{"id":117675,"date":"2026-10-12T19:53:42","date_gmt":"2026-10-12T12:53:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/12\/harga-beras-di-tasikmalaya-naik-hingga-rp17-ribu-per-kg-petani-terkendala-kekeringan\/"},"modified":"2026-10-12T19:53:42","modified_gmt":"2026-10-12T12:53:42","slug":"harga-beras-di-tasikmalaya-naik-hingga-rp17-ribu-per-kg-petani-terkendala-kekeringan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/12\/harga-beras-di-tasikmalaya-naik-hingga-rp17-ribu-per-kg-petani-terkendala-kekeringan\/","title":{"rendered":"Harga Beras di Tasikmalaya Naik hingga Rp17 Ribu per Kg, Petani Terkendala Kekeringan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/12\/1791809268_68ad2ccc7d7d412be1e6.jpg\" alt=\"Harga Beras di Tasikmalaya Naik hingga Rp17 Ribu per Kg, Petani Terkendala Kekeringan\"\/><figcaption>Ilustrasi(ANTARA FOTO\/Andry Denisah)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SEJUMLAH warga keluhkan kebutuhan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/beras\" title=\"beras\">beras<\/a> di pasar tradisional dan warung merangkak naik seharga Rp14 ribu hingga Rp17 ribu perkilogram. Kenaikan tersebut, membuat pembeli kebingungan lantaran lahan persawahan berdampak <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kekeringan\" title=\"kekeringan\">kekeringan<\/a> hingga sulit menggolah lahan.<\/p>\n<p>Jumad\u00a0(60), warga Kampung Sampongpari, Kecamatan Mangkubumi, mengatakan, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/harga-beras\" title=\"Harga Beras\">harga beras<\/a> di sejumlah pasar tradisional maupun warungan merangkak naik signifikan membuat masyarakat kebingungan. Kenaikan beras di warung untuk kualitas premium dijual seharga Rp 16 ribu hingga Rp 17 ribu perkg dan pasar tradisional saat ini menjual Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu perkg.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Harga beras di pasaran belum normal dan malah merangkak naik banyak lahan persawahan mengalami kekeringan, gagal tanam dan petani belum mengolah lahan lantaran sungai, saluran irigasi kering. Kini, kekeringan yang terjadi disebabkan harga gabah kering giling (GKG) dijual Rp 9.000 perkg dan gabah kering pungut (GKP) dijual Rp 7.500 perkg,&#8221; ujar, Jumad, Senin (12\/10\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/607761\/ketika-harga-air-lebih-mahal-dari-beras-dan-gas-elpiji\" target=\"_blank\" title=\"Ketika Harga Air Lebih Mahal dari Beras dan Gas Elpiji  \">Ketika Harga Air Lebih Mahal dari Beras dan Gas Elpiji <\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut Jumad, kenaikan beras yang dijual di warung sudah membuat banyak warga kebingungan karena beberapa jenis beras premium di pasaran kualitasnya tidak sebanding dan harganya Rp 13.500, Rp 14 ribu, Rp 15 ribu perkg. Akan tetapi, kualitas premium yang dibeli rata-rata paling banyak putih terlihat bersih dan kualitasnya memiliki rasa.<\/p>\n<p>&#8220;Kenaikan beras premium di pasaran yang terjadi di musim kemarau panjang karena gabah kering giling mengalami kesulitan lantaran harganya mahal dan petani belum bisa mengolah lahan perawahan. Kenaikan beras di pasar tradisional maupun warung lantaran lahan pertanian kering, dan petani belum menebar benih karena kekeringan sangat berdampak termasuk kebutuhan air minum sulit,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Adung\u00a0(55), petani warga Kampung Petir mengatakan, harga beras di pasar tradisional dan warung merangkak naik karena gabah kering giling (GKG) dan gabah kering pungut (GKP) tingkat petani sulit dicari hingga harganya tinggi. Namun, para petani di beberapa daerah termasuk Tasikmalaya sudah 5 bulan lebih belum ada yang mengolah lahan lantaran kondisinya kering.<\/p>\n<p>&#8220;Petani banyak menyisihkan gabah untuk kebutuhan sehari-hari dan sekarang sulit dicari karena harga GKG dijual Rp 9.000 perkg dan GKP seharga Rp 7.500 perkg. Lahan pertanian di wilayah Tasikmalaya, selama musim kemarau panjang memang belum ada petani berani mengolahan dan menebar benih lantaran sulit air dan juga takut gagal tanam,&#8221; pungkasnya. (AD)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/943462\/harga-beras-di-tasikmalaya-naik-hingga-rp17-ribu-per-kg-petani-terkendala-kekeringan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(ANTARA FOTO\/Andry Denisah) SEJUMLAH warga keluhkan kebutuhan beras di pasar tradisional dan warung merangkak naik seharga Rp14 ribu hingga Rp17 ribu perkilogram. Kenaikan tersebut, membuat pembeli kebingungan lantaran lahan persawahan berdampak kekeringan hingga sulit menggolah lahan. Jumad\u00a0(60), warga Kampung Sampongpari, Kecamatan Mangkubumi, mengatakan, harga beras di sejumlah pasar tradisional maupun warungan merangkak naik signifikan membuat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":117676,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-117675","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117675","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=117675"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117675\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/117676"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=117675"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=117675"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=117675"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}