{"id":118860,"date":"2026-10-14T21:57:43","date_gmt":"2026-10-14T14:57:43","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/14\/gangguan-penglihatan-pada-lansia-perlu-diwaspadai-pemeriksaan-mata-rutin-jadi-kunci\/"},"modified":"2026-10-14T21:57:43","modified_gmt":"2026-10-14T14:57:43","slug":"gangguan-penglihatan-pada-lansia-perlu-diwaspadai-pemeriksaan-mata-rutin-jadi-kunci","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/14\/gangguan-penglihatan-pada-lansia-perlu-diwaspadai-pemeriksaan-mata-rutin-jadi-kunci\/","title":{"rendered":"Gangguan Penglihatan pada Lansia Perlu Diwaspadai, Pemeriksaan Mata Rutin Jadi Kunci"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/14\/1791987737_114af7ef817ddfc26324.jpeg\" alt=\"Gangguan Penglihatan pada Lansia Perlu Diwaspadai, Pemeriksaan Mata Rutin Jadi Kunci\"\/><figcaption>Ilustrasi(Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gangguan-penglihatan\" title=\"gangguan penglihatan\">GANGGUAN penglihatan<\/a> menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian, terutama pada kelompok lanjut usia. Penurunan kemampuan melihat kerap dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan, padahal sejumlah gangguan mata dapat diketahui lebih awal melalui pemeriksaan yang tepat.<\/p>\n<p>Berdasarkan informasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia yang mengacu pada estimasi <em>Rapid Assessment on Avoidable Blindness<\/em> (RAAB), sekitar 15 juta penduduk Indonesia berusia 50 tahun ke atas mengalami gangguan penglihatan.\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/katarak\" title=\"Katarak\">Katarak<\/a> dan kelainan refraksi menjadi penyebab utama gangguan tersebut. Pentingnya deteksi dini menjadi perhatian dalam peringatan Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day 2026 yang jatuh pada 8 Oktober.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/892428\/waspada-katarak-dokter-sebut-gejalanya-sering-tidak-disadari-penderita\" title=\"Waspada Katarak, Dokter Sebut Gejalanya Sering tidak Disadari Penderita\" target=\"_blank\">Waspada Katarak, Dokter Sebut Gejalanya Sering tidak Disadari Penderita<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Momentum tersebut dimanfaatkan Holywings Peduli untuk menggelar pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis bagi warga Karet Kuningan, Jakarta Selatan.<\/p>\n<p>Kegiatan yang berlangsung di Superhouse Satrio pada 11 Oktober 2026 itu juga menghadirkan edukasi kesehatan mata, khususnya mengenai gangguan penglihatan yang sering dialami masyarakat seiring bertambahnya usia.<\/p>\n<p>Refraksionis Optisien Optik 99K, Suhadi, A.Md.RO, menjelaskan bahwa kelainan refraksi, seperti rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme atau mata silinder, merupakan gangguan penglihatan yang banyak dijumpai di masyarakat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/892426\/dokter-tegaskan-katarak-tak-bisa-sembuh-hanya-dengan-obat-tetes-mata\" title=\"Dokter Tegaskan Katarak tak Bisa Sembuh hanya dengan Obat Tetes Mata\" target=\"_blank\">Dokter Tegaskan Katarak tak Bisa Sembuh hanya dengan Obat Tetes Mata<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Selain itu, terdapat presbiopia atau mata tua yang umumnya mulai dirasakan ketika seseorang memasuki usia 40 tahun ke atas.<\/p>\n<p>Gejalanya antara lain kesulitan membaca tulisan kecil, harus menjauhkan ponsel atau buku agar terlihat jelas, serta membutuhkan pencahayaan lebih terang ketika membaca.<\/p>\n<p>\u201cJangan menganggap penglihatan yang mulai menurun sebagai sesuatu yang harus diterima begitu saja. Kenali gejalanya, periksakan mata secara rutin, dan jaga kesehatan penglihatan sejak dini,\u201d ujar Suhadi.<\/p>\n<p>Menurutnya, presbiopia dapat dibantu dengan penggunaan kacamata yang sesuai. Salah satu pilihan koreksi adalah lensa progresif yang memungkinkan pengguna melihat pada jarak jauh, menengah, dan dekat melalui satu kacamata.<\/p>\n<p>Namun, pemilihan lensa perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan kebutuhan penglihatan masing-masing individu.<\/p>\n<p>Suhadi mengingatkan bahwa gangguan penglihatan juga dapat disebabkan oleh katarak, glaukoma, maupun retinopati diabetik. Sejumlah penyakit tersebut perlu mendapat perhatian karena berpotensi menimbulkan gangguan penglihatan serius.<\/p>\n<p>Tidak semua gangguan mata menunjukkan gejala pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan mata menyeluruh tetap diperlukan meskipun seseorang belum merasakan keluhan.<\/p>\n<h3>Pemeriksaan Mata Sesuai Faktor Risiko<\/h3>\n<p>Suhadi menjelaskan bahwa frekuensi pemeriksaan mata perlu disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, riwayat penyakit, dan kebutuhan penglihatan.<\/p>\n<p>Pada orang berusia di atas 50 tahun, pemeriksaan setiap satu hingga dua tahun umumnya dianjurkan. Sementara itu, penderita diabetes disarankan menjalani pemeriksaan mata setidaknya sekali dalam setahun atau sesuai anjuran dokter.<\/p>\n<p>Untuk menjaga kesehatan mata sehari-hari, masyarakat juga dapat menerapkan aturan 20-20-20 saat menggunakan komputer atau ponsel dalam waktu lama.<\/p>\n<p>Caranya, setiap 20 menit mengalihkan pandangan ke objek berjarak sekitar enam meter selama 20 detik guna membantu mengurangi kelelahan mata.