{"id":119061,"date":"2026-10-15T06:51:37","date_gmt":"2026-10-14T23:51:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/15\/mengapa-internet-starlink-penting-dalam-perang-ukraina\/"},"modified":"2026-10-15T06:51:37","modified_gmt":"2026-10-14T23:51:37","slug":"mengapa-internet-starlink-penting-dalam-perang-ukraina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/15\/mengapa-internet-starlink-penting-dalam-perang-ukraina\/","title":{"rendered":"Mengapa Internet Starlink Penting dalam Perang Ukraina"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/15\/1792021017_91a4349d925c6a7a188b.jpeg\" alt=\"Mengapa Internet Starlink Penting dalam Perang Ukraina?\"\/><figcaption>Prajurit Ukraina Memasang Starlink(PBS)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KEPUTUSAN mendadak perusahaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/spacex\" title=\"SpaceX\">SpaceX<\/a> milik <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/elon-musk\" title=\"Elon Musk\">Elon Musk<\/a> yang membatasi kecepatan koneksi satelit <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/starlink\" title=\"Starlink\">Starlink<\/a> berdampak serius pada operasi militer Ukraina. Pembatasan kecepatan hingga 100 mil per jam (sekitar 160 km\/jam) tersebut mengganggu sejumlah misi tempur, khususnya penggunaan drone di garis depan.<\/p>\n<p>Pemberitahuan mengenai pembatasan kecepatan tersebut diterapkan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada pejabat Ukraina. Penasihat Presiden Volodymyr Zelensky, Serhiy Beskrestnov, mengonfirmasi pembatasan tersebut mulai diberlakukan secara mendadak.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Langkah ini dinilai memukul kemampuan pertahanan udara Kyiv. Menurut analisis Institute for the Study of War (ISW), pembatasan kecepatan membuat upaya Ukraina untuk mencegat drone Shahed bertenaga mesin jet milik Rusia menjadi hampir tidak berguna. Drone Shahed mampu terbang dengan kecepatan melebihi 198 mil per jam (sekitar 318 km\/jam), sehingga drone pencegat Ukraina yang terhubung ke jaringan Starlink tidak lagi mampu mengejarnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/862072\/blokade-starlink-elon-musk-buat-pasukan-rusia-buta-dan-tuli-di-garis-depan\" title=\"Blokade Starlink Elon Musk Buat Pasukan Rusia Buta dan Tuli di Garis Depan\" target=\"_blank\">Blokade Starlink Elon Musk Buat Pasukan Rusia Buta dan Tuli di Garis Depan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>George Barros, Direktur Inovasi dan Open Source Tradecraft ISW, menyebut Starlink sebagai &#8220;tulang punggung komunikasi militer di Ukraina&#8221; yang digunakan oleh angkatan laut, darat, hingga udara.<\/p>\n<p>&#8220;Teknologi ini memungkinkan drone, artileri, dan pos komando berfungsi sebagai satu jaringan waktu nyata di mana waktu antara sensor hingga penembak dapat diminimalkan,&#8221; kata George Barros.<\/p>\n<p>Pakar perang elektronik dari Royal United Services Institute (RUSI), Tom Whittington, menambahkan bahwa sistem satelit ini memungkinkan Ukraina memindahkan data dalam jumlah besar seperti video, teks, dan panggilan suara tanpa perlu infrastruktur seluler konvensional. Pembatasan ini menyulitkan navigasi drone di wilayah Ukraina maupun wilayah yang diduduki Rusia.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/852537\/saingi-starlink-blue-origin-milik-jeff-bezos-bakal-luncurkan-5400-satelit-terawave\" title=\"Saingi Starlink, Blue Origin Milik Jeff Bezos Bakal Luncurkan 5.400 Satelit TeraWave\" target=\"_blank\">Saingi Starlink, Blue Origin Milik Jeff Bezos Bakal Luncurkan 5.400 Satelit TeraWave<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Dikaitkan dengan Ketegangan Politik dan Penjelasan Elon Musk<\/h2>\n<p>Serhiy Beskrestnov menilai pembatasan mendadak ini bukan sebuah kebetulan, melainkan berkaitan dengan ketegangan hubungan politik antara Kyiv dan Washington.<\/p>\n<p>Keluhan Ukraina ini mengarahkan sorotan pada Starlink serta Starshield, yakni jaringan kelas militer yang dikembangkan SpaceX untuk Pentagon. Meski terpisah, keduanya berbagi teknologi dasar satelit yang sama.<\/p>\n<p>Menanggapi hal tersebut melalui unggahan di platform X, Elon Musk mengindikasikan bahwa pembatasan pada sistem militer merupakan wewenang pemerintah Amerika Serikat.<\/p>\n<p>&#8220;Sistem Starshield dimiliki dan dikendalikan oleh pemerintah AS. Setiap batasan pada kecepatan atau penggunaan diputuskan oleh militer AS dan pada akhirnya Presiden AS,&#8221; tulis Elon Musk.<\/p>\n<p>&#8220;Starlink adalah layanan komersial yang dimiliki dan dikendalikan SpaceX. Penggunaan Starlink terbatas pada aktivitas sipil atau defensif dan tidak dapat digunakan untuk tindakan militer ofensif, karena hal itu tidak tepat bagi perusahaan komersial,&#8221; lanjut Musk.<\/p>\n<p>Layanan komunikasi satelit SpaceX telah menjadi elemen vital bagi kedua pihak sejak Rusia meluncurkan invasi penuh ke Ukraina pada 2022. Awal tahun ini, Musk juga sempat memutus penggunaan terminal Starlink bagi pasukan Rusia, yang sempat menghambat pergerakan pasukan Moskow di medan tempur. (BBC\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/944606\/mengapa-internet-starlink-penting-dalam-perang-ukraina\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prajurit Ukraina Memasang Starlink(PBS) KEPUTUSAN mendadak perusahaan SpaceX milik Elon Musk yang membatasi kecepatan koneksi satelit Starlink berdampak serius pada operasi militer Ukraina. Pembatasan kecepatan hingga 100 mil per jam (sekitar 160 km\/jam) tersebut mengganggu sejumlah misi tempur, khususnya penggunaan drone di garis depan. Pemberitahuan mengenai pembatasan kecepatan tersebut diterapkan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada pejabat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":119062,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-119061","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119061","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=119061"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119061\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/119062"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=119061"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=119061"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=119061"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}