{"id":118458,"date":"2026-10-14T05:18:38","date_gmt":"2026-10-13T22:18:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/14\/ujian-kenaikan-kelas-momentum-untuk-pembenahan-pembelajaran-dan-asesmen\/"},"modified":"2026-10-14T05:18:38","modified_gmt":"2026-10-13T22:18:38","slug":"ujian-kenaikan-kelas-momentum-untuk-pembenahan-pembelajaran-dan-asesmen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/14\/ujian-kenaikan-kelas-momentum-untuk-pembenahan-pembelajaran-dan-asesmen\/","title":{"rendered":"Ujian Kenaikan Kelas Momentum untuk Pembenahan Pembelajaran dan Asesmen"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/14\/1791920418_4bc77a120746773ce55d.jpg\" alt=\"Ujian Kenaikan Kelas: Momentum untuk Pembenahan Pembelajaran dan Asesmen\"\/><figcaption>(Dok. Pribadi)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>GAGASAN Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) untuk memberlakukan kembali <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ujian-kenaikan-kelas\" title=\"Ujian Kenaikan Kelas\">ujian kenaikan kelas<\/a> patut mendapat dukungan. Kebijakan ini dapat menjadi momentum penting untuk memperbaiki mutu pendidikan Indonesia. Selama ini, praktik kenaikan kelas yang cenderung otomatis telah menimbulkan kekhawatiran karena sebagian siswa melanjutkan pendidikan ke tingkat berikutnya tanpa benar-benar menguasai kemampuan dasar yang seharusnya dimiliki.<\/p>\n<p>Bayangkan seorang anak naik ke kelas 6 sekolah dasar, tetapi masih kesulitan membaca dan memahami sebuah paragraf sederhana. Atau siswa sekolah menengah yang mampu menghafal rumus matematika, tetapi kebingungan ketika diminta menghitung diskon saat berbelanja. Jika keadaan seperti ini dibiarkan, kenaikan kelas hanya menjadi perpindahan administratif, bukan bukti kemajuan belajar.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Persoalan tersebut perlu diperhatikan secara serius. Hasil PISA 2025 menunjukkan hanya sekitar 25% siswa Indonesia berusia 15 tahun mencapai tingkat kompetensi minimum dalam membaca, dan dalam matematika sekitar 18% (OECD, 2026). Data ini menunjukkan betapa besarnya tantangan peningkatan literasi dan numerasi, sekaligus menunjukkan perlunya pembenahan sistem pembelajaran dan penilaian.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/943924\/kemendikdasmen-apresiasi-guru-pamong-ppg-transformatif-melalui-anugerah-gtk-2026\" target=\"_blank\" title=\"Kemendikdasmen Apresiasi Guru Pamong PPG Transformatif melalui Anugerah GTK 2026\">Kemendikdasmen Apresiasi Guru Pamong PPG Transformatif melalui Anugerah GTK 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>HARUS MENCERMINKAN KOMPETENSI<\/strong><\/p>\n<p>Pada hakikatnya, pendidikan bukan sekadar menyelesaikan kurikulum atau menghabiskan waktu untuk belajar selama satu tahun. Pendidikan bertujuan menghasilkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kemampuan berpikir yang diperlukan siswa dalam kehidupan. Karena itu, kenaikan kelas seharusnya mencerminkan perkembangan kompetensi yang nyata. Siswa yang naik kelas idealnya telah menguasai kemampuan dasar sebagai bekal mempelajari materi yang lebih kompleks.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/943532\/kampus-ini-perkuat-kompetensi-digital-guru-untuk-pembelajaran-di-kelas\" target=\"_blank\" title=\"Kampus ini Perkuat Kompetensi Digital Guru untuk Pembelajaran di Kelas\">Kampus ini Perkuat Kompetensi Digital Guru untuk Pembelajaran di Kelas<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Contoh, siswa kelas 3 SD yang belum paham operasi perkalian akan mendapat kesulitan ketika mempelajari pembagian, pecahan, dan perbandingan di kelas berikutnya. Kesulitan itu dapat semakin menumpuk sehingga siswa kehilangan kepercayaan diri dan motivasi belajar.