{"id":118966,"date":"2026-10-15T02:28:36","date_gmt":"2026-10-14T19:28:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/15\/integrasi-sistem-kepabeanan-dorong-efisiensi\/"},"modified":"2026-10-15T02:28:36","modified_gmt":"2026-10-14T19:28:36","slug":"integrasi-sistem-kepabeanan-dorong-efisiensi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/15\/integrasi-sistem-kepabeanan-dorong-efisiensi\/","title":{"rendered":"Integrasi Sistem Kepabeanan Dorong Efisiensi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/14\/1791990867_917c39e80dbe6136fa1b.jpeg\" alt=\"Integrasi Sistem Kepabeanan Dorong Efisiensi\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PERCEPATAN <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/digitalisasi\" title=\"digitalisasi\">digitalisasi<\/a> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kepabeanan\" title=\"kepabeanan\">kepabeanan<\/a> menuntut perusahaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kawasan-berikat\" title=\"Kawasan Berikat\">Kawasan Berikat<\/a> memperkuat kesiapan sistem informasi dan akurasi data internal. Langkah ini penting untuk menjaga kelancaran arus barang, terutama ketika integrasi host-to-host (H2H) dengan sistem kepabeanan CEISA 4.0 diterapkan secara wajib bagi pelaku usaha.<\/p>\n<p>Kesiapan tersebut menjadi perhatian seiring penerapan CEISA 4.0 secara bertahap oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Salah satu landasannya adalah Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-163\/BC\/2026 tentang Penerapan Secara Penuh (Mandatory) CEISA 4.0 Tahap Kedua Puluh Lima yang berlaku sejak 27 Juli 2026.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Ketua Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB) Cabang Semarang Jarot Wibowo mengatakan, penggunaan sistem IT Inventory yang terintegrasi melalui H2H masih tergolong baru bagi sejumlah perusahaan di wilayah Semarang. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami kebutuhan teknologi dan menyiapkan sistem sejak dini tanpa menunggu pemberlakuan kewajiban.<br \/>&#13;<br \/>\n\u201cJangan sampai nanti waktu ada ketok palu mandatory, katakanlah 2027 besok, teman-teman belum tahu,\u201d ujar Jarot, Rabu (14\/10\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/944523\/integrasi-sistem-kepabeanan-dorong-efisiensi\" title=\"Integrasi Sistem Kepabeanan Dorong Efisiensi\" target=\"_blank\">Integrasi Sistem Kepabeanan Dorong Efisiensi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut dia, kesiapan sistem berkaitan langsung dengan kelancaran operasional perusahaan. IT Inventory digunakan untuk mencatat pergerakan persediaan setiap hari sehingga kendala teknis berpotensi mengganggu proses administrasi dan aktivitas bisnis.<\/p>\n<p>Koordinator Wilayah Selatan APKB Semarang Widia Kristina juga menyoroti pentingnya antisipasi terhadap kendala integrasi. Gangguan sistem dapat memengaruhi kelancaran administrasi, termasuk proses pemasukan dan pengeluaran barang yang menjadi bagian penting dari aktivitas perusahaan Kawasan Berikat.<\/p>\n<p>Integrasi H2H memungkinkan sistem perusahaan bertukar data secara langsung dengan sistem kepabeanan. Mekanisme ini diharapkan mempermudah penyampaian dokumen, meningkatkan efisiensi waktu, serta mendukung proses layanan yang lebih transparan, akurat, dan dapat dipantau secara real-time.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/785861\/30-tahun-digitalisasi-ekspor-impor-transformasi-besar-sistem-kepabeanan\" title=\"30 Tahun Digitalisasi Ekspor Impor, Transformasi Besar Sistem Kepabeanan\" target=\"_blank\">30 Tahun Digitalisasi Ekspor Impor, Transformasi Besar Sistem Kepabeanan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Namun, kesiapan integrasi tak cukup hanya dengan menyediakan aplikasi yang kompatibel. Perusahaan juga perlu memastikan data penerimaan bahan baku, persediaan, proses produksi, hingga pengeluaran barang tercatat secara akurat dan konsisten. Ketidaksesuaian data antardivisi dapat menjadi kendala ketika informasi harus dipertukarkan secara otomatis.