{"id":118292,"date":"2026-10-13T22:06:46","date_gmt":"2026-10-13T15:06:46","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/13\/jangan-cuma-kata-orang-tua-ahli-ingatkan-bahaya-pola-asuh-turun-temurun-tanpa-bukti-ilmiah\/"},"modified":"2026-10-13T22:06:46","modified_gmt":"2026-10-13T15:06:46","slug":"jangan-cuma-kata-orang-tua-ahli-ingatkan-bahaya-pola-asuh-turun-temurun-tanpa-bukti-ilmiah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/13\/jangan-cuma-kata-orang-tua-ahli-ingatkan-bahaya-pola-asuh-turun-temurun-tanpa-bukti-ilmiah\/","title":{"rendered":"Jangan Cuma Kata Orang Tua Ahli Ingatkan Bahaya Pola Asuh Turun-temurun tanpa Bukti Ilmiah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/13\/1791903911_fa94b66f3cb531b9c63f.jpg\" alt=\"Jangan Cuma \" kata=\"\" orang=\"\" tua=\"\" ahli=\"\" ingatkan=\"\" bahaya=\"\" pola=\"\" asuh=\"\" turun-temurun=\"\" tanpa=\"\" bukti=\"\" ilmiah=\"\"\/><figcaption>Ilustrasi pengasuhan anak.(Dok. Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-path-to-node=\"3,1\">KEBIASAAN mengasuh anak yang diwariskan secara turun-temurun tidak lagi bisa diterapkan secara mentah-mentah. Guru Besar Tetap Fakultas Psikologi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/universitas-indonesia\" title=\"universitas indonesia\">Universitas Indonesia<\/a>, Prof. Rose Mini Agoes Salim, mengingatkan masyarakat untuk selalu mempertimbangkan riset ilmiah dan kebutuhan spesifik setiap anak dalam menerapkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pola-asuh\" title=\"pola asuh\">pola asuh<\/a>.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"3,2\">menurut Rose Mini, ilmu pengetahuan mengenai <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tumbuh-kembang-anak\" title=\"tumbuh kembang anak\">tumbuh kembang anak<\/a> terus mengalami kemajuan. Kebiasaan masa lalu yang dahulu dianggap lazim kini perlu ditinjau ulang berdasarkan bukti medis dan panduan tenaga ahli.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-path-to-node=\"3,3\">&#8220;Kita harus menggunakan cara terbaik untuk anak berdasarkan penelitian dan fakta. Jangan sekadar membawa tradisi turun-temurun, karena apa yang cocok untuk satu orang belum tentu cocok untuk anak lain,&#8221; ujar Rose Mini saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (13\/10).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/904027\/ini-faktor-faktor-pemicu-perilaku-kasar-dan-kekerasan-menurut-psikolog\" title=\"Ini Faktor-Faktor Pemicu Perilaku Kasar dan Kekerasan Menurut Psikolog\" target=\"_blank\">Ini Faktor-Faktor Pemicu Perilaku Kasar dan Kekerasan Menurut Psikolog<\/a><\/strong><\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"3,4\">Risiko Kesehatan pada Anak<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"3,5\">Rose Mini menyoroti praktik berbahaya yang masih sering ditemui, seperti pemberian telur mentah atau makanan padat pada bayi yang belum siap. Tindakan tanpa pertimbangan usia dan kondisi fisik bayi ini berpotensi memicu masalah kesehatan serius.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"3,6\">Sorotan terhadap keamanan pangan bayi ini mencuat pasca-kejadian di Surabaya, di mana seorang bayi dilaporkan meninggal dunia setelah diduga diberi telur mentah oleh anggota keluarganya.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"3,7\">Menanggapi hal tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) secara tegas melarang pemberian telur mentah maupun setengah matang kepada bayi dan anak-anak. Langkah ini penting untuk menghindari risiko kontaminasi bakteri bahaya seperti <i data-index-in-node=\"236\" data-path-to-node=\"3,7\">Salmonella<\/i>.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/885369\/idai-ingatkan-pentingnya-standar-daycare-untuk-tumbuh-kembang-anak\" title=\"IDAI Ingatkan Pentingnya Standar Daycare untuk Tumbuh Kembang Anak\" target=\"_blank\">IDAI Ingatkan Pentingnya Standar Daycare untuk Tumbuh Kembang Anak<\/a><\/strong><\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"3,8\">Fleksibilitas dalam Pengasuhan<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"3,9\">Rose Mini menegaskan bahwa setiap anak itu unik, sehingga tidak ada satu pola pengasuhan tunggal yang bisa diterapkan secara seragam ke semua keluarga.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"3,10\">&#8220;Tidak ada teori yang bisa dipakai langsung <i data-index-in-node=\"44\" data-path-to-node=\"3,10\">plek-plek<\/i> (mentah-mentah) kepada keluarga kita, kadang-kadang harus dimodifikasi,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"3,11\">Kendati demikian, ia tidak menampik bahwa pengalaman orang tua maupun kakek-nenek tetap bisa dijadikan bahan pertimbangan. Namun, pengalaman medis masa lalu tersebut wajib disaring dan disesuaikan dengan fakta kesehatan teruji.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"3,12\">Jika orang tua merasa ragu terkait pemberian nutrisi atau tahap tumbuh kembang anak, disarankan untuk langsung berkonsultasi dengan dokter anak atau pakar gizi demi memastikan tumbuh kembang anak berlangsung aman dan optimal. (Ant\/H-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/944021\/jangan-cuma-kata-orang-tua-ahli-ingatkan-bahaya-pola-asuh-turun-temurun-tanpa-bukti-ilmiah\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi pengasuhan anak.(Dok. Magnific) KEBIASAAN mengasuh anak yang diwariskan secara turun-temurun tidak lagi bisa diterapkan secara mentah-mentah. Guru Besar Tetap Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Prof. Rose Mini Agoes Salim, mengingatkan masyarakat untuk selalu mempertimbangkan riset ilmiah dan kebutuhan spesifik setiap anak dalam menerapkan pola asuh. menurut Rose Mini, ilmu pengetahuan mengenai tumbuh kembang anak terus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":118293,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-118292","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118292","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118292"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118292\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118293"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118292"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118292"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118292"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}