{"id":119885,"date":"2026-10-16T18:41:00","date_gmt":"2026-10-16T11:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/16\/kpk-sebut-perusahaan-terafiliasi-tenaga-ahli-bnpb-terima-proyek-rp148-miliar\/"},"modified":"2026-10-16T18:41:00","modified_gmt":"2026-10-16T11:41:00","slug":"kpk-sebut-perusahaan-terafiliasi-tenaga-ahli-bnpb-terima-proyek-rp148-miliar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/16\/kpk-sebut-perusahaan-terafiliasi-tenaga-ahli-bnpb-terima-proyek-rp148-miliar\/","title":{"rendered":"KPK Sebut Perusahaan Terafiliasi Tenaga Ahli BNPB Terima Proyek Rp148 Miliar"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/16\/1792150505_b3b592d96927b7a4c4b0.png\" alt=\"KPK Sebut Perusahaan Terafiliasi Tenaga Ahli BNPB Terima Proyek Rp148 Miliar\"\/><figcaption>Ilustrasi tersangka korupsi.(MI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KOMISI Pemberantasan Korupsi (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kpk\" title=\"KPK\">KPK<\/a>) membongkar skandal korupsi pengadaan barang dan jasa terkait Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bnpb\" title=\"BNPB\">BNPB<\/a>). Dana darurat yang sejatinya dialokasikan untuk penanganan bencana seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga banjir tersebut diduga kuat mengalir deras ke kantong pribadi Tenaga Ahli Kepala BNPB.<\/p>\n<p>Plt Direktur Penyidikan KPK, Ahmad Taufik Husein, mengungkapkan bahwa aliran dana dari penunjukan langsung proyek kebencanaan tersebut menjerat Bima Setiawan (BMS) selaku Tenaga Ahli Kepala BNPB yang juga merupakan adik dari Kepala BNPB. Perusahaan yang terafiliasi dengannya meraup proyek hingga Rp148 miliar dalam kurun waktu 2024 hingga 2026.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Dalam proses penggunaan DSP BNPB pada pengadaan tersebut, dana yang mengalir ke perusahaan yang terafiliasi dengan BMS dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, salah satunya pembelian saham PT MDLA oleh PT AVE. Kepemilikan saham oleh PT AVE tersebut mencapai 150,4 juta lembar atau 1,07%\u00a0dengan nilai saham per tanggal 13 Oktober 2026 sebesar Rp206 per lembar atau setara Rp30,98 miliar,&#8221; ujar Plt Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik Husein dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/945113\/dpr-korupsi-dana-bencana-bikin-iblis-minder\" title=\"DPR: Korupsi Dana Bencana Bikin Iblis Minder\" target=\"_blank\">DPR: Korupsi Dana Bencana Bikin Iblis Minder<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Taufik menguraikan bahwa skandal ini terbagi menjadi dua klaster kejahatan utama, yakni konflik kepentingan dan suap proyek pengadaan. Pada klaster konflik kepentingan, Bima Setiawan mengondisikan penunjukan langsung kepada vendor terafiliasi dengan nilai proyek Rp45,76 miliar pada 2024, Rp52,27 miliar pada 2025, dan Rp50 miliar pada 2026.<\/p>\n<p>Sementara pada klaster suap, Tenaga Ahli Kepala BNPB lainnya, Richard Erlangga (RIC), meminta fee proyek kepada pihak swasta agar memenangkan paket pengadaan tahun 2026. Richard menerima suap Rp2,38 miliar dari Direktur PT Trans Lintas Selaras (TLS), Gery Prasetiawan (GER).<\/p>\n<p>&#8220;Dalam periode yang sama, GER juga diduga memberikan uang kepada Sdr. GPS (Gabriel Purwaka Sigit) selaku Kepala sekaligus PPK pada Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB sebesar Rp140 juta. Selain itu, GPS juga diduga menerima uang tunai senilai Rp1,7 miliar, USD 7.500, SGD 9.000, 56 keping emas seberat 133 gram, serta tabungan emas seberat 192 gram dari penyedia pengadaan BNPB,&#8221; ujar Taufik.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/944551\/kpk-belum-pastikan-lokasi-bencana-terkait-kasus-korupsi-dana-siap-pakai-bnpb\" title=\"KPK Belum Pastikan Lokasi Bencana Terkait Kasus Korupsi Dana Siap Pakai BNPB\" target=\"_blank\">KPK Belum Pastikan Lokasi Bencana Terkait Kasus Korupsi Dana Siap Pakai BNPB<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Taufik mengatakan setelah melakukan serangkaian penyelidikan, KPK kemudian mengamankan sejumlah 15 orang pada Selasa, 13 Oktober 2026 di Jakarta. Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut, tim penyidik KPK mengamankan total barang bukti bernilai Rp5,47 miliar yang terdiri atas uang tunai Rp3,35 miliar, mata uang asing (USD 7.500 dan SGD 9.000), 56 keping emas (133 gram), tabungan emas (192 gram), serta aset kripto senilai Rp1,10 miliar.<\/p>\n<p>KPK kemudian menetapkan lima orang sebagai tersangka, yakni Bima Setiawan (BMS), Richard Erlangga (RIC), Gabriel Purwaka Sigit (GPS), Syifa Nrika Ghifarin (SNG), dan Gery Prasetiawan (GER). Para tersangka ditahan untuk 20 hari pertama sejak 14 Oktober hingga 2 November 2026 di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK.<\/p>\n<p>Para tersangka penerima dijerat dengan pasal sangkaan tindak pidana korupsi dan gratifikasi UU No. 31\/1999 juncto UU No. 20\/2001, sedangkan pihak pemberi disangkakan melanggar pasal suap KUHP Baru (UU No. 1\/2023). (Ant\/P-3)<br \/>&#13;<br \/>\n\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/945289\/kpk-sebut-perusahaan-terafiliasi-tenaga-ahli-bnpb-terima-proyek-rp148-miliar\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi tersangka korupsi.(MI) KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar skandal korupsi pengadaan barang dan jasa terkait Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dana darurat yang sejatinya dialokasikan untuk penanganan bencana seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga banjir tersebut diduga kuat mengalir deras ke kantong pribadi Tenaga Ahli Kepala BNPB. Plt [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-119885","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119885","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=119885"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119885\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=119885"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=119885"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=119885"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}