{"id":117473,"date":"2026-10-12T11:18:13","date_gmt":"2026-10-12T04:18:13","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/12\/nasa-berburu-gua-bawah-tanah-di-bulan-untuk-markas-astronaut-future\/"},"modified":"2026-10-12T11:18:13","modified_gmt":"2026-10-12T04:18:13","slug":"nasa-berburu-gua-bawah-tanah-di-bulan-untuk-markas-astronaut-future","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/12\/nasa-berburu-gua-bawah-tanah-di-bulan-untuk-markas-astronaut-future\/","title":{"rendered":"NASA Berburu Gua Bawah Tanah di Bulan untuk Markas Astronaut Future"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/12\/1791761097_ffc36e368b7547f81713.jpg\" alt=\"NASA Berburu Gua Bawah Tanah di Bulan untuk Markas Astronaut Future\"\/><figcaption>Lubang Marius Hills di permukaan bulan.(NASA\/GSFC\/Arizona State University)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MESKIPUN tampak terang benderang di langit malam, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bulan\" title=\"Bulan\">Bulan<\/a> masih menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan. Salah satu misteri terbesar adalah dugaan keberadaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gua-bawah-tanah\" title=\"gua bawah tanah\">gua bawah tanah<\/a> raksasa berbentuk lorong lava (lava tube) yang membentang di balik lubang besar di permukaan Bulan.<\/p>\n<p>Untuk mengungkap kebenaran di balik struktur misterius tersebut, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nasa\" title=\"NASA\">NASA<\/a> resmi memilih proyek ilmiah baru bernama GIMLI (Geophysical Instruments for Marius Lunar pit Investigation). Proyek ini dihadirkan untuk memperluas pemahaman manusia mengenai karakter geologi Bulan guna mendukung pembentukan pangkalan masa depan di wilayah kutub selatan Bulan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Nicky Fox, Associate Administrator untuk Science Mission Directorate di NASA, menegaskan pentingnya persiapan data ilmiah ini sebelum manusia menapakkan kaki lebih jauh.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/936402\/nasa-temukan-kawah-raksasa-baru-di-bulan-seukuran-dua-lapangan-sepak-bola\" title=\"NASA Temukan Kawah Raksasa Baru di Bulan, Seukuran Dua Lapangan Sepak Bola\" target=\"_blank\">NASA Temukan Kawah Raksasa Baru di Bulan, Seukuran Dua Lapangan Sepak Bola<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;NASA Science sedang membangun panduan bertahan hidup antarplanet terbaik untuk memastikan bahwa sains menjadi yang utama di permukaan Bulan. Hal ini dilakukan guna menyediakan informasi vital, sumber daya, dan tindakan pencegahan keselamatan yang dibutuhkan kru astronaut masa depan sebelum mereka bertahan hidup melewati malam di Bulan,&#8221; ujar Nicky Fox dalam sebuah pernyataan resmi.<\/p>\n<h2>Misteri Lubang Marius Hills<\/h2>\n<p>Fokus utama dari penyelidikan ini mengarah pada <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/marius-hills-pit\" title=\"Marius Hills Pit\">Marius Hills Pit<\/a>, sebuah lubang raksasa di Bulan yang pertama kali ditemukan pada tahun 2009 oleh wahana pengorbit Kaguya milik Jepang. Melalui rekaman citra Kaguya, lubang tersebut terlihat sangat jelas. Namun, para peneliti meyakini struktur itu bukan sekadar lubang biasa di permukaan.<\/p>\n<p>Para ilmuwan menduga Marius Hills Pit terhubung dengan lorong lava bawah tanah yang sangat luas. Lorong ini terbentuk akibat aliran lahar dari aktivitas vulkanik Bulan pada masa purba.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/934659\/nasa-temukan-kawah-mcgetchin-di-bulan-hasil-tumbukan-langka-terbesar\" title=\"NASA Temukan Kawah McGetchin di Bulan, Hasil Tumbukan Langka Terbesar\" target=\"_blank\">NASA Temukan Kawah McGetchin di Bulan, Hasil Tumbukan Langka Terbesar<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Gareth Morgan, Deputy Principal Investigator untuk proyek GIMLI, menjelaskan pentingnya mengonfirmasi keberadaan lorong lava tersebut bagi sejarah geologi Bulan.<\/p>\n<p>&#8220;Mengonfirmasi keberadaan lorong lava yang signifikan akan memberi kita wawasan tentang bagaimana sistem vulkanisme beroperasi di Bulan. Lorong lava merupakan fitur umum dari vulkanisme basal di Bumi, sehingga mengidentifikasinya di Bulan berarti kita dapat memanfaatkan pengetahuan tentang gua-gua terestrial untuk memahami sejarah Bulan dengan lebih baik,&#8221; kata Gareth Morgan dalam keterangan terpisah.<\/p>\n<p>Selain bernilai ilmiah, penemuan lorong lava ini memiliki arti strategis bagi keselamatan manusia. Jika ukurannya terbukti memadai, lorong alami tersebut dapat dimanfaatkan para astronaut sebagai tempat berlindung dari radiasi berbahaya, paparan suhu ekstrem, hingga ancaman hantaman mikrometeorit di permukaan Bulan.<\/p>\n<h2>Cara GIMLI Mendeteksi Gua Rahasia<\/h2>\n<p>Proyek GIMLI merupakan proposal yang dipimpin oleh lembaga nirlaba Planetary Science Institute (PSI) dan didanai melalui program Payloads and Research Investigations on the Surface of the Moon (PRISM) milik NASA. Dalam pelaksanaannya, PSI bekerja sama dengan Honeybee Robotics untuk merancang instrumen ilmiah yang dibutuhkan, serta bermitra dengan Badan Antariksa Norwegia.<\/p>\n<p>Peralatan mendeteksi ini akan dikirim ke Bulan menggunakan pendarat (lander) dan penjelajah (rover) melalui program Commercial Lunar Payloads Services (CLPS) NASA. Tim ilmuwan yang dipimpin oleh Associate Director dan Senior Scientist PSI, Than Putzig, bertugas menganalisis data yang masuk.<\/p>\n<p>Saat beroperasi di permukaan Bulan, GIMLI akan memindai bagian bawah tanah menggunakan kombinasi tiga teknologi utama:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Radar pemindai tembus tanah (ground-penetrating radar)<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Sensor seismik<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Gravimeter<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Pengukuran presisi tersebut akan menentukan apakah lorong lava bawah tanah itu benar-benar ada dan berapa ukuran pastinya, termasuk apakah kapasitasnya cukup muat untuk menampung seluruh kru astronaut di masa depan. (Space\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/943202\/nasa-berburu-gua-bawah-tanah-di-bulan-untuk-markas-astronaut-future\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lubang Marius Hills di permukaan bulan.(NASA\/GSFC\/Arizona State University) MESKIPUN tampak terang benderang di langit malam, Bulan masih menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan. Salah satu misteri terbesar adalah dugaan keberadaan gua bawah tanah raksasa berbentuk lorong lava (lava tube) yang membentang di balik lubang besar di permukaan Bulan. Untuk mengungkap kebenaran di balik struktur misterius [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":117474,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-117473","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117473","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=117473"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117473\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/117474"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=117473"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=117473"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=117473"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}