{"id":117084,"date":"2026-10-11T14:17:40","date_gmt":"2026-10-11T07:17:40","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/11\/jangan-denial-ini-dampak-buruk-jika-orang-tua-lambat-akui-anak-neurodivergent\/"},"modified":"2026-10-11T14:17:40","modified_gmt":"2026-10-11T07:17:40","slug":"jangan-denial-ini-dampak-buruk-jika-orang-tua-lambat-akui-anak-neurodivergent","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/11\/jangan-denial-ini-dampak-buruk-jika-orang-tua-lambat-akui-anak-neurodivergent\/","title":{"rendered":"Jangan Denial, Ini Dampak Buruk Jika Orang Tua Lambat Akui Anak Neurodivergent"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/11\/1791702897_a9632546a8fd279e2e6e.jpg\" alt=\"Jangan Denial, Ini Dampak Buruk Jika Orang Tua Lambat Akui Anak Neurodivergent\"\/><figcaption>Dampak Buruk Jika Orang Tua Lambat Akui Anak Neurodivergent.(Dok. Mental Health Center Kids)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KEMENTERIAN Kesehatan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemenkes\" title=\"kemenkes\">Kemenkes<\/a>) mengungkapkan bahwa penolakan atau <i>denial<\/i> dari orang tua serta keterlambatan penemuan kasus menjadi hambatan utama dalam penanganan individu <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/neurodivergent\" title=\"neurodivergent\">neurodivergent<\/a> di Indonesia. Hal ini berdampak pada hilangnya kesempatan untuk mengoptimalkan potensi terbesar anak sejak dini.<\/p>\n<p>Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menjelaskan bahwa banyak orang tua yang enggan mengakui kondisi anaknya sebagai neurodivergent. Sikap ini sering kali berujung pada perilaku <i>doctor shopping<\/i>, yakni mencari opini medis berulang kali hanya untuk mendapatkan pernyataan bahwa anak mereka tidak mengalami gangguan perkembangan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cOrang tuanya tidak mengakui kalau anaknya itu seorang neurodivergent, sehingga mencari <i>doctor shopping<\/i> untuk memastikan atau meminta <i>second opinion<\/i> bahwa anaknya tidak neurodivergent,&#8221; ujar Imran pada Minggu (11\/10).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/909257\/kemenkes-catat-452-kasus-kusta-pada-anak-hingga-pertengahan-2026\" title=\"Kemenkes Catat 452 Kasus Kusta pada Anak hingga Pertengahan 2026\" target=\"_blank\">Kemenkes Catat 452 Kasus Kusta pada Anak hingga Pertengahan 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Imran menambahkan, dampak dari keterlambatan ini sangat fatal. Ketika orang tua akhirnya menyadari kondisi tersebut, masa emas untuk menemukan dan mengasah potensi terbesar anak sering kali sudah terlewati.<\/p>\n<p>Neurodivergent sendiri merupakan istilah untuk keragaman cara kerja otak manusia. Kondisi ini mencakup individu dengan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/disleksia\" title=\"Disleksia\">disleksia<\/a>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/adhd\" title=\"ADHD\">ADHD<\/a>, dan spektrum lainnya yang memerlukan pemahaman serta dukungan khusus dari lingkungan sekitar, terutama keluarga.<\/p>\n<p>Senada dengan hal tersebut, Konsultan Neurologi Anak FK Unpad\/RSHS, Purboyo Solek, menekankan pentingnya sistem dukungan (<i>supporting system<\/i>) yang terintegrasi. Menurutnya, anak dengan kondisi seperti disleksia sebenarnya memiliki tingkat kecerdasan (IQ) yang normal, namun memproses informasi dengan cara yang berbeda.<\/p>\n<p>\u201cTanpa akomodasi yang tepat di sekolah dan pemahaman keluarga, mereka sangat rentan mengalami perundungan (<i>bullying<\/i>), kecemasan (<i>anxiety<\/i>), hingga depresi berat,\u201d tegas Purboyo.<\/p>\n<p>Kemenkes berharap adanya penguatan kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, sekolah, dan masyarakat. Lingkungan yang aman dan inklusif sangat dibutuhkan agar setiap individu neurodivergent memiliki kesempatan untuk berkembang dan berdaya sesuai dengan potensi unik yang mereka miliki. (Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/943041\/jangan-denial-ini-dampak-buruk-jika-orang-tua-lambat-akui-anak-neurodivergent\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dampak Buruk Jika Orang Tua Lambat Akui Anak Neurodivergent.(Dok. Mental Health Center Kids) KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa penolakan atau denial dari orang tua serta keterlambatan penemuan kasus menjadi hambatan utama dalam penanganan individu neurodivergent di Indonesia. Hal ini berdampak pada hilangnya kesempatan untuk mengoptimalkan potensi terbesar anak sejak dini. Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":117085,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-117084","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117084","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=117084"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117084\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/117085"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=117084"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=117084"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=117084"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}