{"id":118204,"date":"2026-10-13T18:31:37","date_gmt":"2026-10-13T11:31:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/13\/survei-arawicaksa-institute-501-persen-warga-puas-terhadap-kinerja-pemerintahan-prabowo\/"},"modified":"2026-10-13T18:31:37","modified_gmt":"2026-10-13T11:31:37","slug":"survei-arawicaksa-institute-501-persen-warga-puas-terhadap-kinerja-pemerintahan-prabowo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/13\/survei-arawicaksa-institute-501-persen-warga-puas-terhadap-kinerja-pemerintahan-prabowo\/","title":{"rendered":"Survei Arawicaksa Institute 50,1 Persen Warga Puas Terhadap Kinerja Pemerintahan Prabowo"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/13\/1791890652_70eef3c629aa6227f5b9.jpg\" alt=\"Survei Arawicaksa Institute: 50,1 Persen Warga Puas Terhadap Kinerja Pemerintahan Prabowo\"\/><figcaption>Ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Arawicaksa Institute mengungkap tingkat kepuasan publik menjelang dua tahun masa jabatan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hasil riset terbaru mencatat 50,1% warga merasa puas terhadap kinerja pemerintah, sementara 44,8% lainnya menyatakan tidak puas dan sisanya sebesar 5,1% menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.\u00a0<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Peneliti Senior Arawicaksa Institute, Rudi Hartono, mengungkapkan bahwa selisih tipis 5% antara masyarakat yang merasa puas dan tidak puas memperlihatkan besarnya tumpukan pekerjaan rumah perekonomian serta <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tata-kelola-pemerintahan\" title=\"tata kelola pemerintahan\">tata kelola pemerintahan<\/a> yang perlu dievaluasi secara serius oleh Istana.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">&#8220;Hanya separuh warga yang merasa puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, di tengah banyaknya pekerjaan rumah yang harus diatasi. Jika dibedah lagi, selisih total antara yang merasa puas dengan yang tidak puas hanya 5%, sedangkan antara yang cukup puas (46,8%) dan kurang puas (38,7%) hanya 8%, menunjukkan tantangan serius yang harus diatasi oleh Prabowo,&#8221; ujar Rudi melalui keterangannya, Selasa (13\/10\/2026).\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/943888\/gibran-tanggapi-survei-75-rakyat-stres-akibat-kebijakan-pemerintah\" title=\"Gibran Tanggapi Survei 75% Rakyat Stres Akibat Kebijakan Pemerintah\" target=\"_blank\">Gibran Tanggapi Survei 75% Rakyat Stres Akibat Kebijakan Pemerintah<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Rudi menambahkan, rendahnya tingkat kepuasan publik di awal masa kepemimpinan bukan hal asing dalam sejarah politik Indonesia, mengingat kondisi serupa pernah terjadi pada era awal pemerintahan Presiden Joko Widodo yang sempat anjlok di bawah 50% usai menaikkan harga BBM bersubsidi, serta pola dinamika fluktuatif pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Berdasarkan pemetaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/survei\" title=\"survei\">survei<\/a> Arawicaksa Institute, persoalan utama yang dirasakan paling mendesak oleh masyarakat adalah stabilitas harga bahan kebutuhan pokok sebesar 38,0%, disusul penyediaan lapangan kerja sebesar 21,2%. Lonjakan harga pangan dan beras sepanjang tahun dinilai belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan tata kelola, sementara janji kampanye Pilpres 2024 terkait penciptaan 19 juta lapangan kerja baru terus ditagih oleh publik.\u00a0<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Persoalan lain yang menjadi perhatian masyarakat adalah isu pemberantasan korupsi sebesar 10,7%, pengentasan kemiskinan sebesar 8,6%, serta kelangkaan stok BBM dan elpiji sebesar 6,3%, di mana antrean panjang di SPBU dan wacana pembatasan BBM bersubsidi berbasis desil justru memicu polemik salah sasaran bagi masyarakat miskin.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/942426\/survei-kaspersky-2026-pengguna-ponsel-lebih-rajin-jaga-kebersihan-digital-dibanding-pengguna-pc\" title=\"Survei Kaspersky 2026: Pengguna Ponsel Lebih Rajin Jaga Kebersihan Digital dibanding Pengguna PC\" target=\"_blank\">Survei Kaspersky 2026: Pengguna Ponsel Lebih Rajin Jaga Kebersihan Digital dibanding Pengguna PC<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">&#8220;Makin meluasnya antrean di SPBU malah ditanggapi pemerintah dengan rencana pembatasan BBM bersubsidi berbasis desil, yang memicu perdebatan ketika banyak orang miskin justru digolongkan masuk desil 6-10. Menariknya, pembangunan infrastruktur tidak lagi menjadi fokus publik, sementara isu-isu terkait bencana dan lingkungan hidup, kebebasan berpendapat, dan perlindungan terhadap kelompok minoritas pun hanya disuarakan oleh lapisan kecil masyarakat,&#8221; ungkap Rudi.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Di ranah evaluasi program prioritas, publik memberikan skor keberhasilan tertinggi pada program Swasembada Pangan dengan skor penilaian rata-rata 8,4 dari skala 10, disusul revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran sebesar 6,5, pemeriksaan kesehatan gratis sebesar 6,3, Sekolah Rakyat sebesar 6,0, serta dukungan program hilirisasi sumber daya alam sebesar 4,7.\u00a0<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Sebaliknya, program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) cenderung dinilai cukup dengan skor 5,5 akibat tergerus skandal hukum serta gonta-ganti pimpinan di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam waktu singkat, meskipun secara umum masyarakat tetap memandang program MBG baik dan dibutuhkan jika masalah tata kelola dan kasus keracunan ditangani secara serius.\u00a0<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Sementara itu, program prioritas lain mencatatkan skor pencapaian sangat rendah, seperti Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih sebesar 2,1, target pembangunan 3 juta rumah rakyat sebesar 2,3, Sekolah Unggul Garuda sebesar 1,4, dan Kampung Nelayan Merah Putih sebesar 1,2.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Adapun, survei nasional Arawicaksa Institute ini dilaksanakan pada 3\u20138 Oktober 2026 melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara multistage random sampling di seluruh provinsi Indonesia, dengan wawancara tatap muka, tingkat kepercayaan 95 persen, serta margin of error \u00b12,89 persen.(H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/943910\/survei-arawicaksa-institute-501-persen-warga-puas-terhadap-kinerja-pemerintahan-prabowo\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Antara) Arawicaksa Institute mengungkap tingkat kepuasan publik menjelang dua tahun masa jabatan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hasil riset terbaru mencatat 50,1% warga merasa puas terhadap kinerja pemerintah, sementara 44,8% lainnya menyatakan tidak puas dan sisanya sebesar 5,1% menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.\u00a0 Peneliti Senior Arawicaksa Institute, Rudi Hartono, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":118205,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-118204","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118204","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118204"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118204\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118205"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118204"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118204"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118204"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}