{"id":118126,"date":"2026-10-13T15:13:37","date_gmt":"2026-10-13T08:13:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/13\/sleman-masih-kekurangan-10-766-alat-penerangan-jalan\/"},"modified":"2026-10-13T15:13:37","modified_gmt":"2026-10-13T08:13:37","slug":"sleman-masih-kekurangan-10-766-alat-penerangan-jalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/13\/sleman-masih-kekurangan-10-766-alat-penerangan-jalan\/","title":{"rendered":"Sleman masih Kekurangan 10.766 Alat Penerangan Jalan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div id=\"\"><!--\/it--><!--it-->&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Heri Kuntadi di Sleman, Selasa, menjelaskan kebutuhan APJ di ruas jalan kabupaten mencapai 18.341 unit. Sementara itu, APJ yang telah tersedia sebanyak 9.020 unit sehingga masih terdapat kekurangan 9.321 unit.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><br \/>\n&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->&#8220;Jika ditambah kekurangan APJ untuk ruas jalan nasional sebanyak kurang lebih 572 unit dan jalan provinsi sekitar 873 unit, maka total kekurangan mencapai kurang lebih 10.766 APJ,&#8221; jelasnya.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/943694\/asrama-mahasiswa-toraja-di-sleman-terbakar-ikajo-serukan-solidaritas\" title=\"Asrama Mahasiswa Toraja di Sleman Terbakar, Ikajo Serukan Solidaritas\" target=\"_blank\">Asrama Mahasiswa Toraja di Sleman Terbakar, Ikajo Serukan Solidaritas<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Adapun kebutuhan APJ di kawasan permukiman diperkirakan jauh lebih besar. Dengan asumsi setiap rukun tetangga (RT) membutuhkan 20 lampu, Kabupaten Sleman yang memiliki 7.548 RT memerlukan total 150.960 unit APJ.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Menurut Heri, ketersediaan lampu penerangan di kawasan permukiman, baik yang dibangun melalui swadaya masyarakat maupun oleh pemerintah, diperkirakan mencapai 78.000 unit. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sekitar 72.960 unit APJ.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Untuk memenuhi kebutuhan tersebut sekaligus melakukan pemeliharaan, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran pembangunan APJ baru dan perawatan fasilitas yang sudah tersedia.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/923025\/hut-ri-ke-81-injourney-destination-management-tuntaskan-renovasi-rumah-layak-huni-ke-56\" title=\"HUT RI ke-81: InJourney Destination Management Tuntaskan Renovasi Rumah Layak Huni ke-56\" target=\"_blank\">HUT RI ke-81: InJourney Destination Management Tuntaskan Renovasi Rumah Layak Huni ke-56<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Pada 2026, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp30,6 miliar untuk pembangunan dan Rp7,8 miliar untuk pemeliharaan. Anggaran pembangunan telah dimanfaatkan untuk menambah APJ permukiman sebanyak 3.952 titik. Sementara itu, anggaran pemeliharaan yang telah digunakan tercatat sebesar Rp6,7 miliar.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->&#8220;Untuk tahun 2027 direncanakan pembangunan APJ ruas jalan sebanyak 444 unit dan APJ permukiman sebanyak 3.437 unit, serta pemeliharaan APJ dengan anggaran sebesar Rp7,8 miliar,&#8221; katanya.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Heri mengungkapkan, kegiatan pemeliharaan antara lain difokuskan pada pengadaan lampu LED (<!--\/if--><!--\/it--><!--it--><em><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->light-emitting diode<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/em><!--\/it--><!--it--><!--if-->) untuk mengganti lampu yang mati maupun lampu yang belum menggunakan teknologi LED.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->\u00a0Pemeliharaan juga mencakup penggantian lampu, perbaikan jaringan dan komponen, serta perbaikan tiang yang rusak.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it--><!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari oleh empat tim yang bekerja dengan jadwal bergiliran. Sebanyak tiga tim bertugas pada shift pagi hingga siang, sedangkan satu tim bertugas pada sore hingga malam. Khusus Minggu, hanya satu tim yang dijadwalkan bertugas pada pagi hingga siang.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Menurut Heri, perbaikan dan pemeliharaan dilakukan berdasarkan laporan atau aduan masyarakat serta hasil pemantauan rutin. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, Dishub Sleman juga telah menetapkan standar pelayanan penanganan kerusakan APJ.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Prioritas utama diberikan pada kerusakan yang berpotensi membahayakan keselamatan, seperti kabel putus, tiang roboh, dan tiang yang mengalami kebocoran arus listrik.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->\u00a0Selain itu, perbaikan diprioritaskan pada ruas jalan dengan tingkat kecelakaan tinggi dan potensi tindak kriminalitas. Jalur evakuasi bencana serta jalur utama aktivitas ekonomi dan pemerintahan juga menjadi perhatian.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it--><!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->&#8220;Selama tahun 2026 sampai dengan bulan September telah dilaksanakan perbaikan pada sejumlah 3.053 titik,&#8221; katanya.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->Dalam menentukan lokasi pembangunan APJ baru, Dishub Sleman mengombinasikan data hasil survei dan pendataan lapangan dengan usulan masyarakat. Untuk mempermudah akses informasi dan mengetahui lokasi penerangan jalan, pihaknya juga tengah mengembangkan pemetaan geospasial APJ berbasis aplikasi.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->\u00a0Heri berharap pembangunan APJ dapat dilakukan secara merata sehingga titik-titik gelap di ruas jalan maupun kawasan permukiman dapat dikurangi.<!--\/if--><!--\/it--><!--\/for--><!--\/comp--><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<!--\/it--><!--it--><!--\/it--><!--it-->&#13;<br \/>\n&#13;<\/p>\n<p><!--comp--><!--for--><!--it--><!--if-->(AU\/P-3)<\/p>\n<p>&#13;\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/943805\/sleman-masih-kekurangan-10766-alat-penerangan-jalan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#13; Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Heri Kuntadi di Sleman, Selasa, menjelaskan kebutuhan APJ di ruas jalan kabupaten mencapai 18.341 unit. Sementara itu, APJ yang telah tersedia sebanyak 9.020 unit sehingga masih terdapat kekurangan 9.321 unit. &#13; &#13; &#13; &#8220;Jika ditambah kekurangan APJ untuk ruas jalan nasional sebanyak kurang lebih 572 unit dan jalan provinsi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":118127,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-118126","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118126","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118126"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118126\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118127"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118126"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118126"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118126"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}