{"id":118756,"date":"2026-10-14T17:30:46","date_gmt":"2026-10-14T10:30:46","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/14\/bmkg-prediksi-musim-hujan-di-yogyakarta-mundur-satu-bulan\/"},"modified":"2026-10-14T17:30:46","modified_gmt":"2026-10-14T10:30:46","slug":"bmkg-prediksi-musim-hujan-di-yogyakarta-mundur-satu-bulan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/14\/bmkg-prediksi-musim-hujan-di-yogyakarta-mundur-satu-bulan\/","title":{"rendered":"BMKG Prediksi Musim Hujan di Yogyakarta Mundur Satu Bulan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/14\/1791973465_8f2e186ac44e34e0656f.jpg\" alt=\"BMKG Prediksi Musim Hujan di Yogyakarta Mundur Satu Bulan\"\/><figcaption>Ilustrasi musim hujan Yogyakarta 2026(Antara Foto)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bmkg\" title=\"BMKG\">BMKG<\/a>) memperkirakan awal <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/musim-hujan\" title=\"Musim Hujan\">musim hujan<\/a> di Daerah Istimewa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/yogyakarta\" title=\"Yogyakarta\">Yogyakarta<\/a> (DIY) mundur satu bulan. Musim hujan yang semula diprediksi akan mulai pada awal November, diperkirakan akan terjadi pada November hingga awal Desember 2026.<\/p>\n<p>Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II BMKG Yogyakarta, Mamenun menyampaikan mundurnya musim hujan dipengaruhi fenomena El Nino kategori kuat dan dinamika atmosfer. Selain itu, sambung dia, Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) turut memengaruhi aktivitas hujan yang sebelumnya diprediksi melemah.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Sementara, untuk muncak musim penghujan diprediksi terjadi pada bulan Februari hingga Maret 2027,&#8221; kata Mamenun di Yogyakarta, Rabu (14\/10).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/944265\/bmkg-prediksi-musim-hujan-papua-barat-mulai-akhir-oktober-2026\" title=\"BMKG Prediksi Musim Hujan Papua Barat mulai Akhir Oktober 2026\" target=\"_blank\">BMKG Prediksi Musim Hujan Papua Barat mulai Akhir Oktober 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Fenomena tersebut memengaruh pada curah hujan di Yogyakarta. BMKG memperkirakan curah hujan pada Oktober masih sangat rendah, yakni berkisar 0\u201350 milimeter per bulan.<\/p>\n<p>Kondisi serupa diperkirakan masih terjadi pada November 2026, dengan curah hujan berkisar 51\u2013300 milimeter per bulan.\u00a0<\/p>\n<p>Lalu memasuki Desember, curah hujan diprediksi meningkat menjadi 151\u2013500 milimeter per bulan. Mamenun mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah menghemat penggunaan air serta mengantisipasi dan mencegah kebakaran. Masyarakat juga diminta mewaspadai penurunan kualitas udara akibat mundurnya awal musim hujan.<\/p>\n<p>&#8220;Perlu juga membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon yang rawan tumbang, serta memperkuat struktur bangunan dan baliho, sebelum musim hujan tiba,&#8221; ungkap dia. (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/944340\/bmkg-prediksi-musim-hujan-di-yogyakarta-mundur-satu-bulan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi musim hujan Yogyakarta 2026(Antara Foto) BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan awal musim hujan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mundur satu bulan. Musim hujan yang semula diprediksi akan mulai pada awal November, diperkirakan akan terjadi pada November hingga awal Desember 2026. Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II BMKG Yogyakarta, Mamenun menyampaikan mundurnya musim hujan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":118757,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-118756","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118756","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118756"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118756\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118757"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118756"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118756"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118756"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}