<\/p>\n<p>Kebiasaan lain yang dianjurkan meliputi menjaga pencahayaan saat membaca, berkedip secara teratur, menggunakan kacamata hitam dengan perlindungan UVA dan UVB ketika beraktivitas di luar ruangan, serta mengendalikan penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.<\/p>\n<p>Asupan makanan bergizi juga berperan dalam mendukung kesehatan penglihatan. Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli mengandung lutein serta zeaksantin, sedangkan wortel dan ubi jalar menyediakan beta-karoten yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A.<\/p>\n<p>Buah-buahan yang mengandung vitamin C serta ikan dengan kandungan omega-3 juga dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.<\/p>\n<p>Meski demikian, Suhadi menegaskan bahwa konsumsi makanan bergizi tidak menggantikan pemeriksaan maupun pengobatan ketika seseorang mengalami gangguan mata.<\/p>\n<h3>Bantuan Kacamata dan Peralatan Kesehatan<\/h3>\n<p>Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program Holywings Peduli, Andrew Susanto, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan mata sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga penglihatan.<\/p>\n<p>\u201cKami melihat momentum World Sight Day sebagai kesempatan untuk mengingatkan masyarakat bahwa kesehatan mata tidak kalah penting dengan kesehatan tubuh lainnya. Karena itu, kami ingin memperingatinya dengan kegiatan yang manfaatnya bisa langsung dirasakan warga, yaitu pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Andrew, penurunan penglihatan pada lansia tidak seharusnya langsung dianggap sebagai kondisi yang wajar akibat pertambahan usia.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap kegiatan ini bisa memberikan edukasi sekaligus membantu warga yang membutuhkan kacamata agar dapat beraktivitas dengan lebih nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Selain pemeriksaan mata dan pembagian kacamata, Holywings Peduli menyerahkan bantuan peralatan kesehatan kepada Posbindu dan Posyandu Karet Kuningan.<\/p>\n<p>Bantuan tersebut mencakup masing-masing tiga unit oksimeter, tensimeter digital, stetoskop, termometer digital, timbangan badan dengan pengukur tinggi, timbangan bayi dengan pengukur tinggi, kotak P3K beserta isinya, meja lipat, tempat tidur pemeriksaan, lemari alat kesehatan, dan kursi roda.<\/p>\n<p>Selain itu, diserahkan enam kursi lipat serta tiga set alat pengukur lingkar kepala dan lengan bayi.<\/p>\n<p>Peralatan tersebut diharapkan dapat menunjang pelayanan kesehatan yang dilakukan kader Posbindu dan Posyandu secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Lurah Karet Kuningan, Leo Yudhantara Harahap, mengapresiasi kegiatan pemeriksaan mata dan bantuan fasilitas kesehatan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cPemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis sangat membantu warga, khususnya para lansia. Apalagi kegiatan ini bertepatan dengan momentum World Sight Day, sehingga sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Salah seorang peserta, Wishnu, 67, mengaku terbantu karena selama ini mengalami kesulitan membaca tulisan berukuran kecil.<\/p>\n<p>\u201cSaya senang sekali bisa ikut pemeriksaan mata di sini. Selama ini penglihatan memang sudah mulai berkurang, terutama kalau membaca atau melihat tulisan yang kecil. Dengan adanya pemeriksaan dan kacamata gratis ini, saya merasa sangat terbantu,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Peserta lainnya, Anugrah, 52, mengatakan kegiatan tersebut memberinya pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan mata secara berkala, terutama ketika kemampuan penglihatan mulai menurun.<\/p>\n<p>Kegiatan ini turut didukung Superhouse Satrio, Helens Night Mart Kuningan, dan Helens Bar Epicentrum. Penyelenggara juga mengadakan permainan berhadiah, antara lain sepeda, perangkat audio nirkabel, powerbank, paket sembako, dan voucher makan.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan tersebut, peringatan Hari Penglihatan Sedunia diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan mata, tetapi juga membantu masyarakat memperoleh layanan pemeriksaan dan fasilitas kesehatan yang dibutuhkan. (E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/944500\/gangguan-penglihatan-pada-lansia-perlu-diwaspadai-pemeriksaan-mata-rutin-jadi-kunci\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Istimewa) GANGGUAN penglihatan menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian, terutama pada kelompok lanjut usia. Penurunan kemampuan melihat kerap dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan, padahal sejumlah gangguan mata dapat diketahui lebih awal melalui pemeriksaan yang tepat. Berdasarkan informasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia yang mengacu pada estimasi Rapid Assessment on Avoidable [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":118861,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-118860","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118860","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118860"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118860\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118861"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118860"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118860"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118860"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}