{"id":118138,"date":"2026-10-13T15:43:40","date_gmt":"2026-10-13T08:43:40","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/13\/yayasan-konsumen-di-bali-desak-evaluasi-total-distribusi-bbm-usai-pasokan-terbatas\/"},"modified":"2026-10-13T15:43:40","modified_gmt":"2026-10-13T08:43:40","slug":"yayasan-konsumen-di-bali-desak-evaluasi-total-distribusi-bbm-usai-pasokan-terbatas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/13\/yayasan-konsumen-di-bali-desak-evaluasi-total-distribusi-bbm-usai-pasokan-terbatas\/","title":{"rendered":"Yayasan Konsumen di Bali Desak Evaluasi Total Distribusi BBM usai Pasokan Terbatas"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/13\/1791880046_1b1049819e8a91094c62.jpg\" alt=\"Yayasan Konsumen di Bali Desak Evaluasi Total Distribusi BBM usai Pasokan Terbatas\"\/><figcaption>Kelangkaan BBM bersubsidi di Bali membuat antrean kendaraan di SPBU mengular.(MI\/Arnoldus Dhae)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>YAYASAN Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali mendesak pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan, kesiapan infrastruktur, hingga pola penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali. Langkah tegas ini diambil merespons fenomena keterbatasan pasokan dan antrean panjang kendaraan yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Dewata dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n<p>Direktur YLPK Bali, I Putu Armaya, menegaskan bahwa penanganan masalah ini tidak cukup hanya mengandalkan akselerasi pengiriman barang di lapangan, melainkan harus menyentuh akar permasalahan tata kelola logistik energi dari hulu ke hilir.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cBukan hanya kecepatan pengiriman BBM, melainkan juga perencanaan stok, kecukupan pasokan, kesiapan infrastruktur distribusi, transparansi informasi, dan efektivitas pengawasan dari hulu hingga SPBU,\u201d kata Direktur YLPK Bali I Putu Armaya di Denpasar, Selasa (13\/10).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/943808\/pertalite-langka-di-bali-antrean-mengular-hingga-2-kilometer-di-spbu\" target=\"_blank\" title=\"Pertalite Langka di Bali, Antrean Mengular hingga 2 Kilometer di SPBU\">Pertalite Langka di Bali, Antrean Mengular hingga 2 Kilometer di SPBU<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Armaya menilai keterbukaan informasi menjadi kunci utama guna mencegah timbulnya kepanikan publik (<em>panic buying<\/em>) yang justru berpotensi memperburuk situasi di lapangan. Pihaknya meminta transparansi agar masyarakat tidak terjebak dalam ketidakpastian dan tidak melakukan pembelian berlebihan akibat kekhawatiran <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kelangkaan-bbm\" title=\"kelangkaan bbm\">kelangkaan BBM<\/a>.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, YLPK Bali menekankan konsumen bukan pihak yang seharusnya menanggung seluruh dampak kelemahan perencanaan atau gangguan distribusi. Pasalnya, lanjut dia, antrean panjang dapat menimbulkan kerugian waktu, biaya operasional, terganggunya mobilitas pekerja, serta hambatan bagi pelaku usaha dan sektor pariwisata Bali.<\/p>\n<p>Secara yuridis, persoalan itu, kata dia, perlu dievaluasi berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, khususnya Pasal 4 huruf a, mengenai hak konsumen atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan\/atau jasa.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/886524\/kelangkaan-bbm-di-riau-pemprov-dan-pertamina-pastikan-stok-aman\" target=\"_blank\" title=\"Kelangkaan BBM di Riau, Pemprov dan Pertamina Pastikan Stok Aman\">Kelangkaan BBM di Riau, Pemprov dan Pertamina Pastikan Stok Aman<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Solusi dan Rekomendasi Pemulihan Pasokan<\/h3>\n<p>Dalam menyikapi krisis penyaluran ini, YLPK Bali menekankan pentingnya proses pemulihan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/distribusi-bbm\" title=\"distribusi bbm\">distribusi BBM<\/a> disertai target waktu yang jelas dan informasi perkembangan kepada masyarakat.<\/p>\n<p>YLPK Bali juga menyodorkan sejumlah rekomendasi konkret kepada pemangku kepentingan, yakni melakukan audit distribusi, mulai dari terminal BBM, pengangkutan, hingga penyaluran di SPBU yang mengalami antrean serta membuka data yang relevan, termasuk stok, realisasi penyaluran, kebutuhan wilayah, dan penyebab keterlambatan dengan tetap memperhatikan informasi yang dilindungi hukum.<\/p>\n<p>Selain itu, memperketat pengawasan dan penindakan, apabila ditemukan penyimpangan distribusi, penimbunan, permainan harga, atau pelanggaran lainnya serta menyediakan kanal pengaduan dan evaluasi konsumen.<\/p>\n<h3>Penjelasan dan Langkah Penanganan Pertamina<\/h3>\n<p>Menanggapi gejolak antrean kendaraan di masyarakat, pihak penyedia pasokan mengonfirmasi adanya hambatan teknis pengiriman. Sementara itu, Area Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menjelaskan antrean panjang konsumen akibat keterlambatan pasokan.<\/p>\n<p>Guna mengatasi persoalan tersebut, Pertamina mengeklaim telah mengoperasikan armada kapal pengangkut energi secara bertahap untuk memperkuat cadangan BBM di Bali. Pihaknya telah mengerahkan kapal tanker secara bertahap untuk melakukan penyaluran BBM pada Rabu (7\/10) dan Minggu (11\/10) yang membawa 18.000 kiloliter <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pertalite\" title=\"pertalite\">pertalite<\/a> dan 2.500 kiloliter pertamax di Terminal Manggis.<\/p>\n<p>Upaya penebalan stok berlanjut pada pekan berikutnya. Kemudian kapal tanker membawa total 26.200 kiloliter BBM pada Senin 12 Oktober, Rabu 14 Oktober dan Jumat 16 Oktober di Terminal BBM Sanggaran di Denpasar dan Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem.<\/p>\n<p>Ahad menuturkan bahwa tingkat konsumsi harian masyarakat menjadi landasan utama pertimbangan logistik mereka. Ia menjelaskan rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 kiloliter per hari yang menjadi salah satu acuan dalam merencanakan pasokan dan mengatur prioritas distribusi BBM. (Ant\/E-4)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/943811\/yayasan-konsumen-di-bali-desak-evaluasi-total-distribusi-bbm-usai-pasokan-terbatas\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kelangkaan BBM bersubsidi di Bali membuat antrean kendaraan di SPBU mengular.(MI\/Arnoldus Dhae) YAYASAN Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali mendesak pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan, kesiapan infrastruktur, hingga pola penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali. Langkah tegas ini diambil merespons fenomena keterbatasan pasokan dan antrean panjang kendaraan yang melanda sejumlah wilayah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":118139,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-118138","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118138","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118138"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118138\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118139"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118138"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118138"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118138"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}