{"id":119456,"date":"2026-10-15T23:41:41","date_gmt":"2026-10-15T16:41:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/15\/kemenko-pm-dan-perguruan-tinggi-perkuat-sinergi-pendampingan-desa-prioritas-percepat-pengentasan-kemiskinan\/"},"modified":"2026-10-15T23:41:41","modified_gmt":"2026-10-15T16:41:41","slug":"kemenko-pm-dan-perguruan-tinggi-perkuat-sinergi-pendampingan-desa-prioritas-percepat-pengentasan-kemiskinan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/15\/kemenko-pm-dan-perguruan-tinggi-perkuat-sinergi-pendampingan-desa-prioritas-percepat-pengentasan-kemiskinan\/","title":{"rendered":"Kemenko PM dan Perguruan Tinggi Perkuat Sinergi Pendampingan Desa Prioritas Percepat Pengentasan Kemiskinan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/15\/1792082020_3845cb322c4cfe48a7a0.jpeg\" alt=\"Kemenko PM dan Perguruan Tinggi Perkuat Sinergi Pendampingan Desa Prioritas Percepat Pengentasan Kemiskinan\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-path-to-node=\"2\">Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemenko-pm\" title=\"Kemenko PM\">Kemenko PM<\/a>) memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mempercepat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pengentasan-kemiskinan\" title=\"Pengentasan Kemiskinan\">pengentasan kemiskinan<\/a> melalui pendampingan desa dan kelurahan prioritas. Upaya ini menjadi bagian dari strategi mendorong transformasi pemberdayaan masyarakat, dari yang semula berorientasi pada bantuan menjadi penguatan kapasitas, kemandirian, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"3\">Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat yang diselenggarakan di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (15\/10\/2026). Kegiatan ini dibuka Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, dihadiri para pimpinan perguruan tinggi, perwakilan kementerian\/lembaga, serta pemerintah daerah.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-path-to-node=\"4\">Dalam keterangan yang diterima pada arahannya, Menko PM Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kekuatan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat, kampus diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendampingi 16.550 desa dan kelurahan yang menjadi prioritas penanganan kantong kemiskinan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/929727\/kemenko-pm-ajak-mahasiswa-turun-ke-desa-percepat-pengentasan-kemiskinan\" title=\"Kemenko PM Ajak Mahasiswa Turun ke Desa Percepat Pengentasan Kemiskinan\" target=\"_blank\">Kemenko PM Ajak Mahasiswa Turun ke Desa Percepat Pengentasan Kemiskinan<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-path-to-node=\"5\">Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung pencapaian target penurunan tingkat kemiskinan menjadi 5 persen pada 2029, dengan memastikan program pemberdayaan tidak berhenti pada kegiatan pendampingan, tetapi menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat, terutama melalui peningkatan pendapatan, perluasan kesempatan kerja, penguatan usaha produktif, dan pengembangan ekonomi desa.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"6\">Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Prof. Dr. Abdul Haris, menekankan pentingnya komitmen nyata perguruan tinggi untuk menjadikan pemberdayaan masyarakat desa sebagai bagian integral dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"7\">\u201cKami ingin kampus hadir lebih dekat dengan masyarakat desa, tidak hanya melalui kegiatan pengabdian yang bersifat sesaat, tetapi melalui pendampingan yang terencana, berkelanjutan, dan berorientasi pada hasil. Perguruan tinggi memiliki sumber daya ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta mahasiswa yang dapat menjadi kekuatan besar untuk membantu desa mengembangkan potensinya, memperkuat ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,\u201d papar Haris.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/905849\/kemenko-pm--dan-kampus-ini-luncurkan-program-beasiswa-bagi-500-kader-pemberdayaan-masyarakat\" title=\"Kemenko PM  dan Kampus Ini Luncurkan Program Beasiswa bagi 500 Kader Pemberdayaan Masyarakat\" target=\"_blank\">Kemenko PM  dan Kampus Ini Luncurkan Program Beasiswa bagi 500 Kader Pemberdayaan Masyarakat<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-path-to-node=\"8\">Menurut Haris, keberhasilan pemberdayaan desa membutuhkan perubahan pendekatan, dari sekadar menjalankan program menjadi membangun ekosistem pemberdayaan yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serta masyarakat desa itu sendiri. Ia mengingatkan desa tidak boleh hanya menjadi objek program, tetapi harus menjadi subjek pembangunan. Kampus perlu membantu masyarakat mengenali potensi dan persoalan desanya, menyusun solusi berbasis data dan riset, mengembangkan usaha produktif, serta memperluas akses terhadap pasar, pembiayaan, teknologi, dan lapangan kerja.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"9\">&#8220;Dengan demikian, pendampingan perguruan tinggi dapat memberikan dampak yang terukur dan berkelanjutan terhadap pengurangan kemiskinan,&#8221; tukasnya.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"10\">Haris menambahkan, Kemenko PM mendorong agar kolaborasi tersebut dibangun melalui program yang konkret, indikator keberhasilan yang jelas, serta mekanisme pemantauan dan evaluasi secara berkala. Dengan pendekatan ini, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, penelitian terapan, inovasi sosial, dan program pengabdian masyarakat dapat saling terhubung dalam mendukung agenda pembangunan desa.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"11\"><b data-index-in-node=\"0\" data-path-to-node=\"11\">Tepat Sasaran<\/b><\/p>\n<p data-path-to-node=\"12\">Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, menekankan perlunya mengarahkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, termasuk KKN Tematik, agar lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Perguruan tinggi diharapkan mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan hasil riset untuk menjawab persoalan nyata di tingkat desa.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"13\">Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk menjadi mitra perguruan tinggi dalam pelaksanaan pendampingan desa. Sinergi tersebut dinilai penting agar program yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal, sekaligus memperkuat efektivitas pelaksanaan pembangunan dan pengentasan kemiskinan di daerah.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"14\">Rakornas ini turut menghasilkan deklarasi komitmen beasiswa bagi kader pemberdayaan masyarakat desa dari 12 perguruan tinggi, dengan total kuota 2.792 penerima manfaat pada tahun akademik 2027. Program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia desa dan melahirkan kader-kader pemberdayaan yang mampu menjadi penggerak pembangunan di wilayahnya masing-masing.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"15\">Dari 120 perguruan tinggi yang telah menyampaikan laporan, tercatat sebanyak 14.594 desa telah menjadi wilayah dampingan pada 2026. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 20.028 desa pada 2029. Capaian ini menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan pendampingan menuju komitmen bersama perguruan tinggi dalam mendampingi 40.000 desa hingga 2029.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"16\">Melalui Rakornas ini, Kemenko PM mendorong terbentuknya gerakan kolaboratif perguruan tinggi untuk pemberdayaan masyarakat desa yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Sinergi antara ilmu pengetahuan, kebijakan pemerintah, dan potensi masyarakat diharapkan mampu memperkuat kemandirian desa, membuka peluang ekonomi baru, serta mempercepat terwujudnya masyarakat yang lebih berdaya dan bebas dari kemiskinan.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/945007\/kemenko-pm-dan-perguruan-tinggi-perkuat-sinergi-pendampingan-desa-prioritas-percepat-pengentasan-kemiskinan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pendampingan desa dan kelurahan prioritas. Upaya ini menjadi bagian dari strategi mendorong transformasi pemberdayaan masyarakat, dari yang semula berorientasi pada bantuan menjadi penguatan kapasitas, kemandirian, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":119457,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-119456","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119456","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=119456"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119456\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/119457"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=119456"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=119456"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=119456"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}