{"id":118071,"date":"2026-10-13T13:16:12","date_gmt":"2026-10-13T06:16:12","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/13\/mengintip-etosha-pan-namibia-dari-luar-angkasa-dataran-garam-mirip-planet-asing\/"},"modified":"2026-10-13T13:16:12","modified_gmt":"2026-10-13T06:16:12","slug":"mengintip-etosha-pan-namibia-dari-luar-angkasa-dataran-garam-mirip-planet-asing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/13\/mengintip-etosha-pan-namibia-dari-luar-angkasa-dataran-garam-mirip-planet-asing\/","title":{"rendered":"Mengintip Etosha Pan Namibia dari Luar Angkasa, Dataran Garam Mirip Planet Asing"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/13\/1791851715_0006d35f61d982946044.jpg\" alt=\"Mengintip Etosha Pan Namibia dari Luar Angkasa, Dataran Garam Mirip Planet Asing\"\/><figcaption>Dataran garam Etosha, dataran garam terbesar di Namibia, dilihat dari luar angkasa.(Berisi data Copernicus Sentinel yang dimodifikasi (2026), diproses oleh ESA)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PEMANDANGAN dari luar angkasa sering kali menghadirkan perspektif yang tak terduga tentang Bumi. Salah satunya terlihat pada lanskap unik di bagian utara <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/namibia\" title=\"Namibia\">Namibia<\/a>, Afrika Barat Daya. Dari ketinggian orbit, kawasan tersebut menampilkan pusaran warna biru neon yang dikelilingi hamparan daratan merah cerah, menyerupai lanskap di permukaan planet asing.<\/p>\n<p>Namun, pemandangan spektakuler tersebut bukanlah bagian dari planet lain, melainkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/etosha-pan\" title=\"Etosha Pan\">Etosha Pan<\/a>. Dataran ini merupakan salt pan atau dataran garam terbesar di Namibia yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Etosha.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Potret mengagumkan ini diabadikan pada 5 April 2026 oleh misi satelit Copernicus Sentinel-2 milik Badan Antariksa Eropa (ESA). Misi tersebut mengandalkan dua satelit identik yang mengorbit pada jalur yang sama untuk memantau permukaan Bumi secara berkala.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/783364\/peter-shalulile-catat-sejarah-pemain-namibia-pertama-di-piala-dunia-antarklub-fifa\" title=\"Peter Shalulile Catat Sejarah: Pemain Namibia Pertama di Piala Dunia Antarklub FIFA\" target=\"_blank\">Peter Shalulile Catat Sejarah: Pemain Namibia Pertama di Piala Dunia Antarklub FIFA<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Mengapa Berwarna-warni?<\/h2>\n<p>Secara kasat mata, Etosha Pan tidak berwarna biru neon dan merah seperti yang terlihat pada foto udara tersebut. Jika seseorang berdiri langsung di kawasan Taman Nasional Etosha, dataran garam ini sebenarnya akan tampak berwarna putih bersih.<\/p>\n<p>Perbedaan warna yang mencolok pada foto udara terjadi karena penggunaan teknik false color (warna buatan). Satelit Sentinel-2 dilengkapi dengan kamera pencitraan multispektral berresolusi tinggi yang mampu menangkap 13 pita spektral atau rentang panjang gelombang cahaya yang berbeda.<\/p>\n<p>Pengamatan permukaan Bumi melalui berbagai panjang gelombang dan warna ini sangat membantu para ilmuwan dalam memetakan topografi wilayah serta memantau perubahan lingkungan dari waktu ke waktu.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/740028\/sembilan-negara-bentuk-the-hague-group-lawan-israel\" title=\"Sembilan Negara Bentuk The Hague Group Lawan Israel\" target=\"_blank\">Sembilan Negara Bentuk The Hague Group Lawan Israel<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Peran Penting Vegetasi Lokal<\/h2>\n<p>Melalui penerapan false color, para peneliti dapat membedakan jenis-jenis vegetasi dan bentuk lanskap di sekitar dataran garam dengan lebih jelas:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Warna Merah Cerah: Menandai sebaran vegetasi di sekitar dataran garam, yang mencakup padang rumput, savana, serta pepohonan mopane.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Warna Biru dan Pusaran Awan: Menunjukkan area dataran garam itu sendiri, lengkap dengan endapan sedimen yang melayang di atasnya.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Pohon mopane yang tampak berwarna merah terang dalam citra satelit tersebut memegang peranan krusial bagi ekosistem lokal. Selain menjadi vegetasi dominan di Taman Nasional Etosha, pepohonan ini menyediakan tempat berlindung dan habitat penting bagi berbagai satwa liar Afrika, seperti gajah, jerapah, hingga macan tutul.<\/p>\n<p>Melalui citra luar angkasa ini, peneliti dapat terus mempelajari struktur serta perkembangan landmark alam penting di Namibia tersebut secara lebih mendalam. (Space\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/943625\/mengintip-etosha-pan-namibia-dari-luar-angkasa-dataran-garam-mirip-planet-asing\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dataran garam Etosha, dataran garam terbesar di Namibia, dilihat dari luar angkasa.(Berisi data Copernicus Sentinel yang dimodifikasi (2026), diproses oleh ESA) PEMANDANGAN dari luar angkasa sering kali menghadirkan perspektif yang tak terduga tentang Bumi. Salah satunya terlihat pada lanskap unik di bagian utara Namibia, Afrika Barat Daya. Dari ketinggian orbit, kawasan tersebut menampilkan pusaran warna [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":118072,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-118071","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118071","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118071"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118071\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118072"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118071"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118071"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118071"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}