{"id":119735,"date":"2026-10-16T12:12:39","date_gmt":"2026-10-16T05:12:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/16\/studi-ungkap-pengidap-insomnia-miliki-risiko-stroke-26-persen-lebih-tinggi\/"},"modified":"2026-10-16T12:12:39","modified_gmt":"2026-10-16T05:12:39","slug":"studi-ungkap-pengidap-insomnia-miliki-risiko-stroke-26-persen-lebih-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/16\/studi-ungkap-pengidap-insomnia-miliki-risiko-stroke-26-persen-lebih-tinggi\/","title":{"rendered":"Studi Ungkap Pengidap Insomnia Miliki Risiko Stroke 26 Persen Lebih Tinggi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/16\/1792123567_23a59bf8b0ce01381b0f.png\" alt=\"Studi Ungkap Pengidap Insomnia Miliki Risiko Stroke 26 Persen Lebih Tinggi\"\/><figcaption>ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/insomnia\" title=\"Insomnia\">INSOMNIA<\/a> tidak hanya mengganggu kualitas tidur dan aktivitas sehari-hari, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan risiko <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/stroke\" title=\"stroke\">stroke<\/a>. Tinjauan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal <em>Sleep Medicine Reviews <\/em>pada September 2026 menemukan bahwa orang dengan insomnia memiliki risiko stroke 26% lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengalami gangguan tersebut.<\/p>\n<p>Penelitian berjudul <em>Insomnia as Risk Factor for Brain, Mental and General Health Consequences: An Umbrella Systematic Review<\/em> itu merangkum bukti ilmiah mengenai hubungan insomnia dengan berbagai masalah kesehatan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Dalam analisis mengenai stroke, peneliti menggabungkan sembilan studi yang melibatkan sekitar 1,34 juta peserta. Hasil meta-analisis menunjukkan hubungan antara insomnia dan peningkatan risiko stroke, dengan<em> hazard ratio<\/em> sebesar 1,26.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/932341\/hipertensi-kerap-tak-bergejala-pemantauan-rutin-jadi-kunci-cegah-komplikasi-jantung\" title=\"Hipertensi Kerap tak Bergejala, Pemantauan Rutin Jadi Kunci Cegah Komplikasi Jantung\" target=\"_blank\">Hipertensi Kerap tak Bergejala, Pemantauan Rutin Jadi Kunci Cegah Komplikasi Jantung<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Temuan tersebut menunjukkan adanya hubungan statistik antara insomnia dan risiko stroke yang lebih tinggi. Namun, hasil penelitian ini tidak membuktikan bahwa insomnia secara langsung menyebabkan stroke.<\/p>\n<h2>Insomnia dan Risiko Stroke<\/h2>\n<p>Penelitian tersebut merupakan bagian dari tinjauan yang mengevaluasi hubungan insomnia dengan sejumlah kondisi kesehatan, termasuk gangguan neurologis, kesehatan mental, dan rawat inap di rumah sakit.<\/p>\n<p>Selain stroke, analisis terhadap lima studi mengenai rawat inap menemukan bahwa orang dengan insomnia memiliki kemungkinan 28% lebih tinggi untuk menjalani rawat inap dibandingkan mereka yang tidak mengalami gangguan tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/912151\/rumah-dan-lingkungan-tak-layak-tingkatkan-risiko-penyakit-kardiovaskular-ini-penjelasannya\" title=\"Rumah dan Lingkungan Tak Layak Tingkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular, Ini Penjelasannya\" target=\"_blank\">Rumah dan Lingkungan Tak Layak Tingkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular, Ini Penjelasannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Para peneliti menekankan bahwa kualitas tidur perlu mendapat perhatian dalam upaya menjaga kesehatan. Meski demikian, hasil penelitian tidak menunjukkan bahwa setiap orang yang mengalami insomnia pasti akan mengalami stroke.<\/p>\n<h2>Hubungan belum Membuktikan Sebab-Akibat<\/h2>\n<p>Hubungan antara insomnia dan stroke dapat dipengaruhi sejumlah faktor. Perbedaan definisi insomnia, karakteristik peserta, serta faktor lain yang memengaruhi kesehatan dapat membatasi interpretasi hasil penelitian.<\/p>\n<p>Gangguan tidur juga dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan lain yang berpotensi memengaruhi risiko stroke. Karena itu, hubungan yang ditemukan dalam penelitian perlu dipahami secara hati-hati dan tidak langsung diartikan sebagai sebab-akibat.<\/p>\n<p>Tinjauan tersebut memberikan gambaran mengenai hubungan insomnia dengan risiko stroke berdasarkan penelitian yang tersedia. Namun, penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk memahami mekanisme yang mendasari hubungan tersebut.<\/p>\n<h2>Pentingnya Memperhatikan Gangguan Tidur<\/h2>\n<p>Insomnia merupakan gangguan tidur yang dapat membuat seseorang kesulitan untuk mulai tidur, mempertahankan tidur, atau kembali tidur setelah terbangun. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini juga dapat mengganggu konsentrasi dan aktivitas pada siang hari.<\/p>\n<p>American Stroke Association menjelaskan bahwa gangguan tidur dan kesehatan kardiovaskular memiliki keterkaitan yang perlu diperhatikan. Organisasi tersebut juga menyarankan orang yang mengalami kesulitan tidur secara teratur dan merasa aktivitas sehari-harinya terganggu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.<\/p>\n<p>Temuan terbaru ini menambah bukti mengenai pentingnya kualitas tidur dalam menjaga kesehatan. Meski demikian, risiko stroke dipengaruhi banyak faktor sehingga insomnia tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator untuk memperkirakan kemungkinan seseorang mengalami stroke.<\/p>\n<p>(Kemenkes\/lthea Medical Journal\/Sleep Medicine Reviews\/P-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/945104\/studi-ungkap-pengidap-insomnia-miliki-risiko-stroke-26-persen-lebih-tinggi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Magnific) INSOMNIA tidak hanya mengganggu kualitas tidur dan aktivitas sehari-hari, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan risiko stroke. Tinjauan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Medicine Reviews pada September 2026 menemukan bahwa orang dengan insomnia memiliki risiko stroke 26% lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengalami gangguan tersebut. Penelitian berjudul Insomnia as Risk Factor for Brain, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":119736,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-119735","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119735","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=119735"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119735\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/119736"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=119735"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=119735"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=119735"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}