<\/p>\n<p>Karena itu, pelaku usaha perlu meninjau alur pencatatan persediaan, menyelaraskan data antarbagian, serta mengevaluasi kemampuan sistem yang digunakan saat ini. Pengujian integrasi dan pemahaman karyawan terhadap perubahan alur kerja juga diperlukan sebelum penerapan dilakukan.<\/p>\n<p>Chief Executive Officer PT Eka Reka Palakerti Indonesia (ERP Indonesia) Anang Ind Pratama mengatakan integrasi IT Inventory dengan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dapat membantu perusahaan menghubungkan berbagai fungsi bisnis dalam satu ekosistem data.<\/p>\n<p>\u201cKebutuhan tersebut menjadi salah satu alasan IT Inventory perlu terhubung dengan sistem ERP. Dengan integrasi, data inventory dapat digunakan bersama oleh fungsi purchasing, warehouse, manufaktur, sales hingga accounting. Dalam praktiknya, integrasi sistem dapat membantu perusahaan mengurangi kebutuhan memasukkan data yang sama secara berulang di berbagai fungsi,\u201d kata Anang.<\/p>\n<p>Dia menambahkan penerapan IT Inventory perlu menyesuaikan karakteristik dan proses bisnis setiap perusahaan. Perbedaan standar operasional prosedur (SOP), pola produksi, serta pengelolaan persediaan membuat kebutuhan sistem tidak dapat diseragamkan.<\/p>\n<p>\u201cKami tidak melihat implementasi IT Inventory sebagai upaya membuat semua perusahaan menjalankan proses yang sama. Yang penting adalah bagaimana sistem bisa mengikuti SOP perusahaan, sementara kebutuhan dan aturan kepabeanan tetap terpenuhi. Jadi teknologi yang menyesuaikan bisnis, bukan bisnis yang dipaksa mengikuti teknologi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Untuk mendukung kebutuhan integrasi tersebut, ERP Indonesia mengembangkan Bzone atau Bonded Zone, modul IT Inventory yang terintegrasi melalui API H2H dengan CEISA 4.0 DJBC dan portal Indonesia National Single Window (INSW).<\/p>\n<p>Modul tersebut ditujukan bagi pelaku usaha pengguna fasilitas kepabeanan, termasuk Kawasan Berikat, Gudang Berikat, Pusat Logistik Berikat, Kemudahan Impor Tujuan Ekspor, dan Kawasan Ekonomi Khusus. Bzone menghubungkan fungsi inventaris, pengadaan, akuntansi, manufaktur, dan penjualan dalam satu sistem.<\/p>\n<p>Seiring berlanjutnya penerapan CEISA 4.0, persiapan sistem dan pembenahan data menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesinambungan operasional industri. Kesiapan sejak dini diharapkan membantu perusahaan menghadapi perubahan mekanisme administrasi kepabeanan tanpa mengganggu kelancaran arus barang dan kegiatan produksi. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/944524\/integrasi-sistem-kepabeanan-dorong-efisiensi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) PERCEPATAN digitalisasi kepabeanan menuntut perusahaan Kawasan Berikat memperkuat kesiapan sistem informasi dan akurasi data internal. Langkah ini penting untuk menjaga kelancaran arus barang, terutama ketika integrasi host-to-host (H2H) dengan sistem kepabeanan CEISA 4.0 diterapkan secara wajib bagi pelaku usaha. Kesiapan tersebut menjadi perhatian seiring penerapan CEISA 4.0 secara bertahap oleh Direktorat Jenderal Bea [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":118967,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-118966","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118966","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118966"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118966\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118967"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118966"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118966"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118966"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}