{"id":117802,"date":"2026-10-13T01:24:43","date_gmt":"2026-10-12T18:24:43","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/13\/kpk-diminta-telusuri-dugaan-aliran-uang-korupsi-atrbpn\/"},"modified":"2026-10-13T01:24:43","modified_gmt":"2026-10-12T18:24:43","slug":"kpk-diminta-telusuri-dugaan-aliran-uang-korupsi-atrbpn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/13\/kpk-diminta-telusuri-dugaan-aliran-uang-korupsi-atrbpn\/","title":{"rendered":"KPK Diminta Telusuri Dugaan Aliran Uang Korupsi ATRBPN"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/12\/1791817222_959a324f9b3981a74696.jpg\" alt=\"KPK Diminta Telusuri Dugaan Aliran Uang Korupsi ATR\/BPN\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, warga Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal sebagai kiai kampung, meminta Komisi Pemberantasan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/korupsi\" title=\"korupsi\">Korupsi<\/a> (KPK) menelusuri dugaan aliran uang korupsi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang\/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR\/BPN) ke Muktamar ke-35 NU. Ia menyoroti dugaan sumber dana yang disebut-sebut digunakan untuk mengondisikan dukungan dalam forum tertinggi organisasi tersebut.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Khalilur menduga dana yang digunakan untuk pengondisian itu berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi yang dikaitkan dengan Menteri ATR\/BPN Nusron Wahid. Namun, dugaan mengenai asal-usul uang tersebut masih memerlukan pembuktian melalui proses penegakan hukum.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Khalilur menilao laporan dugaan korupsi terkait politik uang yang dilaporkan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, ke KPK pada Rabu (7\/10) bisa menjadi pintu masuk penelusuran aliran uang.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/934030\/presiden-prabowo-didesak-evaluasi-menteri-terkait-celah-korupsi\" title=\"Presiden Prabowo Didesak Evaluasi Menteri Terkait Celah Korupsi\" target=\"_blank\">Presiden Prabowo Didesak Evaluasi Menteri Terkait Celah Korupsi<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">&#8220;Meminta aparat penegak hukum memeriksa apakah terdapat dasar yang cukup untuk menindaklanjuti dugaan tersebut,&#8221; kata pria yang karib disapa Gus Lilur itu, Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Dalam laporan PCNU Kabupaten Sekadau, dugaan pengondisian disebut berlangsung di Hotel Fatma, Jombang, serta posko Muktamar yang beralamat di Jalan Teuku Cik Ditiro, Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Khalilur menilai, apabila dugaan pemberian uang untuk memengaruhi pilihan dalam Muktamar benar terjadi, persoalan tersebut perlu diperiksa berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu, dugaan praktik tersebut juga perlu ditinjau dari aspek etika, integritas, dan tata kelola organisasi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/714717\/prabowo-pemerintahan-bersih-jika-kualitas-hidup-pejabat-terjamin\" title=\"Prabowo: Pemerintahan Bersih Jika Kualitas Hidup Pejabat Terjamin\" target=\"_blank\">Prabowo: Pemerintahan Bersih Jika Kualitas Hidup Pejabat Terjamin<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">&#8220;Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, diperlukan konfirmasi dari panitia Muktamar, para saksi, serta pihak-pihak yang disebut mengetahui langsung peristiwa tersebut. Pemeriksaan juga perlu menjelaskan apakah pembukaan kotak suara benar terjadi, siapa yang memberikan perintah, bagaimana prosedurnya, dan apakah terdapat permintaan pengembalian uang,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Khalilur meminta dugaan-dugaan tersebut ditelusuri secara objektif agar fakta yang sebenarnya dapat terungkap. Apalagi, kata dia, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jubir-kpk-budi-prasetyo\" title=\"Jubir KPK Budi Prasetyo\">Jubir KPK Budi Prasetyo<\/a> mengatakan penyidik KPK bakal mendalami dugaan aliran uang kasus dugaan korupsi di lingkungan ATR\/BPN ke Muktamar NU. Pendalaman ini terkait dengan uang yang disita dari Arif Sugianto yang merupakan orang kepercayaan Nusron Wahid, senilai Rp100 miliar lebih.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">&#8220;Penanganan oleh aparat penegak hukum diharapkan dapat memastikan apakah terdapat bukti yang cukup untuk menindaklanjuti dugaan politik uang tersebut sesuai ketentuan yang berlaku,&#8221; pungkasnya.(H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/943530\/kpk-diminta-telusuri-dugaan-aliran-uang-korupsi-atrbpn\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, warga Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal sebagai kiai kampung, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan aliran uang korupsi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang\/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR\/BPN) ke Muktamar ke-35 NU. Ia menyoroti dugaan sumber dana yang disebut-sebut digunakan untuk mengondisikan dukungan dalam forum tertinggi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":117803,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-117802","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117802","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=117802"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117802\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/117803"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=117802"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=117802"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=117802"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}