{"id":116994,"date":"2026-10-11T09:57:42","date_gmt":"2026-10-11T02:57:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/11\/jawab-tantangan-industri-metocean-hmo-triton-dan-hmme-atmosphaira-itb-gelar-diskusi\/"},"modified":"2026-10-11T09:57:42","modified_gmt":"2026-10-11T02:57:42","slug":"jawab-tantangan-industri-metocean-hmo-triton-dan-hmme-atmosphaira-itb-gelar-diskusi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/10\/11\/jawab-tantangan-industri-metocean-hmo-triton-dan-hmme-atmosphaira-itb-gelar-diskusi\/","title":{"rendered":"Jawab Tantangan Industri Metocean, HMO Triton dan HMME Atmosphaira ITB Gelar Diskusi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/10\/11\/1791653003_2fd03696e31db3db57c7.jpg\" alt=\"Jawab Tantangan Industri Metocean, HMO Triton dan HMME Atmosphaira ITB Gelar Diskusi\"\/><figcaption>Penyelamatan pesisir pantai utara Jawa dari ancaman abrasi mengemuka dalam diskusi menjawab tantangan industri Meteorologi dan Oseanografi (Metocean) yang digelar  HMO Triton dan HMME Atmosphaira ITB(MI\/SUMARIYADI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PENTINGNYA riset, teknologi dan pengelolaan yang berkelanjutan dalam dunia kelautan dipaparkan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Prof Irwan Meilano.<\/p>\n<p>Dalam <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/diskusi\" title=\"diskusi\">diskusi<\/a> yang digelar dalam rangka Grand Dies Natalis 2026, Himpunan Mahasiswa Oseanografi (HMO) Triton dan Himpunan Mahasiswa Meteorologi\u00a0 (HMME) Atmosphaira di Kampus <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/itb\" title=\"ITB\">ITB<\/a>, Sabtu (10\/10), dia menyatakan Indonesia memiliki potensi kelautan yang besar, mulai dari perikanan, rumput laut, hingga sumber energi terbarukan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Namun, riset, teknologi dan pengelolaan berkelanjutan harus menjadi penopang, karena kekayaan tersebut belum cukup untuk menjamin sektor kelautan menjadi penggerak ekonomi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/676449\/sbm-itb-dukung-penyelenggaraan-diskusi-aacsb-di-bali\" title=\"SBM ITB Dukung Penyelenggaraan Diskusi AACSB di Bali\" target=\"_blank\">SBM ITB Dukung Penyelenggaraan Diskusi AACSB di Bali<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Masa depan pengelolaan laut sangat bergantung pada kecerdasan kita dalam memahami lautan. Laut merupakan ruang produksi bagi kehidupan kita,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Karena itu, Indonesia harus mampu mengantisipasi perubahan iklim, berbagai ancaman, ketidakpastian produksi, serta risiko investasi.<\/p>\n<p>Grand Dies Natalis 2026, HMO Triton dan HMME Atmosphaira ITB dirayakan dengan menggelar diskusi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemaritiman\" title=\"kemaritiman\">kemaritiman<\/a>. Sejumlah narasumber hadir, di antranya Wamen KKP serta bebagai ahli di bidangnya masing-masing.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/591571\/dukung-ri-poros-maritim-dunia-kkp-bersama-binusdan-unpad-gelar-diskusi-terbuka\" title=\"Dukung RI Poros Maritim Dunia, KKP Bersama Binus\u00a0dan Unpad Gelar Diskusi Terbuka\" target=\"_blank\">Dukung RI Poros Maritim Dunia, KKP Bersama Binus\u00a0dan Unpad Gelar Diskusi Terbuka<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Para narasumber, memberikan berbagai pandangannya untuk menjawab tantangan industri Meteorologi dan Oseanografi (Metocean). Diskusi digelar dalam dua sesi.<\/p>\n<p>Lebih jauh Irwan mengungkapkan riset menjadi kunci untuk membaca perubahan kondisi laut sekaligus merumuskan kebijakan yang tepat. Sebab, laut tidak hanya menyimpan potensi ekonomi, tetapi juga menghadirkan tantangan perubahan iklim, ketidakpastian produksi, dan risiko investasi.