{"id":117778,"date":"2026-10-13T00:23:39","date_gmt":"2026-10-12T17:23:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/13\/dispangtan-purwakarta-petakan-200-titik-lahan-sawah-rawan-kekeringan\/"},"modified":"2026-10-13T00:23:39","modified_gmt":"2026-10-12T17:23:39","slug":"dispangtan-purwakarta-petakan-200-titik-lahan-sawah-rawan-kekeringan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/13\/dispangtan-purwakarta-petakan-200-titik-lahan-sawah-rawan-kekeringan\/","title":{"rendered":"Dispangtan Purwakarta Petakan 200 Titik Lahan Sawah Rawan Kekeringan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/12\/1791819474_4b4a7a4601844be66a3a.jpg\" alt=\"Dispangtan Purwakarta Petakan 200 Titik Lahan Sawah Rawan Kekeringan\"\/><figcaption>Peninjauan lahan sawah oleh Tim Penanggung Jawab (PJ) LTT Purwakarta, untuk mengetahui kondisi lahan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan air yang diperlukan petani(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DINAS Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/purwakarta\" title=\"purwakarta\">Purwakarta<\/a>, Jawa Barat, memperkuat langkah mitigasi dampak kemarau panjang dengan memetakan 200 titik lahan persawahan yang berpotensi mengalami <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kekeringan\" title=\"kekeringan\">kekeringan<\/a>. Langkah antisipatif ini bertujuan memastikan kebutuhan air lahan pertanian teridentifikasi sejak dini guna menjaga produktivitas petani.<\/p>\n<p>Kepala Dispangtan Purwakarta, Hadyanto Purnama, menjelaskan bahwa pemetaan wilayah rawan kekeringan harus disertai dengan pemeriksaan kondisi aktual di lapangan. Hal ini penting agar langkah penanganan yang diambil dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik para petani.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cPenanganan kekeringan perlu dilakukan sejak dini melalui pemetaan wilayah rawan, pengecekan kondisi irigasi, serta koordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan di bidang sumber daya air. Dengan begitu, kebutuhan petani bisa diidentifikasi dan langkah penanganannya dapat lebih tepat sasaran,\u201d ujar Hadyanto, Senin (12\/10).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/924139\/gangguan-produksi-beras-bayangi-sumatra-utara-hingga-awal-2027\" title=\"Gangguan Produksi Beras Bayangi Sumatra Utara hingga Awal 2027\" target=\"_blank\">Gangguan Produksi Beras Bayangi Sumatra Utara hingga Awal 2027<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Fokus Peninjauan di Kecamatan Campaka<\/h3>\n<p>Salah satu lokasi yang menjadi perhatian utama adalah lahan sawah milik Kelompok Tani (Poktan) Cinta Mukti di Munjuljaya, Kecamatan Campaka. Lahan seluas kurang lebih 30 hektare tersebut ditinjau langsung oleh Tim Penanggung Jawab (PJ) LTT Kabupaten Purwakarta dari BRMP untuk mengidentifikasi kebutuhan air guna menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian.<\/p>\n<p>Ketua Poktan Cinta Mukti, Atim, mengungkapkan bahwa dukungan infrastruktur sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi kekurangan air yang mulai mengancam. Salah satu kebutuhan mendesak adalah bantuan mesin pompa air.<\/p>\n<p>\u201cDengan luas persawahan sekitar 30 hektare, keberadaan pompa air sangat penting untuk membantu memenuhi kebutuhan air tanaman ketika pasokan dari jaringan irigasi utama tidak mencukupi,\u201d kata Atim.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/921209\/cegah-karhutla-polres-purwakarta-siram-puluhan-hektare-lahan-kering\" title=\"Cegah Karhutla, Polres Purwakarta Siram Puluhan Hektare Lahan Kering\" target=\"_blank\">Cegah Karhutla, Polres Purwakarta Siram Puluhan Hektare Lahan Kering<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Sinergi Lintas Sektor<\/h3>\n<p>Selain penyediaan pompa, Dispangtan juga menyoroti pentingnya optimalisasi sumber air dan perbaikan jaringan irigasi. Peninjauan langsung di lapangan dilakukan untuk memetakan kendala teknis serta mengidentifikasi sarana pengairan yang berpotensi dimaksimalkan fungsinya.<\/p>\n<p>Upaya mitigasi ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk Dispangtan, BRMP Unggas, BBWS Citarum, Dinas PUTR, hingga para Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat dukungan bagi sektor pertanian, mulai dari pendampingan teknis hingga pembenahan infrastruktur pengairan.<\/p>\n<p>Langkah kolaboratif ini menjadi bagian krusial dalam mempertahankan produksi padi di Kabupaten Purwakarta di tengah tantangan iklim, sekaligus memastikan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ketahanan-pangan\" title=\"ketahanan pangan\">ketahanan pangan<\/a> daerah tetap terjaga meski dalam kondisi kemarau panjang. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/943546\/dispangtan-purwakarta-petakan-200-titik-lahan-sawah-rawan-kekeringan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peninjauan lahan sawah oleh Tim Penanggung Jawab (PJ) LTT Purwakarta, untuk mengetahui kondisi lahan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan air yang diperlukan petani(Dok Istimewa) DINAS Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, memperkuat langkah mitigasi dampak kemarau panjang dengan memetakan 200 titik lahan persawahan yang berpotensi mengalami kekeringan. Langkah antisipatif ini bertujuan memastikan kebutuhan air lahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":117779,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-117778","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117778","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=117778"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117778\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/117779"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=117778"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=117778"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=117778"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}