral, ekologis, dan kemanusiaan yang mendalam.<\/p>\n<p>Ephorus GKPS, Pdt. Jhon Christian Saragih, bersama Sekretaris Jenderal GKPS, Pdt. Dr. Janhotner Saragih, menyatakan bahwa krisis ini berakar pada ketidakberimbangan relasi antara manusia dengan alam. Kebakaran yang menghanguskan puluhan ribu hektar hutan dan gambut telah merenggut hak dasar warga atas udara bersih, mengganggu pendidikan anak-anak, serta mengancam keselamatan kelompok rentan seperti lansia dan balita.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Dalam peristiwa ini, gereja dipanggil untuk melakukan retrospeksi profetik atas sejauh mana manusia telah gagal menjadi penatalayan (steward) bumi yang penuh tanggung jawab,&#8221; ujar Pdt. Jhon Christian Saragih dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16\/10).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/943475\/walhi-meluasnya-karhutla-bukti-krisis-ekologis-belum-ditangani-ke-akar-masalah\" title=\"WALHI: Meluasnya Karhutla Bukti Krisis Ekologis Belum Ditangani ke Akar Masalah\" target=\"_blank\">WALHI: Meluasnya Karhutla Bukti Krisis Ekologis Belum Ditangani ke Akar Masalah<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Perspektif Teologis dan Kearifan Lokal<\/h3>\n<p>Secara teologis, GKPS menekankan bahwa bumi adalah milik Tuhan (Mazmur 24:1) dan manusia ditempatkan untuk memeliharanya (Kejadian 2:15). Namun, Karhutla menunjukkan dominasi gaya hidup ekstraktivisme masif dan keserakahan ekonomi yang mengabaikan batas moral.<\/p>\n<p>Pimpinan Sinode GKPS mengajak masyarakat kembali pada nilai &#8220;keugaharian&#8221; atau kesederhanaan. Refleksi iman ini juga diperkuat oleh kearifan lokal Simalungun, <i>Habonaron Do Bona<\/i>, yang menjunjung tinggi kebenaran sebagai dasar tindakan hidup. Dalam konteks ekologis, falsafah ini menuntut tata kelola alam dan industri yang berlandaskan integritas dan keadilan substantif.<\/p>\n<h3>Dampak Kemanusiaan dan Desakan kepada Pemerintah<\/h3>\n<p>Karhutla tidak hanya merusak ekosistem, tetapi memicu lonjakan penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga jatuhnya korban jiwa. Atas dasar tanggung jawab profetik, GKPS mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk mengambil langkah darurat:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/883397\/warga-pekanbaru-diimbau-waspada-potensi-karhutla-akibat-el-nino-ekstrem\" title=\"Warga Pekanbaru Diimbau Waspada Potensi Karhutla Akibat El Nino Ekstrem\" target=\"_blank\">Warga Pekanbaru Diimbau Waspada Potensi Karhutla Akibat El Nino Ekstrem<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Memprioritaskan pemadaman masif dan penyediaan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Menegakkan hukum tanpa pandang bulu terhadap korporasi yang lalai, termasuk pencabutan izin konsesi di wilayah gambut.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Melindungi hak masyarakat adat dan peladang tradisional dari stigmatisasi serta kriminalisasi.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Memperkuat pemulihan ekosistem gambut dan transparansi data titik panas (hotspot).<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h3>Solidaritas dan Panggilan Iman<\/h3>\n<p>Kepada warga jemaat di wilayah terdampak, Pimpinan Sinode GKPS menyampaikan simpati mendalam dan mengimbau disiplin menjaga kesehatan fisik dengan mengurangi aktivitas luar ruang serta menggunakan masker. Majelis jemaat setempat juga diminta menggerakkan solidaritas diakonia profetik untuk menyediakan bantuan logistik dan ruang perlindungan.<\/p>\n<p>Kepala Departemen Pelayanan GKPS, Pdt. Jenny Purba, menambahkan bahwa gereja tidak boleh diam saat bumi terluka. &#8220;Merawat bumi bukan pilihan tambahan, melainkan panggilan iman dan tanggung jawab kita kepada Tuhan serta generasi mendatang,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>GKPS mengajak seluruh warga untuk menghidupi semangat keugaharian dengan membatasi pola konsumsi yang merusak alam, menjaga kebersihan lingkungan, serta aktif menanam pohon di sekitar kediaman dan gereja. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/945378\/pimpinan-sinode-gkps-karhutla-krisis-moral-ekologis-dan-kemanusiaan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(MI\/APUL ISKANDAR) PIMPINAN Sinode Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) memberikan pernyataan keras terkait bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan, Papua, dan Sumatera. GKPS menilai bencana yang terus berulang ini bukan sekadar fenomena cuaca musiman atau dampak El-Nino, melainkan sebuah krisis moral, ekologis, dan kemanusiaan yang mendalam. Ephorus GKPS, Pdt. Jhon Christian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":119967,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-119966","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119966","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=119966"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119966\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/119967"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=119966"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=119966"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=119966"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}