<\/p>\n<p>Konservasi, lanjutnya, merupakan salah satu kata kunci dalam konsep ekonomi biru. Upaya memaksimalkan potensi laut tidak bisa hanya dilakukan dengan meningkatkan pengambilan sumber daya, tetapi juga harus menjaga keberlangsungan ekosistemnya.<\/p>\n<p>Menurut dia, kawasan konservasi perlu diperluas agar laut tetap menjadi habitat yang baik bagi terumbu karang, spesies terancam punah, dan berbagai jenis ikan.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika kita ingin meningkatkan produksi dari laut, maka yang harus kita jamin adalah wilayah konservasi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<strong>DATA KOMPREHENSIF<\/strong><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\nSenada dengan Irwan, Technical Director PT Bhumi Warih Geohydromatics, Faisal Amri, menilai, pengelolaan dan penyediaan data yang komprehensif di sektor maritim dan lingkungan menjadi kunci utama dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta memitigasi risiko bencana di Indonesia.<\/p>\n<p>Faisal mengungkapkan hal itu dalam diskusi sesi pertama yang mengangkat tema The Strategic Power of Advanced Metocean Applications in Driving Suistainable Economic Growth.<\/p>\n<p>Dia menekankan pentingnya peran generasi muda dan akademisi di bidang oseanografi untuk berani mengambil peran nyata dalam pembangunan maritim nasional.<\/p>\n<p>Namun, Faisal menggarisbawahi tantangan utama yang masih dihadapi industri saat ini, yakni keterbatasan dan ketimpangan ketersediaan data meteorologi dan oseanografi di berbagai daerah.<br \/>&#13;<br \/>\n\u00a0<br \/>&#13;<br \/>\n&#8220;Tidak semua daerah memiliki data yang lengkap untuk memungkinkan analisis komprehensif terkait fenomena di wilayah tersebut. Kesadaran akan pentingnya pengukuran (awareness) perlu terus ditingkatkan agar kita memiliki dasar yang kuat dalam merencanakan pembangunan serta melakukan simulasi risiko bencana secara akurat,&#8221; tandas pria yang akrab dipanggil Amri itu. \u00a0<\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<strong>ENERGI TERBARUKAN<\/strong><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\nDi sektor energi terbarukan, pemanfaatan data lingkungan pun menjadi faktor krusial untuk mitigasi risiko operasional. Manager Environmental Sustainability PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Fajar Adi Prasetyo, menjelaskan bahwa industri panas bumi (geothermal) yang umumnya berada di wilayah bercurah hujan tinggi sangat bergantung pada akurasi data presipitasi dan cuaca. \u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Lokasi potensi panas bumi di Indonesia mayoritas berada di area berisiko tinggi terhadap bencana tanah longsor. Keberadaan data curah hujan dan meteorologi sangat membantu PGE dalam memitigasi risiko tersebut,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, bagi perusahaan terbuka (Tbk), pengungkapan risiko terkait iklim (climate-related risks) kini menjadi standar kewajiban yang dituntut oleh pasar.<\/p>\n<p>Senada dengan hal tersebut, Regional Manager Consultant Carbon Disclosure Project (CDP), Haryono Hansen Sirait menyampaikan bahwa transparansi data dampak lingkungan kini telah menjadi perhatian utama para investor global. Saat ini, ratusan investor internasional mewajibkan perusahaan dalam portofolio mereka untuk melaporkan data dampak lingkungan secara terbuka dan independen. \u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Investor ingin melihat sejauh mana risiko lingkungan dan perubahan iklim dapat memengaruhi aset bisnis mereka. Data meteorologi dan oseanografi menjadi pijakan mendasar untuk mengukur tingkat bahaya serta potensi kerugian finansial di lokasi proyek,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<strong>PENYELAMATAN PESISIR PANTURA JAWA<\/strong><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\nSementara itu, pada sesi diskusi kedua yang mengangkat tema The Strategies Towards Advanced Coastal Development, pembicara membahas soal abrasi pesisir pantai.