{"id":118814,"date":"2026-10-14T19:57:59","date_gmt":"2026-10-14T12:57:59","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/14\/kemendukbangga-dorong-pria-lebih-aktif-dalam-program-kb\/"},"modified":"2026-10-14T19:57:59","modified_gmt":"2026-10-14T12:57:59","slug":"kemendukbangga-dorong-pria-lebih-aktif-dalam-program-kb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/14\/kemendukbangga-dorong-pria-lebih-aktif-dalam-program-kb\/","title":{"rendered":"Kemendukbangga Dorong Pria Lebih Aktif dalam Program KB"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/14\/1791982423_718bf653a20ceb0ba365.jpg\" alt=\"Kemendukbangga Dorong Pria Lebih Aktif dalam Program KB\"\/><figcaption>Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga\/Kepala BKKBN, Wihaji, mendatangi Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di Kabupaten Lamongan.(Dok.Kemenduk Bangga)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/menteri-kependudukan-dan-pembangunan-keluarga\" title=\"menteri kependudukan dan pembangunan keluarga\">MENTERI Kependudukan dan Pembangunan Keluarga<\/a> (Mendukbangga)\/Kepala <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bkkbn\" title=\"BKKBN\">BKKBN<\/a>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/wihaji\" title=\"wihaji\">Wihaji<\/a>, mengatakan bahwa program <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/keluarga-berencana\" title=\"Keluarga Berencana\">keluarga berencana<\/a> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kb\" title=\"KB\">KB<\/a>) merupakan tanggung jawab bersama antara suami dan istri. Karena itu, pemerintah berupaya mengubah persepsi masyarakat yang selama ini menganggap penggunaan kontrasepsi sebagai urusan perempuan.<\/p>\n<p>&#8220;Urusan KB adalah urusan perempuan. Ini yang mau kita ubah, bahra keluarga berencana itu urusan bersama,&#8221; kata Wihaji saat audensi dengan Media Indonesia di kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)\/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN, Jakarta, Rabu (14\/10).\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Menurutnya, keterlibatan laki-laki diperlukan untuk memberikan pilihan yang lebih luas bagi pasangan dalam menentukan metode kontrasepsi yang sesuai. Selama ini, metode kontrasepsi bagi perempuan lebih beragam, mulai dari pil, suntik, alat kontrasepsi dalam rahim (IUD), implan, hingga tubektomi. Sementara itu, pilihan kontrasepsi bagi laki-laki masih terbatas pada kondom dan vasektomi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/933906\/ini-pentingnya-kb-pascapersalinan-untuk-asi-dan-pola-asuh-anak\" title=\"Ini Pentingnya KB Pascapersalinan untuk ASI dan Pola Asuh Anak\" target=\"_blank\">Ini Pentingnya KB Pascapersalinan untuk ASI dan Pola Asuh Anak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Wihaji menilai, keterlibatan pria menjadi penting karena tidak semua metode kontrasepsi cocok digunakan oleh perempuan. Oleh karena itu, pasangan perlu mendiskusikan pilihan kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi masing-masing agar tanggung jawab perencanaan keluarga dapat dijalankan bersama.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak hanya perempuan dijadikan objek, tetapi semuanya bisa. Karena faktanya ada juga beberapa metode kontrasepsi yang tidak cocok bagi perempuan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, peningkatan partisipasi laki-laki dalam program KB perlu dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat. Khusus untuk vasektomi, Wihaji mengingatkan pentingnya mempertimbangkan kesiapan pasangan, termasuk usia dan jumlah anak, serta memahami konsekuensi dari metode kontrasepsi tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/723561\/berkunjung-ke-karawang-menteri-wihaji-menginap-di-rumah-warga\" title=\"Berkunjung ke Karawang, Menteri Wihaji Menginap di Rumah Warga\" target=\"_blank\">Berkunjung ke Karawang, Menteri Wihaji Menginap di Rumah Warga<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Lebih lanjut, Wihaji menjelaskan bahwa program KB tidak hanya bertujuan mengendalikan angka kelahiran, tetapi juga mendukung kesejahteraan keluarga. Perencanaan jumlah dan jarak kelahiran berkaitan dengan kondisi ekonomi, kesehatan reproduksi, kesehatan mental, serta kemampuan orang tua dalam memberikan pengasuhan kepada anak.<\/p>\n<p>Menurutnya, pengaturan jarak kelahiran dapat memberikan kesempatan bagi orang tua untuk mencurahkan perhatian dan memberikan pengasuhan yang memadai kepada anak sebelum memiliki anak berikutnya. Dari sisi ekonomi, perencanaan tersebut juga membantu keluarga menyesuaikan pengeluaran dengan kebutuhan setiap anak.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau kita KB, maka kita bisa mengatur kesehatan kita dan mengendalikan angka kelahiran sehingga ketika diatur dengan baik, pola asuh yang kita berikan kepada anak bisa terukur,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan program KB ialah <em>Total Fertility Rate<\/em> (TFR) atau angka kelahiran total. Wihaji menyebut TFR Indonesia saat ini berada pada angka 2,1 dan menilainya telah sesuai dengan target.<\/p>\n<p>Meski demikian, ia mengakui edukasi mengenai metode kontrasepsi masih perlu terus diperkuat\u00a0agar masyarakat memahami pilihan kontrasepsi yang tersedia dan mampu merencanakan jumlah serta jarak kelahiran sesuai dengan kondisi keluarga. (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/944445\/kemendukbangga-dorong-pria-lebih-aktif-dalam-program-kb\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga\/Kepala BKKBN, Wihaji, mendatangi Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di Kabupaten Lamongan.(Dok.Kemenduk Bangga) MENTERI Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)\/Kepala BKKBN, Wihaji, mengatakan bahwa program keluarga berencana (KB) merupakan tanggung jawab bersama antara suami dan istri. Karena itu, pemerintah berupaya mengubah persepsi masyarakat yang selama ini menganggap penggunaan kontrasepsi sebagai urusan perempuan. &#8220;Urusan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":118815,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-118814","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118814","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118814"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118814\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118815"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118814"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118814"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118814"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}