{"id":119189,"date":"2026-10-15T12:27:39","date_gmt":"2026-10-15T05:27:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/15\/awas-dampak-buruk-kurang-tidur-studi-terbaru-kaitkan-kebiasaan-tidur-di-bawah-5-jam\/"},"modified":"2026-10-15T12:27:39","modified_gmt":"2026-10-15T05:27:39","slug":"awas-dampak-buruk-kurang-tidur-studi-terbaru-kaitkan-kebiasaan-tidur-di-bawah-5-jam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/15\/awas-dampak-buruk-kurang-tidur-studi-terbaru-kaitkan-kebiasaan-tidur-di-bawah-5-jam\/","title":{"rendered":"Awas Dampak Buruk Kurang Tidur Studi Terbaru Kaitkan Kebiasaan Tidur di Bawah 5 Jam"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/15\/1792041435_28c0abc925a25da96b7f.png\" alt=\"Awas Dampak Buruk Kurang Tidur: Studi Terbaru Kaitkan Kebiasaan Tidur di Bawah 5 Jam\"\/><figcaption>ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SELAMA ini, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/durasi-tidur\" title=\"durasi tidur\">durasi tidur<\/a> sering kali dianggap sepele dan fleksibel demi mengejar tenggat waktu pekerjaan. Padahal, sebuah studi berskala besar yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Medicine memperingatkan bahwa individu yang terbiasa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tidur\" title=\"tidur\">tidur<\/a> kurang dari lima jam semalam memiliki risiko jauh lebih tinggi terhadap puluhan masalah kesehatan serius, mulai dari gangguan kognitif hingga penyakit metabolik.<\/p>\n<p>Penelitian yang melibatkan hampir 96.000 orang dewasa dari UK Biobank dan dianalisis oleh para peneliti dari Peking University serta Capital Medical University ini melacak catatan medis partisipan selama hampir sembilan tahun. Hasilnya mengejutkan: durasi tidur yang sangat singkat berkorelasi kuat dengan peningkatan kerentanan terhadap 37 kondisi medis yang mencakup berbagai sistem tubuh.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Daftar Penyakit dan Temuan Tahapan Tidur<\/h2>\n<p>Dalam analisis rekam medis rumah sakit, para peneliti menemukan bahwa kelompok &#8220;<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kurang-tidur\" title=\"kurang tidur\">kurang tidur<\/a>&#8221; mencatat lonjakan kasus yang signifikan pada sejumlah penyakit, di antaranya:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/935624\/dampak-buruk-begadang-bagi-tinggi-badan-anak-dan-tips-pertumbuhan-optimal\" title=\"Dampak Buruk Begadang bagi Tinggi Badan Anak dan Tips Pertumbuhan Optimal\" target=\"_blank\">Dampak Buruk Begadang bagi Tinggi Badan Anak dan Tips Pertumbuhan Optimal<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Gangguan Otak dan Saraf: Risiko parkinsonism tercatat melonjak hingga hampir enam kali lipat, sementara tingkat demensia meningkat hingga 2,6 kali lipat.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kesehatan Jantung dan Metabolik: Gagal jantung, fibrilasi atrium, diabetes tipe 2, hingga gagal ginjal akut lebih sering ditemukan pada kelompok ini.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Infeksi dan Imunitas: Rentan terhadap pneumonia, infeksi saluran kemih, hingga infeksi SARS-CoV-2.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Selain durasi total, studi ini menyoroti pentingnya arsitektur tidur, khususnya fase tidur REM (Rapid Eye Movement). Menariknya, durasi tidur REM yang lebih tinggi dikaitkan secara signifikan dengan penurunan risiko berbagai penyakit, termasuk penurunan tingkat gagal jantung hingga 26% dan demensia hingga 46%.\u00a0<\/p>\n<p>Sebaliknya, tidur yang sangat terfragmentasi atau sangat bervariasi dari malam ke malam justru memperburuk risiko kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.<\/p>\n<p>Kendati demikian, para ahli mengingatkan perlunya kehati-hatian dalam membaca data ini. Penyakit-penyakit tertentu seperti demensia atau Parkinson terkadang mulai merusak pola tidur bertahun-tahun sebelum diagnosis klinis resmi tegak.\u00a0<\/p>\n<p>Walaupun penelitian ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, menjaga durasi tidur ideal antara enam hingga delapan jam tetap menjadi langkah preventif yang esensial bagi kesehatan jangka panjang.<\/p>\n<p>(FODMAP Everyday\/P-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/944694\/awas-dampak-buruk-kurang-tidur-studi-terbaru-kaitkan-kebiasaan-tidur-di-bawah-5-jam\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Magnific) SELAMA ini, durasi tidur sering kali dianggap sepele dan fleksibel demi mengejar tenggat waktu pekerjaan. Padahal, sebuah studi berskala besar yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Medicine memperingatkan bahwa individu yang terbiasa tidur kurang dari lima jam semalam memiliki risiko jauh lebih tinggi terhadap puluhan masalah kesehatan serius, mulai dari gangguan kognitif hingga penyakit metabolik. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":119190,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-119189","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119189","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=119189"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119189\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/119190"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=119189"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=119189"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=119189"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}