{"id":118552,"date":"2026-10-14T09:09:37","date_gmt":"2026-10-14T02:09:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/14\/fenomena-bola-api-hujan-meteor-taurid-sambut-halloween\/"},"modified":"2026-10-14T09:09:37","modified_gmt":"2026-10-14T02:09:37","slug":"fenomena-bola-api-hujan-meteor-taurid-sambut-halloween","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/14\/fenomena-bola-api-hujan-meteor-taurid-sambut-halloween\/","title":{"rendered":"Fenomena Bola Api Hujan Meteor Taurid Sambut Halloween"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/14\/1791932940_5cd905d2294122ecb28d.jpg\" alt=\"Fenomena Bola Api Hujan Meteor Taurid Sambut Halloween\"\/><figcaption>Hujan meteor Taurid kembali hadir di langit malam dari Oktober hingga November. Simak waktu puncaknya untuk menyaksikan fenomena bola api terang ini.(NASA)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MESKIPUN tidak menghasilkan intensitas hujan meteor dalam jumlah besar seperti Perseid di bulan Agustus atau Geminids di bulan Desember, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hujan-meteor-taurid\" title=\"hujan meteor Taurid\">hujan meteor Taurid<\/a> menyimpan keunikannya sendiri: bola api (fireball).<\/p>\n<p>Hujan meteor Taurid terkenal karena kerap menghasilkan meteor yang sangat terang dan bergerak lambat di langit malam dari bulan September hingga Desember. Fenomena ini dapat diamati dari belahan bumi utara maupun selatan karena titik radiatnya berasal dari konstelasi Taurus yang berada dekat dengan garis ekliptika.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Hujan meteor ini terbagi menjadi dua cabang utama yang saling berkaitan, yaitu Taurid Selatan dan Taurid Utara. Periode puncaknya yang berlangsung cukup lama dan saling beririsan pada akhir Oktober hingga November membuat fenomena ini dikenal secara informal di kalangan pengamat langit sebagai &#8220;bola api <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/halloween\" title=\"Halloween\">Halloween<\/a>&#8220;.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/travelista\/943275\/haunted-night-para-hantu-siap-bergentayangan-pada-malam-halloween-di-mercure-bandung-city\" title=\"Haunted Night: Para Hantu Siap Bergentayangan pada Malam Halloween \u00a0di Mercure Bandung City\u00a0\" target=\"_blank\">Haunted Night: Para Hantu Siap Bergentayangan pada Malam Halloween \u00a0di Mercure Bandung City\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Waktu Puncak Taurid Selatan dan Utara<\/h2>\n<p>Menurut American Meteor Society, Taurid Selatan aktif mulai 20 September hingga 20 November. Komponen tahunannya mencapai puncak sekitar 14 Oktober, sementara komponen yang khusus menghasilkan bola api diperkirakan mencapai puncak pada malam 4\u20135 November.<\/p>\n<p>Sementara itu, Taurid Utara mulai aktif pada 20 Oktober hingga 10 Desember, dengan puncak pengamatan diperkirakan jatuh pada malam 11\u201312 November.<\/p>\n<p>Meskipun jumlah meteor yang melintas terbilang rendah, rata-rata hanya sekitar lima meteor per jam dalam kondisi ideal (Zenithal Hourly Rate\/ZHR), kecepatannya yang relatif lambat menjadikan pergerakannya sangat jelas di langit. Meteor Taurid Selatan memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 27 kilometer per detik, sedangkan Taurid Utara melintas pada kecepatan 29 kilometer per detik.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/travelista\/939159\/where-ribs-meet-rock--saat-sajian-bbq-ribs-bertemu-energi-musik-rock-dalam-malam-halloween-yang-berbeda\" title=\"\u201cWhere Ribs Meet Rock\u201d \u2014 saat Sajian BBQ Ribs Bertemu Energi Musik Rock dalam Malam Halloween yang Berbeda\" target=\"_blank\">\u201cWhere Ribs Meet Rock\u201d \u2014 saat Sajian BBQ Ribs Bertemu Energi Musik Rock dalam Malam Halloween yang Berbeda<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pada akhir Oktober hingga awal November, saat kedua cabang Taurid aktif secara bersamaan, pengamat berpeluang menyaksikan sekitar 10 meteor per jam dalam kondisi langit yang cerah dan bebas dari cahaya Bulan. Pada puncak pengamatan tahun 2026, kondisi langit diperkirakan sangat mendukung karena ganguan intensitas cahaya Bulan terbilang minim.<\/p>\n<h2>Asal-usul Bola Api Taurid<\/h2>\n<p>Sebutan &#8220;bola api Halloween&#8221; diberikan karena periode puncaknya bertepatan dengan momen Halloween di akhir Oktober. Selain itu, sebutan tersebut merujuk pada kecenderungannya menghasilkan bola api, yakni meteor yang sangat terang akibat terbakarnya puing-puing antariksa berukuran lebih besar saat menembus atmosfer Bumi.<\/p>\n<p>Kedua cabang hujan meteor Taurid ini berhubungan dengan Komet 2P\/Encke, sebuah komet berdiameter sekitar 4,8 kilometer yang mengelilingi Matahari setiap 3,25 tahun sekali. Komet Encke tercatat memiliki periode orbit terpendek di antara komet yang diketahui.<\/p>\n<p>Taurid sendiri merupakan bagian dari kompleks debu, bebatuan, dan asteroid yang lebih besar, yang diduga terbentuk dari hancurnya benda langit berukuran jauh lebih besar ribuan tahun lalu. Setiap musim gugur, Bumi melintasi gugusan puing-puing tersebut hingga memicu timbulnya hujan meteor Taurid.<\/p>\n<p>Untuk mengamatinya, pengamat cukup mencari lokasi yang jauh dari polusi cahaya dengan pandangan langit yang luas tanpa perlu menggunakan alat bantu seperti binokular atau teleskop. (Space\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/944111\/fenomena-bola-api-hujan-meteor-taurid-sambut-halloween\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hujan meteor Taurid kembali hadir di langit malam dari Oktober hingga November. Simak waktu puncaknya untuk menyaksikan fenomena bola api terang ini.(NASA) MESKIPUN tidak menghasilkan intensitas hujan meteor dalam jumlah besar seperti Perseid di bulan Agustus atau Geminids di bulan Desember, hujan meteor Taurid menyimpan keunikannya sendiri: bola api (fireball). Hujan meteor Taurid terkenal karena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":118553,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-118552","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118552","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118552"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118552\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118553"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118552"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118552"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118552"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}