{"id":118912,"date":"2026-10-15T00:09:47","date_gmt":"2026-10-14T17:09:47","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/15\/profil-kasumi-miwa-penyihir-jujustu-kaisen-pengguna-pedang\/"},"modified":"2026-10-15T00:09:47","modified_gmt":"2026-10-14T17:09:47","slug":"profil-kasumi-miwa-penyihir-jujustu-kaisen-pengguna-pedang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/15\/profil-kasumi-miwa-penyihir-jujustu-kaisen-pengguna-pedang\/","title":{"rendered":"Profil Kasumi Miwa, Penyihir Jujustu Kaisen Pengguna Pedang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/14\/1791995965_8dc0e3672a2682b4f35e.jpg\" alt=\"Profil Kasumi Miwa, Penyihir Jujustu Kaisen Pengguna Pedang\"\/><figcaption>Kasumi Miwa(Doc IMDB)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DALAM semesta <i><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jujutsu-kaisen\" title=\"Jujutsu Kaisen\">Jujutsu Kaisen<\/a><\/i>, tidak semua penyihir memiliki kekuatan kutukan yang destruktif atau latar belakang keluarga elit. Salah satu karakter yang mencuri perhatian penggemar karena sifatnya yang membumi dan kegigihannya adalah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kasumi-miwa\" title=\"Kasumi Miwa\">Kasumi Miwa<\/a>. Sebagai siswi dari SMA Jujutsu Kyoto, Miwa dikenal sebagai pengguna pedang yang mengandalkan teknik tradisional.<\/p>\n<h2><strong>Biodata Singkat Kasumi Miwa<\/strong><\/h2>\n<p>Kasumi Miwa adalah siswi tahun kedua di SMA Jujutsu Kyoto. Berbeda dengan rekan-rekannya yang mungkin memiliki motivasi idealis, Miwa memiliki alasan yang sangat realistis untuk menjadi penyihir jujutsu: uang. Ia berasal dari keluarga miskin dan ingin menghidupi kedua adik laki-lakinya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Afiliasi:<\/strong> SMA Jujutsu Kyoto<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Tingkatan:<\/strong> Penyihir Kelas 3<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Senjata Utama:<\/strong> Katana<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Ciri Khas:<\/strong> Rambut biru muda dengan poni miring dan setelan jas hitam formal.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2><strong>Kemampuan dan Teknik Bertarung<\/strong><\/h2>\n<p>Meskipun Miwa tidak memiliki teknik kutukan bawaan (<i>Innate Technique<\/i>), ia sangat mahir dalam menggunakan <b>New Shadow Style<\/b> (<i>Shin Kage-ryu<\/i>). Teknik ini memungkinkan penyihir tanpa bakat alami untuk memanipulasi energi kutukan melalui senjata dan domain sederhana.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/944558\/siapa-noritoshi-kamo-era-modern-dan-era-meiji-di-jujustu-kaisen-berikut-profilnya\" title=\"Siapa Noritoshi Kamo Era Modern dan Era Meiji di Jujustu Kaisen? Berikut Profilnya\" target=\"_blank\">Siapa Noritoshi Kamo Era Modern dan Era Meiji di Jujustu Kaisen? Berikut Profilnya<\/a><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Teknik Utama<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Deskripsi<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Simple Domain<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Menciptakan lingkaran perlindungan di sekitar dirinya. Siapa pun yang masuk ke area ini akan diserang secara otomatis dengan kecepatan tinggi.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Batto Sword Drawing<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Teknik menghunus pedang dengan kecepatan luar biasa yang dilapisi energi kutukan untuk meningkatkan daya potong.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h2><strong>Kepribadian yang Unik<\/strong><\/h2>\n<p>Kasumi Miwa sering disebut sebagai karakter yang paling &#8220;normal&#8221; di <i>Jujutsu Kaisen<\/i>. Ia memiliki kepribadian yang baik hati, rendah hati, dan terkadang sedikit ceroboh. Salah satu momen ikoniknya adalah ketika ia mengakui dirinya sebagai penggemar berat Satoru Gojo dan bahkan meminta foto bersama saat pertemuan sekolah Kyoto dan Tokyo.<\/p>\n<p>Meskipun ia sering merasa tidak berguna dibandingkan teman-temannya yang lebih kuat, dedikasi Miwa untuk melindungi keluarganya menjadikannya karakter yang sangat <i>relatable<\/i> bagi banyak penonton.<\/p>\n<p>Dalam alur cerita Shibuya Incident dan setelahnya, peran Miwa mengalami perkembangan emosional yang signifikan, terutama setelah kehilangan rekan dekatnya, yang memaksanya untuk tumbuh lebih dewasa dalam menghadapi dunia jujutsu yang kejam.<\/p>\n<p>Secara keseluruhan, Kasumi Miwa adalah representasi dari kerja keras dan ketulusan di tengah dunia yang dipenuhi dengan monster dan kutukan. Meskipun ia bukan penyihir terkuat, keberaniannya untuk berdiri di garis depan dengan pedangnya patut diapresiasi. (Z-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/944566\/profil-kasumi-miwa-penyihir-jujustu-kaisen-pengguna-pedang\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kasumi Miwa(Doc IMDB) DALAM semesta Jujutsu Kaisen, tidak semua penyihir memiliki kekuatan kutukan yang destruktif atau latar belakang keluarga elit. Salah satu karakter yang mencuri perhatian penggemar karena sifatnya yang membumi dan kegigihannya adalah Kasumi Miwa. Sebagai siswi dari SMA Jujutsu Kyoto, Miwa dikenal sebagai pengguna pedang yang mengandalkan teknik tradisional. Biodata Singkat Kasumi Miwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":118913,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-118912","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118912","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118912"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118912\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118913"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118912"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118912"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118912"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}