<\/p>\n<p>Menurut Deputy for Financing and Investment Development in the Maritime Sector, Mohammad Irfan Saleh, selama ini upaya penanganan di pesisir Jawa Tengah kalah cepat dibanding eskalasi bencana abrasi. Oleh karena itu, pemerintah mengambil langkah percepatan melalui strategi kombinasi penanganan teknis dan investasi berkelanjutan.<\/p>\n<p>&#8220;Kecepatan kita menangani dengan kecepatan terjadinya bencana itu jauh. Selama ini kita coba proteksi pakai tanggul pantai, tetapi itu jauh lebih lambat daripada bencananya karena abrasi di Demak sangat cepat,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Namun, kata dia, atas arahan Presiden, proyek penanganan pesisir ini dirancang untuk mempercepat perlindungan kawasan pantai sepanjang ratusan kilometer di Pulau Jawa. Khusus di wilayah Sayung, strategi yang diterapkan tidak hanya mengandalkan struktur keras (hard structure), melainkan mengombinasikan pendekatan berbasis alam (nature-based solutions) seperti penanaman mangrove serta pembangunan tanggul pantai dan tanggul laut.<\/p>\n<p>Di tempat yang sama, President Director PT Haskoning Indonesia, Mark van Zanten, M.Sc., mengatakan ancaman abrasi di pesisir Jawa merupakan masalah besar yang membutuhkan penanganan berbasis perencanaan matang dan integrasi berbagai solusi.<\/p>\n<p>&#8220;Ini masalah besar, tetapi saya melihat sudah banyak perencanaan yang dilakukan. Hal terpenting adalah membuat kebijakan pengelolaan pesisir (coastal management policy) yang tepat untuk melawan erosi dan abrasi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Menurut dia, pendekatan untuk menyelamatkan garis pantai tidak bisa seragam, melainkan harus mengombinasikan berbagai solusi teknis sesuai kondisi wilayah. Penanganan tersebut mencakup pendekatan berbasis alam (nature-based solutions) seperti penanaman mangrove, hingga pembangunan infrastruktur fisik seperti tanggul laut dan tanggul pantai.<\/p>\n<p>&#8220;Terkadang solusinya berupa penanaman mangrove, terkadang membangun tanggul (dike). Solusinya berbeda-beda, tetapi yang dibutuhkan adalah perencanaan yang baik serta ketersediaan anggaran untuk menangani masalah ini,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan para pakar saat ini telah berjalan untuk merumuskan rencana pembangunan pesisir jangka panjang. Langkah penting berikutnya yang harus ditempuh adalah alokasi anggaran negara (state budget) serta penarikan investasi guna merealisasikan tahap implementasi proyek.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/942944\/jawab-tantangan-industri-metocean-hmo-triton-dan-hmme-atmosphaira-itb-gelar-diskusi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyelamatan pesisir pantai utara Jawa dari ancaman abrasi mengemuka dalam diskusi menjawab tantangan industri Meteorologi dan Oseanografi (Metocean) yang digelar HMO Triton dan HMME Atmosphaira ITB(MI\/SUMARIYADI) PENTINGNYA riset, teknologi dan pengelolaan yang berkelanjutan dalam dunia kelautan dipaparkan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Prof Irwan Meilano. Dalam diskusi yang digelar dalam rangka Grand Dies Natalis 2026, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":116995,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-116994","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116994","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116994"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116994\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116995"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116994"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116994"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116994"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}