{"id":118486,"date":"2026-10-14T06:29:38","date_gmt":"2026-10-13T23:29:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/14\/wina-natalia-berbagi-kisah-perjuangan-mental-ibu-dengan-anak-autisme\/"},"modified":"2026-10-14T06:29:38","modified_gmt":"2026-10-13T23:29:38","slug":"wina-natalia-berbagi-kisah-perjuangan-mental-ibu-dengan-anak-autisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/14\/wina-natalia-berbagi-kisah-perjuangan-mental-ibu-dengan-anak-autisme\/","title":{"rendered":"Wina Natalia Berbagi Kisah Perjuangan Mental Ibu dengan Anak Autisme"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/14\/1791933457_ea796599b00313f45154.jpg\" alt=\"Wina Natalia Berbagi Kisah Perjuangan Mental Ibu dengan Anak Autisme\"\/><figcaption>Penyanyi dan penulis buku sekaligus orang tua dari anak dengan autisme, Wina Natalia, dalam acara pembukaan Special Kids Expo (SPEKIX) Neurodiversity Expo 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Sabtu (10\/10\/2026).(ANTARA\/Farika Nur Khotimah)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PENYANYI sekaligus penulis buku, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/wina-natalia\" title=\"Wina Natalia\">Wina Natalia<\/a>, membagikan pengalaman emosionalnya sebagai orangtua dari anak dengan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/autisme\" title=\"Autisme\">autisme<\/a>. Ia mengungkapkan bahwa tantangan terberat bagi seorang <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ibu\" title=\"ibu\">ibu<\/a> bukanlah menghadapi respons anak, melainkan menjaga <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesehatan-mental\" title=\"kesehatan mental\">kesehatan mental<\/a> dan menenangkan diri sendiri saat pertama kali menerima diagnosis tersebut.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Wina saat ditemui usai pembukaan Special Kids Expo (SPEKIX) Neurodiversity Expo 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, dikutip Selasa (14\/10). Wina mengakui bahwa proses berdamai dengan kenyataan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Fase Menyalahkan Diri Sendiri<\/h2>\n<p>Putra Wina, Sigra, didiagnosis mengalami <em>Autism Spectrum Disorder<\/em> (ASD) pada usia tiga tahun. Selama satu tahun pertama pascadiagnosis, Wina mengaku terjebak dalam fase penyangkalan dan rasa bersalah yang mendalam.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/944114\/mengapa-diagnosis-autisme-naik-pesat-berikut-penjelasan-ilmiahnya\" title=\"Mengapa Diagnosis Autisme Naik Pesat? Berikut Penjelasan Ilmiahnya\" target=\"_blank\">Mengapa Diagnosis Autisme Naik Pesat? Berikut Penjelasan Ilmiahnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Ternyata setelah mendapat diagnosis itu, yang paling berat adalah menenangkan diri saya sendiri sebagai seorang ibu. Selama setahun itu kondisinya saya selalu menyalahkan diri sendiri. Saya pikir waktu itu yang paling bersalah adalah saya,&#8221; ujar Wina.<\/p>\n<p>Untuk memulihkan kondisi emosionalnya, Wina bahkan memutuskan untuk berkonsultasi dengan psikolog. Menurutnya, melakukan rekonsiliasi batin jauh lebih rumit karena anak dengan autisme seringkali memiliki dunianya sendiri dan tidak menyadari bahwa dirinya berbeda.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 15px; border-left: 5px solid #2c3e50; margin: 20px 0;\"><strong>Data Perjalanan Wina Natalia Mendampingi Sigra:<\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #eee;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Konteks<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Keterangan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Usia Diagnosis Sigra<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">3 Tahun<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Durasi Fase Pemulihan Mental<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Sekitar 1 Tahun<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Langkah Pemulihan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Konsultasi ke Psikolog<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Sistem Pendukung Utama<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Keluarga inti dan kakak-kakak Sigra<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h2>Pentingnya Bangkit demi Masa Emas Anak<\/h2>\n<p>Wina menyadari bahwa larut dalam kesedihan berkepanjangan dapat merugikan tumbuh kembang sang buah hati. Jika orang tua terus terpuruk, anak berisiko kehilangan &#8220;masa emas&#8221; untuk mendapatkan intervensi terapi sedini mungkin.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/943989\/3-pesan-wina-natalia-untuk-orangtua-anak-berkebutuhan-khusus\" title=\"3 Pesan Wina Natalia untuk Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus\" target=\"_blank\">3 Pesan Wina Natalia untuk Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Kalau saya terlalu sedih, anak ini akhirnya tidak diapa-apakan dan kita kehilangan momen untuk membuat dia lebih baik. Dari situ saya bangkit,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Dukungan dari keluarga inti, termasuk penerimaan hangat dari kakak-kakak Sigra, menjadi faktor kunci yang membantunya pulih.<\/p>\n<p>Tepat saat Sigra menginjak usia empat tahun, Wina akhirnya memiliki keberanian untuk membagikan kisah kondisi istimewa anaknya kepada publik. Ia pun berpesan kepada para ibu yang sedang berada di posisi serupa agar tidak menghukum diri sendiri.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak apa-apa jika merasa bingung, sedih, atau takut. Semua orang tua pasti melewati fase itu karena tidak ada yang langsung siap. Tapi pesan saya, lewati fasenya, cepat bangkit, jangan berlarut-larut, dan jangan pernah merasa malu,&#8221; pungkasnya. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/944117\/wina-natalia-berbagi-kisah-perjuangan-mental-ibu-dengan-anak-autisme\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyanyi dan penulis buku sekaligus orang tua dari anak dengan autisme, Wina Natalia, dalam acara pembukaan Special Kids Expo (SPEKIX) Neurodiversity Expo 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Sabtu (10\/10\/2026).(ANTARA\/Farika Nur Khotimah) PENYANYI sekaligus penulis buku, Wina Natalia, membagikan pengalaman emosionalnya sebagai orangtua dari anak dengan autisme. Ia mengungkapkan bahwa tantangan terberat bagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":118487,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-118486","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118486","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118486"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118486\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118487"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118486"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}