<\/p>\n<p>Kesulitan tersebut perlu diamati sejak awal melalui asesmen diagnostik, yaitu penilaian untuk mengpbservasi kemampuan dan kebutuhan belajar siswa. Prinsip ini sejalan dengan panduan pembelajaran dan asesmen <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemendikdasmen\" title=\"Kemendikdasmen\">Kemendikdasmen<\/a> (BSKAP, 2025).<\/p>\n<p>Perlu dipahami, mengembalikan ujian kenaikan kelas bukan berarti harus kembali pada sistem pendidikan yang menekankan angka rapor dan kelulusan. Kebijakan ini justru harus menjadi pintu masuk untuk memperbaiki cara guru mengajar dan menilai kemampuan siswa.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>UBAH PEMBELAJARAN HAFALAN KE TRANSFORMATIF<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu masalah pembelajaran yang masih banyak dijumpai ialah penekanan berlebihan pada hafalan. Siswa diminta mengingat definisi, rumus, nama tokoh, atau peristiwa, kemudian mengulanginya ketika ujian. Mungkin saja siswa mendapat nilai tinggi, tetapi tidak mampu menggunakan pengetahuan itu dalam kehidupan nyata.<\/p>\n<p>Pembelajaran masa depan diarahkan pada pembelajaran transformatif, yakni pembelajaran yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi mengubah cara berpikir, memperluas pemahaman, dan melatih kemampuan bertindak secara bertanggung jawab. Menurut pemikiran Mezirow (1991), betapa pentingnya refleksi kritis dalam mengubah perspektif belajar.<\/p>\n<p>Dalam pelajaran lingkungan hidup, misalnya, siswa tidak cukup hanya menghafal pengertian pencemaran air. Guru dapat mengajak mereka mengamati kondisi sungai atau selokan di sekitar sekolah, mengamati penyebab pencemaran, kemudian merancang solusi sederhana untuk menguranginya. Kegiatan seperti ini dapat dinilai melalui asesmen berbasis projek (<em>project-based assessment<\/em>). Siswa tidak hanya mengetahui konsep pencemaran, tetapi juga belajar mengamati, menganalisis masalah, bekerja sama, dan mengambil keputusan.<\/p>\n<p>Demikian pula dalam pembelajaran matematika. Ketimbang menghafal rumus persentase, siswa dapat diminta membandingkan antara harga barang dan potongan diskon. Mereka kemudian menjelaskan pilihan pembelian yang paling menguntungkan beserta alasannya. Pembelajaran demikian menjadikan pengetahuan lebih bermakna karena berhubungan langsung dengan pengalaman sehari-hari.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>MENGUKUR KEMAMPUAN NYATA<\/strong><\/p>\n<p>Perubahan pembelajaran harus diikuti perubahan asesmen. Ujian kenaikan kelas tidak hanya berisi soal pilihan ganda yang menguji kemampuan mengingat informasi. Wiggins (1990) menegaskan pentingnya asesmen autentik (<em>authentic assessment<\/em>), yakni penilaian melalui tugas yang memungkinkan siswa memperlihatkan kemampuan menerapkan pengetahuan, berpikir, dan memecahkan masalah.<\/p>\n<p>Dalam pelajaran bahasa Indonesia, misalnya, daripada hanya menanyakan definisi gagasan utama, siswa dapat diberikan artikel pendek tentang penggunaan telepon pintar di sekolah. Mereka diminta menemukan gagasan utama, membedakan fakta dan pendapat, kemudian menyampaikan pandangan dan apa alasannya.<\/p>\n<p>Untuk pelajaran matematika, guru dapat menyajikan persoalan pengelolaan uang kas kelas. Siswa diminta menghitung pemasukan, pengeluaran, dan sisa dana, sekaligus memberikan saran penggunaan uang secara efisien.<\/p>\n<p>Contoh tersebut merupakan asesmen berbasis kinerja (<em>performance assessment<\/em>) karena siswa harus menunjukan kemampuan menerapkan pengetahuan, bukan sekadar mengingat jawaban. Asesmen tidak harus ujian tertulis. Presentasi, proyek, portofolio, praktik, dan pengamatan penting digunakan dalam asesmen formatif selama pembelajaran maupun asesmen sumatif untuk menilai pencapaian akhir kompetensi. Asesmen bukan sekadar alat menentukan siapa yang naik kelas, tetapi yang terpenting kompetensi mana yang sudah atau belum dicapai setiap siswa.