{"id":117939,"date":"2026-10-13T07:43:43","date_gmt":"2026-10-13T00:43:43","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/13\/pemerintah-tangani-karhutla-639-hektare-di-enam-provinsi-prioritas\/"},"modified":"2026-10-13T07:43:43","modified_gmt":"2026-10-13T00:43:43","slug":"pemerintah-tangani-karhutla-639-hektare-di-enam-provinsi-prioritas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/13\/pemerintah-tangani-karhutla-639-hektare-di-enam-provinsi-prioritas\/","title":{"rendered":"Pemerintah Tangani Karhutla 639 Hektare di Enam Provinsi Prioritas"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/13\/1791851807_1f35806bd3b9ea1aebc0.jpg\" alt=\"Pemerintah Tangani Karhutla 639 Hektare di Enam Provinsi Prioritas\"\/><figcaption>Foto udara suasana kawasan Pasar Jambi saat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Jambi, Jambi, Sabtu (10\/10\/2026).(Antara\/Wahdi Septiawan)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PEMERINTAH\u00a0terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/karhutla\" title=\"Karhutla\">karhutla<\/a>) yang saat ini mencakup area seluas 639,23 hektare di enam provinsi prioritas. Berdasarkan laporan terbaru, titik api di kawasan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/taman-nasional-tanjung-puting\" title=\"Taman Nasional Tanjung Puting\">Taman Nasional Tanjung Puting<\/a>, Kalimantan Tengah, menjadi penyumbang terbesar dalam proses pemadaman yang tengah berlangsung.<\/p>\n<p>Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bnpb\" title=\"BNPB\">BNPB<\/a>) <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/suharyanto\" title=\"Suharyanto\">Suharyanto<\/a> mengungkapkan bahwa enam provinsi prioritas lahan gambut yang menjadi fokus utama ialah Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Untuk hari ini yang terbakar, yang masih ditangani oleh satgas di lapangan, jumlahnya 639,23 hektare, yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah,&#8221; ujar Suharyanto dalam rapat koordinasi bersama Presiden Prabowo Subianto secara hibrida dari Istana Merdeka, Selasa (13\/10).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/930722\/kepala-bnpb-laporkan-penanganan-4-bencana-besar-ke-presiden-prabowo\" title=\"Kepala BNPB Laporkan Penanganan 4 Bencana Besar ke Presiden Prabowo\" target=\"_blank\">Kepala BNPB Laporkan Penanganan 4 Bencana Besar ke Presiden Prabowo<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Titik Api Baru di Taman Nasional Tanjung Puting<\/h2>\n<p>Lonjakan luas kebakaran di Kalimantan Tengah dipicu oleh temuan titik api baru di kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting yang meliputi wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. Di lokasi tersebut saja, luas lahan yang terbakar mencapai 513,89 hektare.<\/p>\n<p>Pemerintah menerapkan strategi pemadaman terpadu melalui jalur darat dan udara. Helikopter pengeboman air (<i>water bombing<\/i>) tetap dikerahkan untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses oleh petugas darat, seperti di Taman Nasional Way Kambas, Tanjung Puting, hingga Halmahera Timur di Maluku Utara.<\/p>\n<h2>Kendala Cuaca dan Operasi Udara<\/h2>\n<p>Meski armada udara telah disiapkan, operasional di lapangan tidak tanpa hambatan. Di Kalimantan Tengah, helikopter <i>water bombing<\/i> sempat terkendala cuaca buruk dan jarak pandang yang terbatas, sehingga pemadaman sementara dialihkan secara maksimal melalui operasi darat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/920198\/cegah-karhutla-suharyanto-minta-aturan-bakar-lahan-1-hektare-dievaluasi\" title=\"Cegah Karhutla, Suharyanto Minta Aturan Bakar Lahan 1 Hektare Dievaluasi\" target=\"_blank\">Cegah Karhutla, Suharyanto Minta Aturan Bakar Lahan 1 Hektare Dievaluasi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sebaliknya, operasi udara di Sumatra Selatan baru dapat dimulai pada Senin. BNPB berencana memperkuat penanganan di wilayah ini dengan menambah armada pesawat yang dipadukan dengan operasi modifikasi cuaca (OMC).<\/p>\n<p>&#8220;Kalimantan Tengah menggunakan empat pesawat dan Sumatra Selatan menggunakan dua pesawat dari Pangkal Pinang,&#8221; jelas Suharyanto mengenai distribusi armada udara saat ini.<\/p>\n<h2>Menanti Hujan Alami<\/h2>\n<p>Pemerintah juga terus memantau prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hujan alami diprediksi mulai turun secara konsisten pada pertengahan Oktober hingga November, yang diharapkan dapat membantu memadamkan sisa-sisa api secara total.<\/p>\n<p>Suharyanto menegaskan bahwa satgas tidak akan mengendurkan kesiapsiagaan sebelum musim hujan benar-benar tiba. &#8220;Sebelum itu kami siap untuk bekerja keras mengerahkan segala kemampuan yang kami miliki untuk mengendalikan karhutla,&#8221; pungkasnya. (I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/943627\/pemerintah-tangani-karhutla-639-hektare-di-enam-provinsi-prioritas\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Foto udara suasana kawasan Pasar Jambi saat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Jambi, Jambi, Sabtu (10\/10\/2026).(Antara\/Wahdi Septiawan) PEMERINTAH\u00a0terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini mencakup area seluas 639,23 hektare di enam provinsi prioritas. Berdasarkan laporan terbaru, titik api di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":117940,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-117939","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117939","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=117939"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117939\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/117940"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=117939"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=117939"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=117939"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}