{"id":119464,"date":"2026-10-16T00:02:40","date_gmt":"2026-10-15T17:02:40","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/16\/tata-cara-mandi-wajib-lengkap-dengan-niat-dan-sunnahnya\/"},"modified":"2026-10-16T00:02:40","modified_gmt":"2026-10-15T17:02:40","slug":"tata-cara-mandi-wajib-lengkap-dengan-niat-dan-sunnahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/16\/tata-cara-mandi-wajib-lengkap-dengan-niat-dan-sunnahnya\/","title":{"rendered":"Tata Cara Mandi Wajib Lengkap dengan Niat dan Sunnahnya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/15\/1792082680_a4b94978ba87d2e9e375.jpg\" alt=\"Tata Cara Mandi Wajib Lengkap dengan Niat dan Sunnahnya\"\/><figcaption>Berikut Niat Mandi Wajib(magnifik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mandi-wajib\" title=\"Mandi Wajib\">MANDI wajib<\/a> adalah cara bersuci dalam Islam yang dilakukan dengan membasuh seluruh tubuh menggunakan air suci dan menyucikan, disertai niat untuk menghilangkan hadas besar. Mandi wajib juga dikenal sebagai mandi junub atau ghusl.<\/p>\n<p>Ibadah ini diperlukan setelah seseorang mengalami keadaan tertentu, seperti keluarnya mani, hubungan seksual, selesainya menstruasi atau haid, dan berakhirnya nifas.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Bacaan Arab<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/739533\/bacaan-niat-mandi-wajib-rukun-tujuan-dan-tata-cara\" title=\"Bacaan Niat Mandi Wajib: Rukun, Tujuan dan Tata Cara\" target=\"_blank\">Bacaan Niat Mandi Wajib: Rukun, Tujuan dan Tata Cara<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><strong>\u0646\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u063a\u064f\u0633\u0652\u0644\u064e \u0644\u0650\u0631\u064e\u0641\u0652\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062f\u064e\u062b\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0631\u0652\u0636\u064b\u0627 \u0644\u0650\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649<\/strong><\/h2>\n<p>Bacaan Latin<\/p>\n<p><em>Nawaitul-ghusla li raf\u2018il-\u1e25ada\u1e61il-akbari far\u1e0dan lill\u0101hi ta\u2018\u0101l\u0101.<\/em><\/p>\n<p>Artinya<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/942359\/4-penyebab-mandi-wajib-yang-perlu-diketahui-lengkap-dengan-bacaan-niat\" title=\"4 Penyebab Mandi Wajib yang Perlu Diketahui, Lengkap dengan Bacaan Niat\" target=\"_blank\">4 Penyebab Mandi Wajib yang Perlu Diketahui, Lengkap dengan Bacaan Niat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cAku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar, sebagai kewajiban karena Allah Taala.\u201d<\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li>Keluarnya mani, baik ketika tidur maupun dalam keadaan terjaga, dengan ketentuan sesuai hukum fikih.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Terjadinya hubungan seksual, meskipun tidak terjadi ejakulasi.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Selesai menstruasi atau haid bagi perempuan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Selesai nifas, yaitu keluarnya darah setelah persalinan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Melahirkan, yang dalam sejumlah ketentuan fikih mewajibkan mandi meskipun tidak disertai keluarnya darah.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kematian seorang Muslim, karena jenazah Muslim pada umumnya wajib dimandikan, dengan pengecualian tertentu dalam syariat.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<h3><strong>1. Membaca basmalah dan berniat<\/strong><\/h3>\n<p>Mulailah dengan membaca basmalah jika memungkinkan, lalu hadirkan niat di dalam hati untuk menghilangkan hadas besar. Membaca basmalah merupakan amalan yang dianjurkan oleh sebagian ulama.<\/p>\n<h3><strong>2. Mencuci kedua tangan<\/strong><\/h3>\n<p>Cucilah kedua tangan sebelum memulai rangkaian mandi. Langkah ini membantu menjaga kebersihan selama bersuci.<\/p>\n<h3><strong>3. Membersihkan bagian tubuh yang terkena kotoran<\/strong><\/h3>\n<p>Bersihkan bagian tubuh yang terkena najis atau kotoran. Lakukan secara pribadi dan tetap jaga kebersihan serta privasi.<\/p>\n<h3><strong>4. Berwudu<\/strong><\/h3>\n<p>Lakukan wudu seperti wudu untuk salat. Sebagian tata cara mandi junub menunda membasuh kaki hingga selesai mandi, terutama jika air menggenang di tempat mandi.<\/p>\n<h3><strong>5. Membasahi kepala<\/strong><\/h3>\n<p>Alirkan air ke kepala hingga mencapai kulit kepala dan pangkal rambut. Dalam tata cara sunah, air dapat disiramkan beberapa kali sambil memastikan seluruh bagian kepala terkena air.<\/p>\n<h3><strong>6. Membasuh seluruh tubuh<\/strong><\/h3>\n<p>Alirkan air ke seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan kemudian sisi kiri sebagai tata cara yang dianjurkan. Pastikan air mencapai bagian tubuh yang tersembunyi, seperti lipatan kulit dan sela-sela jari.<\/p>\n<h3><strong>7. Membasuh kaki jika belum dilakukan<\/strong><\/h3>\n<p>Jika kaki belum dibasuh saat berwudu, basuhlah pada akhir mandi. Setelah itu, pastikan tidak ada bagian tubuh yang terlewat terkena air.<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Niat, yaitu berniat menghilangkan hadas besar ketika mulai membasuh tubuh.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Meratakan air ke seluruh tubuh, termasuk rambut, kulit kepala, lipatan kulit, dan bagian tubuh lain yang wajib terkena air.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Karena itu, mandi wajib tetap sah tanpa mengikuti semua urutan sunah selama kedua rukunnya terpenuhi dan tidak ada penghalang air pada bagian tubuh yang wajib dibasuh.<\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li>Membaca basmalah pada permulaan mandi.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Mencuci kedua tangan sebelum memulai.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Membersihkan bagian tubuh yang terkena kotoran.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Berwudu sebelum membasuh seluruh tubuh.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Mendahulukan kepala dan sisi kanan tubuh.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Menggosok tubuh secara lembut untuk membantu memastikan air merata.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Menghemat penggunaan air dan menjaga kebersihan tempat mandi.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<p>Tata cara mandi wajib dalam Islam bertujuan menyucikan diri dari hadas besar agar seorang Muslim dapat melaksanakan ibadah yang mensyaratkan kesucian. Dalam mazhab Syafi&#8217;i, dua rukun utamanya adalah niat dan meratakan air ke seluruh tubuh. (Z-4)<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>dompetdhuafa, rumahzakat<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/945012\/tata-cara-mandi-wajib-lengkap-dengan-niat-dan-sunnahnya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut Niat Mandi Wajib(magnifik) MANDI wajib adalah cara bersuci dalam Islam yang dilakukan dengan membasuh seluruh tubuh menggunakan air suci dan menyucikan, disertai niat untuk menghilangkan hadas besar. Mandi wajib juga dikenal sebagai mandi junub atau ghusl. Ibadah ini diperlukan setelah seseorang mengalami keadaan tertentu, seperti keluarnya mani, hubungan seksual, selesainya menstruasi atau haid, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":119465,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-119464","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119464","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=119464"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119464\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/119465"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=119464"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=119464"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=119464"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}