{"id":117324,"date":"2026-10-12T00:42:36","date_gmt":"2026-10-11T17:42:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/12\/seniman-jepang-kosuke-hashijima-hidupkan-kota-dan-budaya-jakarta-lewat-novel-puru-puru-punk-jakarta-arc\/"},"modified":"2026-10-12T00:42:36","modified_gmt":"2026-10-11T17:42:36","slug":"seniman-jepang-kosuke-hashijima-hidupkan-kota-dan-budaya-jakarta-lewat-novel-puru-puru-punk-jakarta-arc","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/12\/seniman-jepang-kosuke-hashijima-hidupkan-kota-dan-budaya-jakarta-lewat-novel-puru-puru-punk-jakarta-arc\/","title":{"rendered":"Seniman Jepang Kosuke Hashijima Hidupkan Kota dan Budaya Jakarta Lewat Novel Puru-Puru Punk Jakarta Arc"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/11\/1791726774_3f056b3464b1af810f3a.jpg\" alt=\"Seniman Jepang Kosuke Hashijima Hidupkan Kota dan Budaya Jakarta Lewat Novel 'Puru-Puru Punk: Jakarta Arc\u2019\"\/><figcaption>Ilustrasi(MI\/RIFALDI PUTRA IRIANTO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PERNAHKAH terpikir bagaimana jadinya bila kota dan budaya Jakarta muncul dalam <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/novel\" title=\"novel\">novel<\/a> fiksi ilmiah asli Jepang? Dalam karya terbaru <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kosuke-hashijima\" title=\"Kosuke Hashijima\">Kosuke Hashijima<\/a> bertajuk <i>Puru-Puru Punk: Jakarta Arc<\/i>, Jakarta tidak sekadar hadir dalam satu atau dua bab, melainkan tampil sebagai latar utama cerita.<\/p>\n<p>Novel fiksi ilmiah ini hadir secara spesial dalam dua bahasa, yakni Indonesia dan Jepang. Ceritanya mengikuti petualangan sepasang saudara kembar bernama Selatan dan Utara yang tinggal di Jakarta. Bersama tokoh-tokoh lokal, mereka dikisahkan berpacu melintasi hiruk-pikuk kota dalam satu hari yang terasa sangat panjang.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cIni adalah sebuah kisah tentang Jakarta yang &#8216;diamati&#8217; lewat dua bahasa, Jepang dan Indonesia. Ini juga merupakan eksperimen untuk menghubungkan Indonesia dan Jepang secara dua arah melalui imajinasi saya. Kisah ini menggambarkan hari terpanjang di Jakarta,\u201d ujar Kosuke Hashijima dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (9\/10).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/866753\/novel-laris-seporsi-mie-ayam-sebelum-mati-diadaptasi-ke-film\" title=\"Novel Laris Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Diadaptasi ke Film\" target=\"_blank\">Novel Laris Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Diadaptasi ke Film<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Berbeda dengan novel pada umumnya, <i>Puru-Puru Punk: Jakarta Arc<\/i> dilengkapi dengan sejumlah gambar ilustrasi yang menggambarkan karakter utama dengan latar belakang ikonik kota dan budaya Jakarta. Kehadiran visual ini dirancang untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih imersif.<\/p>\n<p>Mengenai alasannya memilih Jakarta, Hashijima mengungkapkan bahwa proyek ini adalah cara untuk mengabadikan perjalanan hidupnya di Asia Tenggara. Ia mengaku telah menghabiskan lebih dari lima tahun di kawasan ini sejak pertama kali menginjakkan kaki di Singapura pada usia 26 tahun.<\/p>\n<p>\u201dJakarta Arc adalah cara saya melepaskan, tanpa ragu, kenangan-kenangan dari tahun-tahun itu yang mulai memudar dalam diri saya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/890344\/prime-video-rilis-trailer-every-year-after-adaptasi-novel-carley-fortune\" title=\"Prime Video Rilis Trailer Every Year After: Adaptasi Novel Carley Fortune\" target=\"_blank\">Prime Video Rilis Trailer Every Year After: Adaptasi Novel Carley Fortune<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Tidak Sekadar Karya Tulis<\/h3>\n<p>Proyek ini melampaui sekadar karya tulis. Kosuke Hashijima turut berkolaborasi dengan Liqid Creative Space, sebuah galeri seni di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta, untuk menggelar pameran seni. Di galeri tersebut, dipajang deretan karya lukis yang menampilkan ilustrasi dari semesta novel tersebut.<\/p>\n<p>Dalam pameran bertema <i>Jakarta Arc<\/i> ini, pengunjung diajak menyelami lukisan kolaborasi antara Hashijima dengan seniman lokal, Rool Rama. Menariknya, karya-karya yang terinspirasi dari semesta fiksi ilmiah <i>Puru-Puru Punk<\/i> ini tidak hanya dituangkan di atas kanvas, tetapi juga diaplikasikan pada berbagai media seperti papan skateboard hingga kaos.<\/p>\n<p>Selama pameran berlangsung, pengunjung diperbolehkan mengambil gambar serta membeli novel maupun <i>merchandise<\/i> resmi <i>Puru-Puru Punk: Jakarta Arc<\/i>. Pameran ini terbuka untuk umum mulai 10 Oktober hingga 6 November 2026. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/943140\/seniman-jepang-kosuke-hashijima-hidupkan-kota-dan-budaya-jakarta-lewat-novel-puru-puru-punk-jakarta-arc\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(MI\/RIFALDI PUTRA IRIANTO) PERNAHKAH terpikir bagaimana jadinya bila kota dan budaya Jakarta muncul dalam novel fiksi ilmiah asli Jepang? Dalam karya terbaru Kosuke Hashijima bertajuk Puru-Puru Punk: Jakarta Arc, Jakarta tidak sekadar hadir dalam satu atau dua bab, melainkan tampil sebagai latar utama cerita. Novel fiksi ilmiah ini hadir secara spesial dalam dua bahasa, yakni [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":117325,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-117324","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117324","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=117324"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117324\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/117325"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=117324"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=117324"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=117324"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}