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>JANGAN BIARKAN ANAK YANG BELUM MAMPU<\/strong><\/p>\n<p>Penting untuk dipahami bahwa ujian kenaikan kelas tidak berubah menjadi alat menghukum siswa yang mengalami kesulitan belajar. Anak memiliki kemampuan, latar belakang keluarga, dan kesempatan belajar yang berbeda. Sebagian membutuhkan waktu serta pendampingan lebih banyak untuk mencapai kompetensi yang sama.<\/p>\n<p>Karena itu, sebelum keputusan tidak naik kelas diambil, sekolah harus menyediakan pembelajaran remedial yang terencana, pendampingan individual, dan kesempatan penilaian ulang. Contoh, siswa yang belum lancar membaca dapat mengikuti program pendampingan membaca selama beberapa minggu, menggunakan bahan bacaan sesuai kemampuannya, dan dipantau secara berkala melalui asesmen formatif.<\/p>\n<p>Menurut Black dan Wiliam (1998), asesmen formatif penting untuk memberikan umpan balik agar guru memperbaiki cara mengajarnya, serta dapat memberikan kontribusi penting terhadap peningkatan hasil belajar. Guru memerlukan dukungan pelatihan, waktu, dan sumber daya agar untuk melaksanakan pembelajaran serta asesmen yang berkualitas. Orangtua perlu dilibatkan sebagai mitra, bukan sekadar penerima laporan nilai.<\/p>\n<p>Keputusan tidak naik kelas sebaiknya menjadi pilihan terakhir setelah berbagai upaya bantuan dilakukan, bukan konsekuensi otomatis dari satu hasil ujian.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>MENUJU PENDIDIKAN BERMUTU BAGI SEMUA<\/strong><\/p>\n<p>Tujuan pendidikan bukan membuat sebanyak mungkin siswa naik kelas. Yang lebih penting ialah memastikan setiap anak benar-benar belajar dan berkembang.<\/p>\n<p>Saya mendukung gagasan mengembalikan ujian kenaikan kelas sepanjang pelaksanaannya berorientasi pada penguasaan kompetensi, menggunakan asesmen yang bermakna, dan menjamin pendampingan bagi siswa yang tertinggal.<\/p>\n<p>Indonesia perlu generasi yang bukan hanya pandai menghafal jawaban, tetapi memahami persoalan, mempersoalkan informasi, mencari solusi, dan menggunakan pengetahuan untuk memperbaiki kehidupan. Tugas utama sekolah ialah memastikan setiap anak memperoleh kesempatan terbaik untuk mencapai kemajuan tersebut sehingga harapan pendidikan bermutu bagi semua dapat tercapai.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/opini\/944071\/ujian-kenaikan-kelas-momentum-untuk-pembenahan-pembelajaran-dan-asesmen\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Dok. Pribadi) GAGASAN Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) untuk memberlakukan kembali ujian kenaikan kelas patut mendapat dukungan. Kebijakan ini dapat menjadi momentum penting untuk memperbaiki mutu pendidikan Indonesia. Selama ini, praktik kenaikan kelas yang cenderung otomatis telah menimbulkan kekhawatiran karena sebagian siswa melanjutkan pendidikan ke tingkat berikutnya tanpa benar-benar menguasai kemampuan dasar yang seharusnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":118459,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-118458","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118458","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118458"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118458\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118459"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118458"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118458"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118458"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}