{"id":118100,"date":"2026-10-13T14:27:43","date_gmt":"2026-10-13T07:27:43","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/13\/lima-gerakan-olahraga-atasi-dampak-buruk-duduk-terlalu-lama\/"},"modified":"2026-10-13T14:27:43","modified_gmt":"2026-10-13T07:27:43","slug":"lima-gerakan-olahraga-atasi-dampak-buruk-duduk-terlalu-lama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/13\/lima-gerakan-olahraga-atasi-dampak-buruk-duduk-terlalu-lama\/","title":{"rendered":"Lima Gerakan Olahraga Atasi Dampak Buruk Duduk Terlalu Lama"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/13\/1791875965_26f3bdee1d4343ed3bfc.jpg\" alt=\"Lima Gerakan Olahraga Atasi Dampak Buruk Duduk Terlalu Lama\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DI\u00a0masa lalu, manusia harus terus bergerak untuk bertahan hidup, mulai dari berburu hingga bercocok tanam. Namun, di dunia modern yang serba canggih, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/duduk\" title=\"duduk\">duduk<\/a> menjadi standar aktivitas sehari-hari. Sayangnya, kenyamanan kursi kantor yang empuk bisa berdampak buruk jika dilakukan selama bertahun-tahun tanpa diimbangi aktivitas fisik.<\/p>\n<p>Dr. Randy Karim, seorang terapis fisik dari Cleveland Clinic, menjelaskan bahwa gaya hidup sedenter atau kurang gerak memengaruhi sendi, otot, dan hampir seluruh sistem tubuh. &#8220;Duduk terlalu lama dapat menurunkan aktivasi saraf, mengurangi sirkulasi darah, menurunkan kapasitas paru-paru, hingga meningkatkan risiko penyakit metabolik seperti hipertensi, obesitas, dan diabetes,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Ia bahkan menyebut bahwa duduk adalah rokok gaya baru\u00a0(<em>sitting is the new smoking<\/em>).\u00a0Untuk memulihkan kondisi tubuh akibat duduk selama bertahun-tahun, para ahli terapi fisik merekomendasikan lima latihan berikut yang bisa dilakukan sebagai camilan olahraga\u00a0(<em>exercise snacks<\/em>) di sela waktu kerja.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/942391\/bahaya-candaan-tarik-kursi-risiko-cedera-sumsum-tulang-belakang-dan-kelumpuhan\" title=\"Bahaya Candaan Tarik Kursi: Risiko Cedera Sumsum Tulang Belakang dan Kelumpuhan\" target=\"_blank\">Bahaya Candaan Tarik Kursi: Risiko Cedera Sumsum Tulang Belakang dan Kelumpuhan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>1. Seated Thoracic Extensions<\/h2>\n<p><strong>Manfaat:<\/strong> Meningkatkan mobilitas tulang belakang bagian atas dan tengah (toraks).<br \/>&#13;<br \/>\n<strong>Mengapa efektif:<\/strong> Gerakan ini melawan kekakuan pada punggung atas, leher, dan bahu akibat posisi membungkuk saat bekerja.<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Duduk tegak dengan punggung menempel pada sandaran kursi yang kokoh.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Letakkan tangan di belakang kepala atau silangkan di dada.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Sandarkan punggung atas ke arah belakang melewati bagian atas kursi secara perlahan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Tahan selama 10 detik dan ulangi sebanyak 10 kali.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Seated Thoracic Lumbar Extension - HomeCEU\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/ch2oSbrnUEE?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<h2>2. Scapular Retractions (Remasan Belikat)<\/h2>\n<p><strong>Manfaat:<\/strong> Memperkuat otot pendukung postur di sekitar belikat dan punggung atas.<br \/>&#13;<br \/>\n<strong>Mengapa efektif:<\/strong> Menarik bahu kembali ke posisi netral setelah berjam-jam mengetik atau memegang kemudi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/936355\/12-bahaya-terlalu-lama-duduk\" title=\"12 Bahaya Terlalu Lama Duduk\" target=\"_blank\">12 Bahaya Terlalu Lama Duduk<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Duduk atau berdiri tegak dengan siku ditekuk 90 derajat.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Tarik belikat ke belakang dan sedikit ke bawah, seolah ingin memasukkannya ke saku belakang celana.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Tahan selama 10 detik, lalu rileks. Ulangi 10 kali.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Scapular retraction (sitting)\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/hJffqKmfnfA?