{"id":118936,"date":"2026-10-15T01:10:41","date_gmt":"2026-10-14T18:10:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/15\/pengamat-nilai-prabowo-harus-bersikap-soal-gibran-ini-alasannya\/"},"modified":"2026-10-15T01:10:41","modified_gmt":"2026-10-14T18:10:41","slug":"pengamat-nilai-prabowo-harus-bersikap-soal-gibran-ini-alasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/15\/pengamat-nilai-prabowo-harus-bersikap-soal-gibran-ini-alasannya\/","title":{"rendered":"Pengamat Nilai Prabowo Harus Bersikap soal Gibran, Ini Alasannya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/14\/1791992992_571ec559bc499c0db8de.png\" alt=\"Pengamat Nilai Prabowo Harus Bersikap soal Gibran, Ini Alasannya\"\/><figcaption>Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.(MI\/Usman Iskandar)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/presiden-prabowo\" title=\"Presiden Prabowo\">PRESIDEN Prabowo<\/a> Subianto perlu segera menyikapi polemik persyaratan pendidikan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka. Sikap diam berisiko menggeser persoalan yang semula membayangi Gibran menjadi beban politik Prabowo, bahkan menggerus elektabilitas dan popularitasnya pada masa mendatang.<\/p>\n<p>Pakar politik, Ray Rangkuti mengingatkan bahwa kemarahan masyarakat tidak selalu diekspresikan melalui demonstrasi atau protes terbuka. Ketidakpuasan publik justru dapat tercermin dari menurunnya kepercayaan terhadap pemerintah dan perubahan dukungan politik.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cCara publik menunjukkan marah itu ya diabaikan saja. Tapi saat yang bersamaan, elektabilitas dan popularitas Pak Prabowo itu turun. Itu menunjukkan bahwa ada masyarakat yang marah,\u201d kata Ray kepada Media Indonesia di Kantor Seknas JPPR, Jakarta pada Rabu (14\/10).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/817694\/tni-harus-jadi-benteng-kedaulatan\" title=\"TNI Harus Jadi Benteng Kedaulatan\" target=\"_blank\">TNI Harus Jadi Benteng Kedaulatan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut dia, polemik Gibran belum dapat dianggap selesai hanya karena tidak lagi memicu gejolak terbuka di masyarakat. Ia menilai, persoalan tersebut masih berpotensi berkembang menjadi tekanan politik melalui mekanisme parlemen termasuk hak angket maupun hak menyatakan pendapat di DPR. \u201cSaya kira hak menyatakan pendapat atau angket bisa bergulir di situ. Jadi, ini bukan satu sikap politik yang sudah ditutup,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia itu menilai, kelanjutan polemik Gibran masih sulit diprediksi. Persoalan tersebut berpeluang kembali menguat ataupun mereda. Namun, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sikap-prabowo\" title=\"Sikap Prabowo\">sikap Prabowo<\/a> dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi arah perkembangan polemik tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSekarang orang masih melihat ini persoalan Gibran, bukan persoalan Pak Prabowo. Tapi kalau Pak Prabowo bersikap diam, enggak memberikan reaksi, lama-lama orang akan ke Pak Prabowo,\u201d tutur Ray.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/716962\/prabowo-dapat-sambutan-wni-di-as-we-love-you-pak\" title=\"Prabowo Dapat Sambutan WNI di AS: We love You, Pak!\" target=\"_blank\">Prabowo Dapat Sambutan WNI di AS: We love You, Pak!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia juga memperingatkan, sikap diam tersebut dapat memunculkan pertanyaan mengenai komitmen dan kepemimpinan Prabowo, terutama dalam merespons persoalan yang menyangkut legitimasi politik wakil presiden.<\/p>\n<p>\u201cPak Prabowo ternyata enggak punya sikap pada seorang wakil presiden yang dinyatakan MK enggak punya ijazah. Pada titik itu, presiden berisiko ikut menanggung konsekuensi politik dari polemik yang awalnya tidak secara langsung menyasar dirinya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Ray menegaskan bahwa pemerintah dan Partai Gerindra sebagai pemegang kursi terbanyak di DPR perlu segera menentukan langkah politik yang jelas. Menurutnya, membiarkan polemik berlarut-larut tanpa penjelasan berpotensi memperluas persoalan sekaligus menjadikannya beban bagi pemerintahan Prabowo.<\/p>\n<p>\u201cDaripada nunggu itu terjadi, saya menyarankan kepada pemerintah dan juga Partai Gerindra agar segera bersikap. Sebab kalau enggak, bisa isu ini pindah dari Gibran ke Pak Prabowo-nya,\u201d kata Ray.<\/p>\n<p>Karena itu, ia menilai Prabowo perlu merespons persoalan tersebut sebelum berkembang menjadi beban politik yang lebih besar.<\/p>\n<p>\u201cJika tidak direspons, kondisi itu berpotensi memengaruhi persepsi publik terhadap kepemimpinan Prabowo dalam jangka panjang,\u201d jelasnya. (Dev\/P-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/944546\/pengamat-nilai-prabowo-harus-bersikap-soal-gibran-ini-alasannya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.(MI\/Usman Iskandar) PRESIDEN Prabowo Subianto perlu segera menyikapi polemik persyaratan pendidikan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka. Sikap diam berisiko menggeser persoalan yang semula membayangi Gibran menjadi beban politik Prabowo, bahkan menggerus elektabilitas dan popularitasnya pada masa mendatang. Pakar politik, Ray Rangkuti mengingatkan bahwa kemarahan masyarakat tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":118937,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-118936","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118936","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118936"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118936\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118937"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118936"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118936"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118936"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}