{"id":119739,"date":"2026-10-16T12:23:16","date_gmt":"2026-10-16T05:23:16","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/16\/as-batalkan-tuntutan-terhadap-eks-analis-cia-sue-mi-terry-mengapa\/"},"modified":"2026-10-16T12:23:16","modified_gmt":"2026-10-16T05:23:16","slug":"as-batalkan-tuntutan-terhadap-eks-analis-cia-sue-mi-terry-mengapa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/16\/as-batalkan-tuntutan-terhadap-eks-analis-cia-sue-mi-terry-mengapa\/","title":{"rendered":"AS Batalkan Tuntutan terhadap Eks Analis CIA Sue Mi Terry, Mengapa"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/16\/1792124659_06c9f43a282ee51d31f1.jpg\" alt=\"AS Batalkan Tuntutan terhadap Eks Analis CIA Sue Mi Terry, Mengapa?\"\/><figcaption>Sue Mi Terry.(The Washington Post)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DEPARTEMEN Kehakiman Amerika Serikat (AS)\u00a0sepakat untuk tidak melanjutkan penuntutan terhadap mantan analis <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/cia\" title=\"CIA\">CIA<\/a> dan pakar Asia Timur, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sue-mi-terry\" title=\"Sue Mi Terry\">Sue Mi Terry<\/a>. Sebelumnya, Terry dituduh bekerja sebagai agen tidak terdaftar untuk layanan intelijen <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/korea-selatan\" title=\"Korea Selatan\">Korea Selatan<\/a>.<\/p>\n<p>Berdasarkan dokumen pengadilan yang diajukan pada Selasa (13\/10) waktu setempat, jaksa federal di New York akan membatalkan tuntutan terhadap Terry jika ia mematuhi persyaratan khusus selama 12 bulan ke depan. Syarat tersebut mencakup pembatasan perjalanan dan larangan berkomunikasi dengan dinas intelijen Korea Selatan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Kesepakatan Penundaan Penuntutan<\/h2>\n<p>Keputusan ini muncul hanya beberapa minggu sebelum Terry dijadwalkan menjalani persidangan. Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Selatan New York tidak memberikan alasan rinci terkait kesepakatan ini, selain menyatakan bahwa kepentingan Amerika Serikat dan Terry akan terlayani dengan baik melalui penundaan penuntutan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/685847\/pakar-kebijakan-luar-negeri-korea-amerika-ditangkap-atas-tuduhan-agen-tidak-terdaftar-untuk-korea-selatan\" title=\"Pakar Kebijakan Luar Negeri Korea-Amerika Ditangkap atas Tuduhan Agen Tidak Terdaftar untuk Korea Selatan\" target=\"_blank\">Pakar Kebijakan Luar Negeri Korea-Amerika Ditangkap atas Tuduhan Agen Tidak Terdaftar untuk Korea Selatan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sue Mi Terry, yang merupakan mantan <i>senior fellow<\/i> untuk studi Korea di Council on Foreign Relations, didakwa pada Juli 2024 atas tuduhan gagal mendaftar sebagai agen asing dan berkonspirasi melanggar Foreign Agents Registration Act (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/fara\" title=\"FARA\">FARA<\/a>). Terry secara konsisten membantah tuduhan tersebut.<\/p>\n<p>Pengacaranya, Lee Wolosky, menyatakan bahwa kliennya menyambut baik keputusan tersebut. &#8220;Kami secara konsisten menegaskan bahwa interaksinya dengan pejabat Korea Selatan dilakukan demi memajukan kepentingan AS dan pekerjaannya sebagai spesialis terkemuka Amerika untuk Korea Utara dan Asia Timur,&#8221; ujar Wolosky.<\/p>\n<h2>Poin-Poin dalam Pernyataan Fakta<\/h2>\n<p>Sebagai bagian dari kesepakatan, Terry menandatangani pernyataan fakta yang disepakati. Meski pengacaranya menegaskan ini bukan pengakuan atas pelanggaran hukum, dokumen tersebut mencatat beberapa poin penting, di antaranya:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Terry menerima barang-barang mewah senilai lebih dari US$9.000 (sekitar Rp141 juta) dari petugas Badan Intelijen Nasional (NIS) Seoul, termasuk tas tangan Louis Vuitton dan mantel Dolce &amp; Gabbana.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Ia makan malam bersama petugas intelijen Korea Selatan sebanyak 19 kali.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Terry diduga membagikan catatan kepada petugas intelijen Korea Selatan setelah menghadiri pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Antony Blinken pada tahun 2022.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Ia mengorganisasi\u00a0acara <i>happy hour<\/i> untuk staf kongres yang didanai oleh Korea Selatan dan dihadiri oleh petugas intelijen mereka.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Terry mengumpulkan dana sekitar US$37.000 (sekitar Rp580 juta) dari Kedutaan Besar Korea Selatan untuk lembaga pemikir (think tank) tempatnya bekerja saat itu.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Ia membagikan draf artikel, pidato, dan kesaksian kongres kepada pejabat Korea Selatan sebelum dipublikasikan atau disampaikan antara tahun 2022 dan 2023.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p><strong>Profil Sue Mi Terry:<\/strong> Ia warga negara AS yang lahir di Seoul dan besar di Virginia serta Hawaii. Terry memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan, termasuk menjabat sebagai wakil pejabat intelijen nasional di Dewan Intelijen Nasional dan direktur urusan Korea, Jepang, dan Oseania di Dewan Keamanan Nasional.<\/p>\n<p>Terry juga dikenal sebagai kontributor opini di The Washington Post dan merupakan istri dari kolumnis surat kabar tersebut, Max Boot. Pihak berwenang menyatakan bahwa Max Boot tidak dituduh melakukan kesalahan apa pun dalam kasus ini.\u00a0(The Washington Post\/I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/945112\/as-batalkan-tuntutan-terhadap-eks-analis-cia-sue-mi-terry-mengapa\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sue Mi Terry.(The Washington Post) DEPARTEMEN Kehakiman Amerika Serikat (AS)\u00a0sepakat untuk tidak melanjutkan penuntutan terhadap mantan analis CIA dan pakar Asia Timur, Sue Mi Terry. Sebelumnya, Terry dituduh bekerja sebagai agen tidak terdaftar untuk layanan intelijen Korea Selatan. Berdasarkan dokumen pengadilan yang diajukan pada Selasa (13\/10) waktu setempat, jaksa federal di New York akan membatalkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":119740,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-119739","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119739","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=119739"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119739\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/119740"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=119739"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=119739"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=119739"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}