{"id":118484,"date":"2026-10-14T06:24:45","date_gmt":"2026-10-13T23:24:45","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/14\/tersandung-skandal-etik-dan-tagihan-kartu-kredit-duta-besar-as-untuk-yunani-diminta-mengundurkan-diri\/"},"modified":"2026-10-14T06:24:45","modified_gmt":"2026-10-13T23:24:45","slug":"tersandung-skandal-etik-dan-tagihan-kartu-kredit-duta-besar-as-untuk-yunani-diminta-mengundurkan-diri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/14\/tersandung-skandal-etik-dan-tagihan-kartu-kredit-duta-besar-as-untuk-yunani-diminta-mengundurkan-diri\/","title":{"rendered":"Tersandung Skandal Etik dan Tagihan Kartu Kredit, Duta Besar AS untuk Yunani Diminta Mengundurkan Diri"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/14\/1791933649_156540fafa881023fc43.jpg\" alt=\"Tersandung Skandal Etik dan Tagihan Kartu Kredit, Duta Besar AS untuk Yunani Diminta Mengundurkan Diri\"\/><figcaption>Pemerintah AS meminta Kimberly Guilfoyle mundur dari jabatan Duta Besar Yunani usai diterpa dugaan pelanggaran etik dan permintaan pembayaran tagihan kartu kredit.(Instagram)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PEMERINTAHAN Presiden Donald Trump telah meminta <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kimberly-guilfoyle\" title=\"Kimberly Guilfoyle\">Kimberly Guilfoyle<\/a> untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Yunani. Keputusan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Katie Zacharia, di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap serangkaian tuduhan pelanggaran etik yang melibatkan mantan pembawa acara Fox News tersebut.<\/p>\n<p>Dalam taklimat media resminya, Zacharia mengonfirmasi bahwa Guilfoyle telah diminta untuk meletakkan jabatannya tanpa merinci detail penyebab keputusan tersebut. &#8220;Beliau telah menjadi aset yang luar biasa bagi tim, dan kami berharap yang terbaik untuknya,&#8221; ujar Zacharia.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Presiden Trump menyampaikan pada hari Selasa bahwa Guilfoyle telah melakukan pekerjaan yang baik, namun mengonfirmasi bahwa ia tidak akan lagi bertugas di Yunani. &#8220;Saya tidak menyukai apa yang saya baca,&#8221; kata Trump.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/943225\/donald-trump-pertimbangkan-copot-duta-besar-as-untuk-yunani-kimberly-guilfoyle\" title=\"Donald Trump Pertimbangkan Copot Duta Besar AS untuk Yunani Kimberly Guilfoyle\" target=\"_blank\">Donald Trump Pertimbangkan Copot Duta Besar AS untuk Yunani Kimberly Guilfoyle<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Posisinya sebagai diplomat senior kian terdesak setelah muncul laporan bahwa dirinya diduga meminta seorang donatur kampanye Trump, Eric Deters, untuk membayar tagihan kartu kredit miliknya dalam jumlah besar sebagai imbalan atas akses ke lingkaran pemerintahan. Selain itu, ia juga dituduh melakukan serangkaian perilaku tidak pantas selama bertugas di Athena.<\/p>\n<p>Serangkaian pesan teks yang diperoleh media menunjukkan Guilfoyle meminta Deters mengirimkan dana secara langsung. &#8220;Tidak akan terlihat di mana pun jika Anda mentransfer uang ke American Express,&#8221; tulis Guilfoyle dalam salah satu pesan Signal. Pada pesan lain yang dikirim beberapa hari sebelum sidang konfirmasi Senat pada Juli lalu, ia menulis: &#8220;Sayang, tolong saya butuh Anda menyelesaikan ini untuk saya hari ini.&#8221;<\/p>\n<p>Tim pengacara Guilfoyle membantah keabsahan pesan-pesan tersebut dan menyatakan kliennya hanya meminta pembayaran yang memang menjadi haknya atas pekerjaan pidato dan konsultasi yang dilakukan untuk Deters sebelum menjabat sebagai duta besar.<\/p>\n<p>Namun, Deters membantah klaim pengacara tersebut saat diwawancarai oleh BBC. Ia menegaskan tidak pernah membayar uang tersebut dan menyebut klaim mengenai utang biaya pidato atau konsultasi sebagai &#8220;kebohongan penuh&#8221;. Deters, yang mengaku berencana mengambil langkah hukum terhadap Guilfoyle, menyatakan, &#8220;Ini adalah hari yang hebat bagi diplomasi Amerika.&#8221;<\/p>\n<p>Selain masalah finansial, The Wall Street Journal melaporkan adanya rekaman suara yang menunjukkan Guilfoyle memamerkan hubungannya dengan konglomerat bisnis Yunani yang mendanai perjalanan mewah serta jet pribadi untuk dirinya. Ia juga dituduh sesumbar kepada seorang pejabat di Athena bahwa AS bisa menggulingkan pemerintah Yunani. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dilaporkan turut merasa tidak senang dengan munculnya berbagai tuduhan ini.<\/p>\n<p>Menanggapi tuduhan yang mengarah padanya, sosok berusia 57 tahun yang juga mantan istri Gubernur California Gavin Newsom serta mantan tunangan Donald Trump Jr. tersebut membantah seluruh tuduhan. Melalui unggahan panjang di platform X, Guilfoyle menegaskan bakal membela diri dan menjaga integritasnya.<\/p>\n<p>&#8220;Saya berniat membela nama baik, reputasi, dan integritas saya dengan gigih,&#8221; tulisnya, sembari menambahkan bahwa ia tidak akan &#8220;membiarkan tuduhan palsu mendefinisikan pengabdian publik saya selama berdekade-dekade.&#8221; (BBC\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/944118\/tersandung-skandal-etik-dan-tagihan-kartu-kredit-duta-besar-as-untuk-yunani-diminta-mengundurkan-diri\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemerintah AS meminta Kimberly Guilfoyle mundur dari jabatan Duta Besar Yunani usai diterpa dugaan pelanggaran etik dan permintaan pembayaran tagihan kartu kredit.(Instagram) PEMERINTAHAN Presiden Donald Trump telah meminta Kimberly Guilfoyle untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Yunani. Keputusan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Katie Zacharia, di tengah meningkatnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":118485,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-118484","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118484","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118484"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118484\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118485"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118484"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118484"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118484"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}