{"id":118634,"date":"2026-10-14T12:14:39","date_gmt":"2026-10-14T05:14:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/14\/legislator-minta-kredibilitas-survei-harus-dijaga-jangan-dijadikan-alat-serangan-personal\/"},"modified":"2026-10-14T12:14:39","modified_gmt":"2026-10-14T05:14:39","slug":"legislator-minta-kredibilitas-survei-harus-dijaga-jangan-dijadikan-alat-serangan-personal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/14\/legislator-minta-kredibilitas-survei-harus-dijaga-jangan-dijadikan-alat-serangan-personal\/","title":{"rendered":"Legislator Minta Kredibilitas Survei harus Dijaga, Jangan Dijadikan Alat Serangan Personal"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/14\/1791954653_6f59c72f42c65fbcdaa9.jpg\" alt=\"Legislator Minta Kredibilitas Survei harus Dijaga, Jangan Dijadikan Alat Serangan Personal\"\/><figcaption>Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib.(Dok istimewa )<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>ANGGOTA Komisi VI DPR RI Ahmad Labib menanggapi kritis rilis <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/survei\" title=\"survei\">survei<\/a> Center of Economic and Law Studies (Celios) yang menempatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bahlil-lahadalia\" title=\"Bahlil Lahadalia\">Bahlil Lahadalia<\/a>, dalam daftar penilaian kinerja terburuk.\u00a0<\/p>\n<p>Labib menegaskan bahwa dunia riset dan survei seharusnya menjadi instrumen evaluasi kebijakan yang ilmiah, objektif, dan terukur, bukan justru diturunkan kelasnya menjadi sarana opini publik untuk menyerang personal atau karakter seseorang.\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Ia menyayangkan jika lembaga riset terkesan hanya berburu rilis bombastis demi mengejar popularitas dan panggung publik lembaganya semata, sembari mengabaikan tradisi akademis, metodologi penelitian, serta fakta-fakta keberhasilan kinerja riil di lapangan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/943968\/survei-arawicaksa-institute-abdul-muti-amran-sulaiman-menteri-berkinerja-terbaik-nusron-bahlil-menteri-terburuk\" title=\"Survei Arawicaksa Institute: Abdul Mu\u2019ti'-Amran Sulaiman Menteri Berkinerja Terbaik, Nusron-Bahlil Menteri Terburuk\" target=\"_blank\">Survei Arawicaksa Institute: Abdul Mu\u2019ti&#8217;-Amran Sulaiman Menteri Berkinerja Terbaik, Nusron-Bahlil Menteri Terburuk<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Labib menilai, sebuah riset atau survei yang mengklaim diri ilmiah wajib memiliki kriteria serta metodologi yang transparan, kuat, dan dapat dipertanggungjawabkan secara publik. Penilaian terhadap kinerja seorang menteri tidak boleh sekadar bersandar pada persepsi kualitatif yang rentan bias kepentingan atau sentimen media sosial, melainkan harus diuji menggunakan alat analisis statistik yang valid serta indikator kinerja utama (KPI) yang objektif.<\/p>\n<p>Menurutnya, parameter survei yang kredibel setidaknya harus memenuhi empat syarat mendasar yakni keterukuran populasi dan sampel yang representatif, kejelasan indikator capaian kinerja kuantitatif, keterujian alat analisis data, serta independensi lembaga riset agar terbebas dari agenda politis dan dorongan pencitraan instan.<\/p>\n<p>Ia menyampaikan bahwa data objektif dan capaian aktual Bahlil Lahadalia justru menunjukkan realita yang berkebalikan dari narasi survei tersebut.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/943910\/survei-arawicaksa-institute-501-persen-warga-puas-terhadap-kinerja-pemerintahan-prabowo\" title=\"Survei Arawicaksa Institute: 50,1 Persen Warga Puas Terhadap Kinerja Pemerintahan Prabowo\" target=\"_blank\">Survei Arawicaksa Institute: 50,1 Persen Warga Puas Terhadap Kinerja Pemerintahan Prabowo<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Berdasarkan data resmi Kementerian ESDM, di bawah kepemimpinan Bahlil, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sepanjang 2025 tembus mencapai Rp138,40 triliun atau setara 108,56% dari target sebesar Rp127,48 triliun, diiringi dengan raihan kembali opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK atas Laporan Keuangan TA 2025. Tren positif tersebut bahkan terus berlanjut di mana hingga Juli 2026, PNBP Kementerian ESDM sudah mengantongi Rp96,26 triliun (70,69 persen dari target tahun ini sebesar Rp136,18 triliun).\u00a0<\/p>\n<p>Selain itu, Bahlil terus konsisten menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi untuk melindungi daya beli masyarakat serta mengawal kebijakan tata kelola sumber daya alam yang transparan, akuntabel, dan melibatkan pelaku usaha lokal agar pertumbuhan ekonomi terdistribusi secara adil. Ia mengimbau seluruh lembaga riset dan akademisi untuk tetap menjaga marwah keilmuan dengan menyajikan kajian yang konstruktif, berimbang, dan beretika.\u00a0<\/p>\n<p>Komisi VI DPR RI bersama jajaran pemerintah akan terus berfokus pada pengawasan dan pencapaian kerja nyata yang memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat luas, ketimbang terdistraksi oleh kontroversi hasil survei yang tidak memenuhi kaidah keilmuan yang objektif. (E-4)\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/944207\/legislator-minta-kredibilitas-survei-harus-dijaga-jangan-dijadikan-alat-serangan-personal\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib.(Dok istimewa ) ANGGOTA Komisi VI DPR RI Ahmad Labib menanggapi kritis rilis survei Center of Economic and Law Studies (Celios) yang menempatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam daftar penilaian kinerja terburuk.\u00a0 Labib menegaskan bahwa dunia riset dan survei [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":118635,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-118634","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118634","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118634"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118634\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118635"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118634"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118634"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118634"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}