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<h2>3. Lunge Stretch di Tangga<\/h2>\n<p><strong>Manfaat:<\/strong> Meregangkan fleksor pinggul (hip flexors), paha depan, dan paha belakang.<br \/>&#13;<br \/>\n<strong>Mengapa efektif:<\/strong> Melenturkan area pinggul yang biasanya menjadi sangat kaku setelah duduk lama.<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Gunakan anak tangga (gunakan pegangan tangan untuk keseimbangan).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Langkahkan kaki kanan ke anak tangga ketiga, biarkan kaki kiri tetap di lantai.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Lakukan gerakan <em>lunge<\/em> ke depan dengan lutut kanan, jaga kaki kiri tetap lurus.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Tahan selama 30-45 detik sambil bernapas dalam, lalu ganti kaki.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Stationary Stair Lunges\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/BL0WFpCarQk?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<h2>4. Standing Hamstring Stretch dengan Hip Hinge<\/h2>\n<p><strong>Manfaat:<\/strong> Meregangkan otot paha belakang (hamstring) dan glutes.<br \/>&#13;<br \/>\n<strong>Mengapa efektif:<\/strong> Duduk membuat otot hamstring memendek, yang sering kali menjadi pemicu nyeri punggung bawah.<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Berdiri tegak, lalu tekuk tubuh dari pinggul (bukan pinggang) ke arah depan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Jaga punggung tetap netral dan panjang saat merasakan tarikan di bagian belakang paha.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Tahan selama 20-30 detik dan ulangi 2-3 kali.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Hamstring Hinge Stretch\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/CYemaUvBLxA?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<h2>5. Cat-Camel (Cat-Cow)<\/h2>\n<p><strong>Manfaat:<\/strong> Mengembalikan mobilitas seluruh segmen tulang belakang.<br \/>&#13;<br \/>\n<strong>Mengapa efektif:<\/strong> Membebaskan tulang belakang yang &#8220;terkunci&#8221; dalam satu posisi selama berjam-jam.<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Mulailah dengan posisi merangkak (tangan di bawah bahu, lutut di bawah pinggul).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Tarik napas, turunkan perut, dan angkat dada serta tulang ekor (posisi <em>cow<\/em>).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Buang napas, lengkungkan punggung ke arah langit-langit, masukkan dagu dan tulang ekor (posisi <em>cat<\/em>).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Lakukan sebanyak 8-10 siklus napas secara perlahan.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Cat Camel Exercise (AKA Cat Cow) for Thoracic Spine Mobility\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/dRXO0agekxA?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p><strong>Kapan Harus Berhenti?<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nDr. Joseph R. Hribick menyarankan untuk segera menghentikan latihan jika muncul nyeri tajam, pusing, mati rasa, atau kesemutan. Nyeri otot ringan adalah hal yang wajar, tetapi\u00a0gerakan harus tetap terasa nyaman dan tidak dipaksakan. (Parade\/I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/943777\/lima-gerakan-olahraga-atasi-dampak-buruk-duduk-terlalu-lama\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Magnific) DI\u00a0masa lalu, manusia harus terus bergerak untuk bertahan hidup, mulai dari berburu hingga bercocok tanam. Namun, di dunia modern yang serba canggih, duduk menjadi standar aktivitas sehari-hari. Sayangnya, kenyamanan kursi kantor yang empuk bisa berdampak buruk jika dilakukan selama bertahun-tahun tanpa diimbangi aktivitas fisik. Dr. Randy Karim, seorang terapis fisik dari Cleveland Clinic, menjelaskan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":118101,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-118100","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118100","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118100"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118100\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118101"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118100"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118100"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118100"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}