{"id":117286,"date":"2026-10-11T23:04:37","date_gmt":"2026-10-11T16:04:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/11\/sd-antawirya-sidoarjo-pecahkan-rekor-muri-penulisan-aksara-jawa-di-kain-600-meter\/"},"modified":"2026-10-11T23:04:37","modified_gmt":"2026-10-11T16:04:37","slug":"sd-antawirya-sidoarjo-pecahkan-rekor-muri-penulisan-aksara-jawa-di-kain-600-meter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/11\/sd-antawirya-sidoarjo-pecahkan-rekor-muri-penulisan-aksara-jawa-di-kain-600-meter\/","title":{"rendered":"SD Antawirya Sidoarjo Pecahkan Rekor MURI Penulisan Aksara Jawa di Kain 600 Meter"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/11\/1791733151_1233d8fbd6676310c708.jpg\" alt=\"SD Antawirya Sidoarjo Pecahkan Rekor MURI Penulisan Aksara Jawa di Kain 600 Meter\"\/><figcaption>Ilustrasi(MI\/HERY SUSETYO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SD Antawirya Islamic Javanese School yang berlokasi di Desa Junwangi, Kecamatan Krian, Kabupaten <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sidoarjo\" title=\"sidoarjo\">Sidoarjo<\/a>, berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Sekolah ini menggelar aksi penulisan aksara Jawa massal di atas kain sepanjang 600 meter pada Minggu (11\/10).<\/p>\n<p>Pencapaian ini secara resmi memecahkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/rekor-muri\" title=\"Rekor MURI\">rekor MURI<\/a> untuk kategori media penulisan aksara Jawa terpanjang, melampaui rekor sebelumnya yang tercatat sepanjang 500 meter. Aksi kolosal tersebut melibatkan sekitar 600 peserta, mulai dari siswa kelas 1 hingga kelas 6, serta didukung penuh oleh wali murid dan tamu undangan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Suasana kental dengan nuansa tradisional terlihat saat seluruh peserta mengenakan baju lurik khas Jawa. Proses penulisan dilakukan secara terorganisasi dalam 20 sesi. Setiap sesi diikuti oleh 30 peserta yang secara bergantian menyelesaikan penulisan di atas kain sepanjang 30 meter.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/942643\/mengintip-teknologi-layar-360-derajat-led-dan-1500-titik-pencahayaan-black-owl-scbd-yang-raih-rekor-muri\" title=\"Mengintip Teknologi Layar 360 Derajat LED dan 1.500 Titik Pencahayaan Black Owl SCBD yang Raih Rekor Muri\" target=\"_blank\">Mengintip Teknologi Layar 360 Derajat LED dan 1.500 Titik Pencahayaan Black Owl SCBD yang Raih Rekor Muri<\/a><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" height=\"453\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/content\/2026\/10\/11\/1791733140_9044c8c6c3222444236a.jpg\" width=\"800\"\/><\/p>\n<p>Kepala Sekolah SD Antawirya, Air Langga Budi Prasetya, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mengejar pengakuan simbolis. Menurutnya, aksi ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen sekolah dalam menjaga eksistensi budaya dan bahasa Jawa di tengah arus modernisasi.<\/p>\n<p>&#8220;Kami ingin menyampaikan bahwa budaya tidak hilang karena kemajuan zaman, melainkan menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan. Salah satunya melalui penggunaan bahasa dan aksara Jawa,&#8221; ujar Air Langga di sela-sela kegiatan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/941871\/warga-jabon-sidoarjo-resah-pendangkalan-sungai-porong-dan-kerusakan-tanggul\" title=\"Warga Jabon Sidoarjo Resah Pendangkalan Sungai Porong dan Kerusakan Tanggul\" target=\"_blank\">Warga Jabon Sidoarjo Resah Pendangkalan Sungai Porong dan Kerusakan Tanggul<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa teks yang dituangkan para siswa ke atas kain tersebut mengandung nilai-nilai filosofis tinggi, yang terdiri dari rangkaian <i>pitutur luhur<\/i>, <i>paribasan<\/i>, <i>saloka<\/i>, dan <i>bebasan<\/i> Jawa. Beberapa peribahasa yang ditulis antara lain <i>&#8220;becik ketitik ala ketara&#8221;<\/i>, <i>&#8220;adigang, adigung, adiguna&#8221;<\/i>, serta <i>&#8220;batok bolu isi madu&#8221;<\/i>.<\/p>\n<p>Program pelestarian ini merupakan bagian integral dari kurikulum internal SD Antawirya yang sudah diterapkan sejak kelas 1. Selain pembelajaran aksara Jawa secara rutin, sekolah juga memiliki program khusus setiap hari Selasa. Pada hari tersebut, siswa diwajibkan mengenakan pakaian lurik serta menerapkan <i>unggah-ungguh<\/i> (tata krama) dan bahasa Jawa dalam interaksi sehari-hari.<\/p>\n<p>Puncak acara ditandai dengan pembentangan kain sepanjang 600 meter tersebut oleh para siswa dan guru. Saking panjangnya, bentangan kain tersebut hingga melingkari seluruh areal kawasan pendopo sekolah.<\/p>\n<p>Kegembiraan terpancar dari para siswa yang terlibat langsung dalam momen bersejarah ini. &#8220;Saya sangat senang bisa mengikuti penulisan aksara Jawa yang memecahkan rekor MURI ini,&#8221; ungkap Ayub, salah satu siswa kelas V. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/943170\/sd-antawirya-sidoarjo-pecahkan-rekor-muri-penulisan-aksara-jawa-di-kain-600-meter\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(MI\/HERY SUSETYO) SD Antawirya Islamic Javanese School yang berlokasi di Desa Junwangi, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Sekolah ini menggelar aksi penulisan aksara Jawa massal di atas kain sepanjang 600 meter pada Minggu (11\/10). Pencapaian ini secara resmi memecahkan rekor MURI untuk kategori media penulisan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":117287,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-117286","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117286","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=117286"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117286\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/117287"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=117286"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=117286"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=117286"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}