{"id":118424,"date":"2026-10-14T03:45:37","date_gmt":"2026-10-13T20:45:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/14\/tidur-berkualitas-jadi-kunci-produktivitas-dan-pengambilan-keputusan\/"},"modified":"2026-10-14T03:45:37","modified_gmt":"2026-10-13T20:45:37","slug":"tidur-berkualitas-jadi-kunci-produktivitas-dan-pengambilan-keputusan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/14\/tidur-berkualitas-jadi-kunci-produktivitas-dan-pengambilan-keputusan\/","title":{"rendered":"Tidur Berkualitas Jadi Kunci Produktivitas dan Pengambilan Keputusan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/13\/1791899484_2eab6d899193bf46aa16.jpg\" alt=\"Tidur Berkualitas Jadi Kunci Produktivitas dan Pengambilan Keputusan\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KUALITAS <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tidur\" title=\"tidur\">tidur<\/a> memegang peranan krusial dalam menjaga kesehatan, konsentrasi, hingga produktivitas seseorang. Di tengah tingginya tuntutan pekerjaan dan aktivitas harian, waktu istirahat yang cukup menjadi faktor penentu dalam mendukung kinerja serta ketajaman pengambilan keputusan.<\/p>\n<p>Namun, realitas kehidupan perkotaan seperti kesibukan yang padat, durasi perjalanan menuju tempat kerja, konsumsi kafein, hingga ketergantungan pada perangkat digital sering kali membuat waktu tidur terabaikan. Kondisi ini berisiko menurunkan kebugaran dan menghambat kemampuan seseorang untuk beraktivitas secara optimal.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Isu pentingnya menjaga <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kualitas-tidur\" title=\"kualitas tidur\">kualitas tidur<\/a> ini menjadi sorotan dalam sesi <i>The CLARITY Recharge: Sleep That Powers Better Decisions<\/i> pada ajang Indonesia Knowledge Forum (IKF) XV. Acara yang diselenggarakan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) ini berlangsung di The Kasablanka Hall, Jakarta, pada 13\u201314 Oktober 2026 dengan tema besar <i>&#8220;The Next Playbook: Create Clarity, Think Precisely, Act Decisively&#8221;<\/i>.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ramadan\/569009\/4-cara-menyiasati-perubahan-pola-tidur-selama-puasa-ramadan\" title=\"4 Cara Menyiasati Perubahan Pola Tidur selama Puasa Ramadan\" target=\"_blank\">4 Cara Menyiasati Perubahan Pola Tidur selama Puasa Ramadan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Hadir sebagai pembicara, dokter spesialis kesehatan tidur (somnolog), dr. Andreas Prasadja, RPSGT, menjelaskan bahwa tidur berkualitas tidak hanya diukur dari durasinya, tetapi juga dari kecukupan setiap tahapan tidur yang dibutuhkan oleh tubuh dan otak.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/content\/2026\/10\/13\/1791899378_7ff8a8ce895713e9dfe0.jpeg\"\/><\/p>\n<h5><strong>MI\/HO<\/strong>&#8212;<em>Sesi The CLARITY Recharge: Sleep That Powers Better Decisions pada ajang Indonesia Knowledge Forum (IKF) XV.<\/em><\/h5>\n<h2 style=\"border-bottom: 1px solid #ccc; padding-bottom: 5px;\">Memahami Siklus dan Tahapan Tidur<\/h2>\n<p>Menurut Andreas, otak secara alami mengatur komposisi tahapan tidur yang terdiri dari tidur ringan, tidur dalam (<i>deep sleep<\/i>), hingga fase <i>Rapid Eye Movement<\/i> (REM). Berikut adalah proporsi ideal dalam siklus tidur manusia:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/943756\/kenapa-ada-orang-yang-suka-mengigau-saat-tidur\" title=\"Kenapa Ada Orang yang Suka Mengigau saat Tidur?\" target=\"_blank\">Kenapa Ada Orang yang Suka Mengigau saat Tidur?<\/a><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: left;\">Tahapan Tidur<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: left;\">Persentase Ideal<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: left;\">Keterangan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Tidur Ringan (Tahap N1)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Sekitar 5%<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Tahap awal transisi menuju tidur.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Tidur Ringan (Tahap N2)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Sekitar 50%<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Dominasi waktu tidur dalam satu siklus.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Tidur Dalam (Deep Sleep)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">20% \u2013 25%<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Penting untuk pemulihan fisik.