{"id":117945,"date":"2026-10-13T08:00:36","date_gmt":"2026-10-13T01:00:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/13\/peneliti-inspeksi-objek-misterius-nikumaroro-teka-teki-amelia-earhart-terjawab\/"},"modified":"2026-10-13T08:00:36","modified_gmt":"2026-10-13T01:00:36","slug":"peneliti-inspeksi-objek-misterius-nikumaroro-teka-teki-amelia-earhart-terjawab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/13\/peneliti-inspeksi-objek-misterius-nikumaroro-teka-teki-amelia-earhart-terjawab\/","title":{"rendered":"Peneliti Inspeksi Objek Misterius Nikumaroro, Teka-Teki Amelia Earhart Terjawab"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/13\/1791850851_a5b0cd4ec72296ec2474.jpg\" alt=\"Peneliti Inspeksi Objek Misterius Nikumaroro, Teka-Teki Amelia Earhart Terjawab?\"\/><figcaption>Citra satelit dari apa yang disebut Objek Taraia di sebuah laguna di Nikumaroro.(Archaeological Legacy Institute)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SEJUMLAH peneliti telah tiba di sebuah pulau terpencil di Samudra Pasifik untuk menginspeksi bangkai pesawat yang diduga milik penerbang legendaris asal Amerika Serikat, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/amelia-earhart\" title=\"Amelia Earhart\">Amelia Earhart<\/a>. Earhart hilang secara misterius pada 1937 saat berusaha terbang mengelilingi dunia.<\/p>\n<p>Tim gabungan dari Archaeological Legacy Institute (ALI) dan Purdue University mendarat di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pulau-nikumaroro\" title=\"Pulau Nikumaroro\">Pulau Nikumaroro<\/a>, bagian dari wilayah Kiribati, pada Senin setelah menempuh perjalanan laut sejauh 830 mil laut menggunakan kapal Marin Mainiku.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Penelitian yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari ini difokuskan untuk mengidentifikasi &#8220;Objek Taraia&#8221;, sebuah struktur yang pertama kali tertangkap citra satelit pada 2020 di tepi laguna Semenanjung Taraia. Beberapa pihak meyakini objek tersebut merupakan bangkai pesawat Electra mesin ganda milik Earhart, meski ada pula yang bersikap skeptis dan menduga objek itu hanyalah pohon yang tumbang. Ekspedisi ini menjadi kunjungan resmi pertama ke Pulau Nikumaroro dalam tujuh tahun terakhir.<\/p>\n<p>&#8220;Sangat memuaskan bisa sedekat ini untuk menyelesaikan inspeksi kami terhadap Objek Taraia dan berpotensi memecahkan misteri besar hilangnya Amelia Earhart dan Fred Noonan lebih dari 89 tahun lalu,&#8221; ungkap ketua ekspedisi, Rick Pettigrew, dalam unggahan blog pada hari Senin.<\/p>\n<p>Proses pencarian di lapangan menghadapi tantangan alam yang berat, mulai dari fenomena iklim El Ni\u00f1o terkuat yang pernah tercatat hingga keberadaan ketam kelapa (coconut crab). Ketam darat terbesar di dunia ini berukuran hingga satu meter, memiliki bobot lebih dari 4 kilogram, serta memiliki kekuatan capit yang mampu memecahkan kelapa dan memangsa mamalia kecil.<\/p>\n<p>Karena ketam kelapa aktif berburu pada malam hari, seluruh kru diwajibkan untuk kembali dan tidur di atas kapal Marin Mainiku demi keselamatan mereka. Keberadaan spesies ini juga berkaitan dengan salah satu teori yang menyebutkan Earhart sempat bertahan hidup setelah mendarat darurat di pulau tersebut sebelum akhirnya tewas dan jasadnya dihabiskan oleh ketam-ketam tersebut.<\/p>\n<p>Sesuai rencana operasional, tim peneliti memulai hari pertama dengan mengangkut peralatan, membersihkan vegetasi, dan membuka jalur melintasi hutan. Tahap berikutnya berlanjut pada pencarian bukti logam magnetik di Semenanjung Taraia, sebelum menggunakan alat pengeruk untuk memindahkan sedimen guna memeriksa objek misterius yang berada hanya 10 kaki dari pantai pada kedalaman air sekitar 5 kaki.<\/p>\n<p>Arkeolog maritim Michael Krivor mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pola cuaca dari arah timur ke barat yang berpotensi mengganggu jalur navigasi keluar-masuk kapal melalui celah terumbu karang.<\/p>\n<p>Amelia Earhart bersama navigatornya, Fred Noonan, sebelumnya telah berhasil terbang dari California melewati Amerika Selatan, Afrika, dan Asia sebelum tiba di Lae, Papua Nugini, pada 2 Juli 1937. Ketika melanjutkan penerbangan menuju Hawaii, pesawat mereka hilang tanpa jejak di dekat Pulau Howland. Teori resmi dari pemerintah menyatakan bahwa pesawat mengalami gangguan komunikasi, kehabisan bahan bakar, dan jatuh ke dalam samudra. (BBC\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/943621\/peneliti-inspeksi-objek-misterius-nikumaroro-teka-teki-amelia-earhart-terjawab\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Citra satelit dari apa yang disebut Objek Taraia di sebuah laguna di Nikumaroro.(Archaeological Legacy Institute) SEJUMLAH peneliti telah tiba di sebuah pulau terpencil di Samudra Pasifik untuk menginspeksi bangkai pesawat yang diduga milik penerbang legendaris asal Amerika Serikat, Amelia Earhart. Earhart hilang secara misterius pada 1937 saat berusaha terbang mengelilingi dunia. Tim gabungan dari Archaeological [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":117946,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-117945","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117945","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=117945"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117945\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/117946"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=117945"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=117945"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=117945"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}