{"id":118067,"date":"2026-10-13T13:05:36","date_gmt":"2026-10-13T06:05:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/13\/gurun-kering-australia-berubah-jadi-lautan-bunga-mekar-terindah-dalam-20-tahun\/"},"modified":"2026-10-13T13:05:36","modified_gmt":"2026-10-13T06:05:36","slug":"gurun-kering-australia-berubah-jadi-lautan-bunga-mekar-terindah-dalam-20-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/13\/gurun-kering-australia-berubah-jadi-lautan-bunga-mekar-terindah-dalam-20-tahun\/","title":{"rendered":"Gurun Kering Australia Berubah Jadi Lautan Bunga Mekar Terindah dalam 20 Tahun"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/13\/1791850153_998295a02f5499860808.jpg\" alt=\"Gurun Kering Australia Berubah Jadi Lautan Bunga Mekar Terindah dalam 20 Tahun\"\/><figcaption>Satelit NASA mengungkap pedalaman merah Australia berubah menjadi lautan bunga liar yang menakjubkan dan mungkin merupakan mekarnya bunga terbesar dalam hampir 20 tahun.(Gambar Observatorium Bumi NASA oleh Lauren Dauphin, menggunakan data Landsat dari Survei Geologi A.S.)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>LANSKAP gersang berwarna merah karat di wilayah Outback, Australia Barat, mendadak berubah menjadi hamparan karpet bunga liar yang berwarna-warni. Fenomena mekar massal ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang tidak biasa selama beberapa bulan, hingga mampu membangunkan benih-benih bunga yang telah lama tertidur di dalam tanah.<\/p>\n<p>Memasuki akhir musim dingin 2026 di Belahan Bumi Selatan, wilayah semak belukar gersang tersebut tertutup vegetasi hijau dan bunga-bunga yang bermekaran secara masif. Para ahli lokal menilai bahwa fenomena ini berpotensi menjadi musim mekar bunga liar paling spektakuler di kawasan tersebut dalam kurun waktu hampir 20 tahun terakhir.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Perubahan Lanskap Terekam <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/satelit-nasa\" title=\"Satelit NASA\">Satelit NASA<\/a><\/h2>\n<p>Perubahan lanskap yang sangat kontras ini terekam dengan jelas oleh instrumen Operational Land Imager (OLI) pada satelit Landsat 8 milik NASA-USGS. Hasil perbandingan citra satelit antara akhir Agustus 2025 dan akhir Agustus 2026 menunjukkan peningkatan vegetasi yang sangat signifikan di wilayah Murchison, sekitar 600 kilometer di sebelah utara Kota Perth.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/846088\/satelit-nasa-tangkap-penampakan-manusia-salju-raksasa-sepanjang-22-km-di-siberia\" title=\"Satelit NASA Tangkap Penampakan \u2018Manusia Salju\u2019 Raksasa Sepanjang 22 KM di Siberia\" target=\"_blank\">Satelit NASA Tangkap Penampakan \u2018Manusia Salju\u2019 Raksasa Sepanjang 22 KM di Siberia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Secara umum, kawasan terpencil ini merupakan area penggembalaan domba dan sapi yang didominasi oleh tanaman tahan kering seperti rumput, saltbush, serta pohon mulga. Namun, hujan deras akibat serangkaian front dingin pada pertengahan tahun 2026 mengubah kondisi alam secara drastis.<\/p>\n<p>Berdasarkan data Bureau of Meteorology Australia, curah hujan pada bulan Juni tercatat berada di atas rata-rata, disusul bulan Agustus yang jauh lebih basah dari kondisi normal. Kondisi ideal inilah yang memicu masuknya air ke dalam tanah dan membangunkan benih-benih dorman hingga mekar bersamaan.<\/p>\n<h2>Bunga Langka di Sekitar Teleskop Luar Angkasa<\/h2>\n<p>Fenomena mekarnya bunga liar ini turut membentang hingga ke area observatorium astronomi radio milik Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), lembaga sains nasional Australia. Di kawasan penjelajahan ini, tumbuh beberapa spesies bunga terancam punah yang kini ikut terlindungi dan terdata oleh pihak observatorium.<\/p>\n<p>Fasilitas riset bernama Inyarrimanha Ilgari Bundara (CSIRO Murchison Radio-astronomy Observatory) tersebut berada di lokasi terpencil yang terisolasi dari sinyal komunikasi manusia (radio quiet zone). Penempatan ini bertujuan agar instrumen antena sensitif dapat mendeteksi gelombang radio redup dari objek-objek langit di luar angkasa tanpa gangguan sinyal elektronik.<\/p>\n<h2>Kontribusi Astronomi Radio Australia untuk NASA<\/h2>\n<p>Meski fungsi utamanya adalah memindai alam semesta, wilayah observatorium ini memiliki sejarah panjang dalam mendukung eksplorasi ruang angkasa bersama NASA.<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Pelacakan Mariner 2 (1962): Teleskop radio Murriyang di Parkes, New South Wales, membantu melacak misi sains planet pertama yang sukses dalam sejarah.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Misi Apollo 11 (1969): Fasilitas radio ini berperan vital sebagai stasiun penerima komunikasi saat pendaratan bersejarah manusia pertama di Bulan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Misi Artemis II (2026): Teleskop Murriyang beserta Canberra Deep Space Communication Complex, bagian dari Deep Space Network NASA, kembali berkontribusi aktif mendukung penerbangan misi Artemis II pada April 2026.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Untuk sejenak di tahun 2026, salah satu kawasan riset astronomi paling terisolasi di dunia ini tidak hanya menyajikan pemandangan indah ke arah galaksi jauh, tetapi juga menghadirkan keajaiban alam spektakuler tepat di atas permukaannya sendiri. (Science Daily\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/943618\/gurun-kering-australia-berubah-jadi-lautan-bunga-mekar-terindah-dalam-20-tahun\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Satelit NASA mengungkap pedalaman merah Australia berubah menjadi lautan bunga liar yang menakjubkan dan mungkin merupakan mekarnya bunga terbesar dalam hampir 20 tahun.(Gambar Observatorium Bumi NASA oleh Lauren Dauphin, menggunakan data Landsat dari Survei Geologi A.S.) LANSKAP gersang berwarna merah karat di wilayah Outback, Australia Barat, mendadak berubah menjadi hamparan karpet bunga liar yang berwarna-warni. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":118068,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-118067","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118067","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118067"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118067\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118068"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118067"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118067"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118067"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}