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Fase REM<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">20% \u2013 25%<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Berkaitan dengan aktivitas mimpi dan fungsi kognitif.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Ia menekankan bahwa seseorang tidak perlu terobsesi mengatur proporsi ini secara manual karena otak telah mengaturnya secara otomatis.<\/p>\n<h2 style=\"border-bottom: 1px solid #ccc; padding-bottom: 5px;\"><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/power-nap\" title=\"Power Nap\">Power Nap<\/a>: Solusi Produktivitas Pekerja<\/h2>\n<p>Andreas menyoroti fenomena pekerja perkotaan yang kekurangan waktu tidur bukan karena gangguan medis, melainkan karena keterbatasan kesempatan beristirahat. Sebagai solusi, ia menyarankan <i>power nap<\/i> atau tidur siang singkat untuk memulihkan kebugaran.<\/p>\n<p>Saat ini, beberapa perusahaan mulai menyediakan ruang khusus tidur siang dengan fasilitas yang mendukung, seperti pencahayaan redup dan suasana tenang. Meski posisi berbaring adalah yang paling ideal, karyawan tetap bisa memanfaatkan kursi atau bantal sederhana di tempat kerja untuk mendapatkan manfaat dari kebiasaan ini, yang juga berdampak positif pada kesehatan metabolisme.<\/p>\n<h2 style=\"border-bottom: 1px solid #ccc; padding-bottom: 5px;\">Waspada Orthosomnia dan Ketergantungan Data<\/h2>\n<p>Terkait tren penggunaan <i>smartwatch<\/i> untuk memantau tidur, dr. Andreas memberikan peringatan agar masyarakat tidak terjebak dalam <i>orthosomnia,\u00a0<\/i>kondisi kecemasan akibat terobsesi mendapatkan skor tidur sempurna berdasarkan data perangkat digital.<\/p>\n<p>\u201cFitur pelacakan tidur dapat membantu mengenali pola, tetapi belum tentu akurat. Perbedaan hasil pengukuran bisa mencapai 40 menit,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Indikator tidur sehat yang paling valid adalah saat seseorang bangun dengan segar, tetap bugar sepanjang hari, dan produktif tanpa ketergantungan pada stimulan seperti kafein atau nikotin.<\/p>\n<h2 style=\"border-bottom: 1px solid #ccc; padding-bottom: 5px;\">Tips Menjaga Kualitas Tidur<\/h2>\n<p>Untuk mendapatkan istirahat yang optimal, dr. Andreas membagikan beberapa langkah praktis:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Atur Konsumsi Kafein:<\/strong> Efek kafein bisa bertahan 9\u201315 jam. Disarankan mengonsumsi kopi terakhir 12 jam sebelum waktu tidur.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Batasi Penggunaan Gawai:<\/strong> Cahaya biru layar dapat mengganggu jam biologis, meski aktivitas ringan yang merelaksasi pikiran tetap diperbolehkan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Jeda Olahraga:<\/strong> Berikan jeda minimal dua jam antara olahraga dan waktu tidur agar suhu tubuh dan adrenalin kembali normal.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Bijak Gunakan Suplemen:<\/strong> Melatonin atau magnesium bukan pengganti pola tidur sehat. Konsistensi tetap menjadi kunci utama.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Pembahasan mengenai kesehatan tidur ini menjadi bagian dari komitmen BCA melalui IKF XV untuk memperluas perspektif peserta dalam menghadapi tantangan kepemimpinan dan pengembangan kapasitas diri di tengah ketidakpastian global. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/943999\/tidur-berkualitas-jadi-kunci-produktivitas-dan-pengambilan-keputusan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) KUALITAS tidur memegang peranan krusial dalam menjaga kesehatan, konsentrasi, hingga produktivitas seseorang. Di tengah tingginya tuntutan pekerjaan dan aktivitas harian, waktu istirahat yang cukup menjadi faktor penentu dalam mendukung kinerja serta ketajaman pengambilan keputusan. Namun, realitas kehidupan perkotaan seperti kesibukan yang padat, durasi perjalanan menuju tempat kerja, konsumsi kafein, hingga ketergantungan pada perangkat digital [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":118425,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-118424","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118424","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118424"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118424\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118425"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118424"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118424"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118424"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}