{"id":119147,"date":"2026-10-15T10:43:50","date_gmt":"2026-10-15T03:43:50","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/15\/peringatan-dini-bmkg-daftar-perairan-yang-terdampak-gelombang-tinggi-hingga-18-oktober-2026\/"},"modified":"2026-10-15T10:43:50","modified_gmt":"2026-10-15T03:43:50","slug":"peringatan-dini-bmkg-daftar-perairan-yang-terdampak-gelombang-tinggi-hingga-18-oktober-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/15\/peringatan-dini-bmkg-daftar-perairan-yang-terdampak-gelombang-tinggi-hingga-18-oktober-2026\/","title":{"rendered":"Peringatan Dini BMKG Daftar Perairan yang Terdampak Gelombang Tinggi hingga 18 Oktober 2026"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/15\/1792035338_0b4eaafb4bd331cd8cd7.jpg\" alt=\"Peringatan Dini BMKG: Daftar Perairan yang Terdampak Gelombang Tinggi hingga 18 Oktober 2026\"\/><figcaption>Ilustrasi: Gelombang tinggi mengempas ke batu pemecah ombak di Bastiong Ternate, Maluku Utara, Selasa (7\/10\/2025).(ANTARA FOTO\/Andri Saputra)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bmkg\" title=\"BMKG\">BMKG<\/a>) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gelombang-tinggi\" title=\"Gelombang Tinggi\">gelombang tinggi<\/a> yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 15-18 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Agie Wandala, menjelaskan bahwa potensi gelombang tinggi ini dipicu oleh pergerakan pola angin di wilayah utara dan selatan ekuator Indonesia.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Pola angin di utara ekuator Indonesia umumnya bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan enam sampai 20 knot, sedangkan di selatan ekuator bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan delapan hingga 25 knot,&#8221; ujar Agie di Jakarta, Kamis (15\/10).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/853322\/gelombang-laut-meninggi-bmkg-keluarkan-peringatan-dini-untuk-kepri\" title=\"Gelombang Laut Meninggi, BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Kepri\" target=\"_blank\">Gelombang Laut Meninggi, BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Kepri<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Berdasarkan pemantauan BMKG, kecepatan angin tertinggi terpantau di kawasan Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, serta Laut Arafuru. Dinamika angin tersebut memicu peningkatan gelombang laut dengan kategori risiko tinggi bagi aktivitas pelayaran.<\/p>\n<h2>Sebaran Wilayah Potensi Gelombang 1,25 Meter hingga 4 Meter<\/h2>\n<p>Dinamika angin tersebut memicu peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpeluang terjadi di berbagai kawasan perairan. Beberapa di antaranya meliputi:\u00a0<\/p>\n<p><strong>Gelombang Setinggi 1,25 hingga 2,5 Meter:<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nBerpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, sebagian besar perairan Samudra Hindia barat dan selatan, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Sumbawa, sebagian Selat Makassar, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara, hingga wilayah Laut Arafuru.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/851525\/bmkg-minta-nelayan-teluk-sampit--waspada-gelombang-tinggi-\" title=\"BMKG Minta Nelayan Teluk Sampit  Waspada Gelombang Tinggi \" target=\"_blank\">BMKG Minta Nelayan Teluk Sampit  Waspada Gelombang Tinggi <\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Gelombang Setinggi 2,5 hingga 4 Meter:<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nBerpeluang menerjang wilayah Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, hingga Bali.<\/p>\n<h2>Imbauan Keselamatan untuk Nelayan dan Pelaku Transportasi Laut<\/h2>\n<p>Mengingat potensi gelombang tinggi berdampak langsung terhadap keselamatan pelayaran, BMKG mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan dan pelaku transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi.<\/p>\n<p>Risiko pelayaran perlu diwaspadai berdasarkan jenis armada:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Perahu Nelayan: Rentan terhadap kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kapal Tongkang: Berisiko menghadapi kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kapal Feri: Harus mewaspadai kecepatan angin dari 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>&#8220;Warga yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir sekitar area yang berpeluang terdampak juga diminta untuk senantiasa waspada terhadap dinamika cuaca maritim tersebut,&#8221; pungkas Agie. (Ant\/P-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/944660\/peringatan-dini-bmkg-daftar-perairan-yang-terdampak-gelombang-tinggi-hingga-18-oktober-2026\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi: Gelombang tinggi mengempas ke batu pemecah ombak di Bastiong Ternate, Maluku Utara, Selasa (7\/10\/2025).(ANTARA FOTO\/Andri Saputra) BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 15-18 Oktober 2026. Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Agie Wandala, menjelaskan bahwa potensi gelombang tinggi ini dipicu oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":119148,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-119147","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119147","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=119147"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119147\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/119148"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=119147"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=119147"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=119147"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}